My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Di sidang Ibu Ratu


__ADS_3

'' udah dong dek jangan buat mama mellow gini..'' Renita mengajak bicara bayi dalam perutnya . Menghapus kasar air matanya.


'' dek apa kita hidup berdua aja ya dek..'' Lagi pertanyaan tanpa jawaban.


'' kita tinggalin aja bapakmu itu..''


Sungguh reni benci dengan dirinya saat ini. Kenapa semakin besar perutnya semakin besar pula ke cengeng annya.


'' bapakmu bosan mungkin sama mama dek.. kita tunggu waktu yang tepat buat pergi.. mama mau ngumpulin bukti-bukti dulu dek.. biar nyahok itu bapakmu.. kita lihat dia bingung gak kita tinggal..''


'' pokoknya adek mesti dukung mama.. kalo gak.. mama pindahin ke perut bapakmu itu..'' Pergerakannya semakin kuat hingga perutnya terlihat bergerak-gerak dari luar.


'' katanya sibuk kerja taunya sibuk pacaran sama wanita lain..'' Lagi-lagi renita menghapus kasar air matanya.


'' ini kenapa sih keluar mulu.. loe gak pantes nangisin laki model dia..''


Amalia terkikik geli mendengar curhatan menantunya. Tapi sejurus kemudian dia merasa sedih juga marah pada putra nya. Jadi ini penyebab menantunya sering murung akhir-akhir ini.


Amalia sering melihat renita menyendiri. Kadang juga nampak mengusap matanya kasar. Dan itu dia lihat hanya dari kejauhan.


Dia urung menemui menantunya. memberi ruang renita untuk menenangkan diri. Dia masih bersyukur tidak terjadi apa-apa pada menantu dan calon cucunya.


'' aku harus bicara sama papa.. pasti tau sesuatu..''


...----------------...


'' mama mau bicara..'' Amalia tiba di rumah dengan menahan emosinya.


'' apa sih ma.. katanya mau nengok mantu.. kok cuma bentar.. pulang-pulang kayak marah gitu..'' Setiawan menaruh koran juga melepas kacamata baca nya.


'' papa pasti tau sesuatu kan tentang rumah tangga Armand..'' Amalia memicing tajam pada suaminya.


Semenjak kasus monita kemarin. Keluarga setiawan lebih was-was lagi mengawasi orang-orang sekitar mereka termasuk memantau gerak-gerik menantunya.


Setiawan menghela nafas memang sulit menyembunyikan sesuatu dari istrinya ini.


Dia memanggil asistennya.


'' bawa kemari ponsel yang menyadap ponsel renita..''


Sang asisten langsung menyerahkan apa yang di minta.


'' nih mama lihat.. tapi papa minta mama jangan ngamuk-ngamuk dulu..''


Amalia meraih ponsel yang di sodorkan pada nya. Matanya melotot tak percaya melihat pesan-pesan yang di kirim ke nomor menantunya.

__ADS_1


'' siapa yang melakukan ini pa.. gak bisa di biarkan.. mama harus menemui anak itu. udah tua juga masih aja bikin pusing.. untung renita dan kandungan nya gak kenapa-kenapa..''


Amalia sudah berdiri tapi langsung di tahan suaminya.


'' ini nih sifat mama.. gak bisa mengendalikan emosi. Makanya papa memilih menyembunyikan nya dari mama ''.


'' papa keterlaluan.. anak kelewatan kayak gitu masih papa diamin..'' Amalia meluapkan amarahnya pada sang suami.


'' masa mama gak hafal sifat anak sendiri. Selalu percaya dengan bukti di depan mata. padahal belum tentu bukti itu benar adanya. Kita harus menyelidikinya dulu ma..''


'' coba mama perhatikan siapa wanita di foto itu..''


Amalia menuruti perintah suaminya.


'' ya ampun itu Mita.. '' Amalia tak dapat menyembunyikan keterkejutan nya.


'' Pantas mama juga sedikit aneh dengan anak itu.. Terlalu sering mengunjungi mama.. dan selalu bertanya-tanya tentang Armand dan istrinya. Apa mungkin...''


Setiawan mengangguk tanda mengiyakan dugaan istrinya.


'' gak.. gak mungkin mama gak percaya.. Dia anak yang baik dan sopan. kita kenal dia dari dulu pa..''


'' tidak ada yang tidak mungkin ma..waktu bisa mengubah kepribadian seseorang.. Asal mama tau. Dia yang membuat Armand selalu sibuk akhir-akhir ini. Dia selalu menghubungi Armand dengan alasan pekerjaan.. Berusaha memisahkan Armand dan renita..''


'' dari mana papa tahu.. ''


'' panggil anak itu kemari sekarang juga.. bisa gak bisa harus datang''. putus Amalia.


Dan setiawan hanya bisa menurut saja. Sebelum kultum ibu ratu menggema sepanjang hari.


...----------------...


Armand datang dengan wajah lelahnya. Matanya sayu juga berkantung. Dia duduk di hadapan ibu ratu yang siap menguliti nya.


'' kenapa mata kamu itu..'' ketus Amalia.


'' mama kenapa sih.. katanya suruh datang. udah di turuti marah-marah gak jelas. Gak tau apa aku lagi banyak kerjaan.. Proyek yang ku kerjain sama Mita ada yang menyabotase.. mama kenapa gak bisa ngertiin aku..'' Armand menyandarkan tubuh lelahnya di sofa.


'' Lalu apa gunanya asisten dan sekretaris kalau semua kau kerjakan sendiri.. Sampai gak punya waktu buat istri sendiri..''


'' mama tau sangat tau Ar.. kamu gila kerja dari dulu seperti itu.. kamu tak peduli dengan sekitar mu kecuali pekerjaan.. tapi kamu harus ingat ada istri yang mengandung anak mu.. dia juga butuh perhatian mu. Kerja memang utama tapi yang lebih utama keluarga.. keutuhan keluarga Ar..''


'' kamu lihat papamu.. dia dulu juga sibuk.. tapi apa pernah dia mengabaikan keluarga nya. Dia rela meninggalkan tender besar agar keluarganya tak berantakan. Percuma kau mati-matian mengejar harta.. kalau keluarga mu gak kau urus..''


'' berapa lama kamu gak nyentuh istrimu..''

__ADS_1


Armand mengernyit mendengarnya. Kenapa bertanya hal se intim itu..


'' sekarang mama tanya kamu jawab yang jujur..''


'' Renita masih perhatian sama kamu apa nggak..''


Armand mengangguk karena memang itu benar adanya.


'' Renita sering mengantarkanmu makan siang apa nggak ??''


'' sering cuma jarang ketemu aku.. Dia nitipin bekal ke doni aja... Pernah ketemu sama aku tapi aku buru-buru mau ada acara sama Mita..''


Semakin geram Amalia di buatnya.


'' tapi dihari yang sama aku juga lihat dia ketemu sama mantannya itu. Dia ketawa-ketawa berduaan di taman kota..''


'' kalo mama jadi renita udah mama tinggal selingkuh kamu ar...''


'' mama kok ngomong gitu..'' kata Armand dengan nada tinggi.


Tubuh dan pikiran yang lelah membuat nya mudah tersulut emosi.


'' apa pernah renita nuntut ini itu sama kamu... mama tanya sekarang.. jawab yang jujur..''


Armand menggeleng kan kepala nya.


'' kalau kamu mama kasih pilihan renita dan pekerjaan kamu lebih milih kehilangan yang mana..?''


'' maksudnya ?? ini mama kenapa sih.. dari tadi muter-muter gak jelas.. kalau mama disini mau buang-buang waktu aku.. lebih baik aku pergi..''


Armand sudah beranjak meninggalkan tempat itu.


Amalia segera memutar rekaman curahan hati menantunya yang dia dengar tadi.


Armand mengepalkan tangannya kuat. Dia melanjutkan langkahnya dengan kemarahan di dada.


'' Ingat Ar.. jangan sampai tindakanmu sekarang menjadi boomerang untuk mu nanti..''


...----------------...


'' DIMANA ARMAND.. KENAPA DIA TIDAK DISINI..'' Mita berteriak kesetanan pada para pekerja yang ada disana.


'' Tadi ada urusan mendadak dengan keluarga nya bu..'' Jawab seorang mandor.


'' APA DIA GAK LIHAT BANGUNAN HANCUR HAMPIR RATA DENGAN TANAH.. DIA TAK ADA DISINI..'' setelah mengatakan itu Mita langsung pergi dengan kemarahan di dada.

__ADS_1


'' Sial.. percuma aku menyabotase proyek ku sendiri.. Jika Armand masih mementingkan keluarganya itu...rugi sendiri aku..'' Mita menyulut rokok di jarinya. Menghirup asapnya dan mengepulkan ke udara. Hanya ini yang bisa dia lakukan untuk meredam emosinya.


Senyum licik tersungging dari bibir merahnya saat melihat seseorang di seberang sana..


__ADS_2