My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Alih Profesi..


__ADS_3

'' Ini kenapa jadi pengasuh dadakan. Mana kerjaan lagi banyak-banyak nya..'' Doni memandangi bayi mbul dalam gendongannya.


Lumayan pegal juga pundaknya. Padahal baru beberapa menit Dia menggendong bayi ini.


'' Ini Kalo nangis gimana ?'' Doni bingung sendiri. Pasalnya Dia belum pernah mengurus bayi.


Terlintas nama seseorang di kepalanya.


' Ya Dia bisa bantu..'


TING.. Pintu lift terbuka.


Baru keluar saja Dia sudah menjadi sorotan semua Orang. Mengingat sekarang sudah masuk jam istirahat kantor. Banyak karyawan yang keluar untuk mengisi perut.


Penampilan boleh nyentrik. Dari ujung kepala sampai ujung kaki. WOWW.. Klimis kinclong. Tapi kok...


Bawa bayi ?? Apakah si Sekretaris ganteng ini alih profesi jadi Baby Sitter ?


Doni tersenyum miris dengan nasibnya Siang ini. Buru-buru Dia pergi meninggalkan tempat itu, menuju tempat dimana Reva berada.


''Reva...'' Saat masuk Ruangan Divisi keuangan. Tatapan semua orang yang ada disana tak jauh beda dari yang di lift tadi.


'' Ya ampun Doni Loe udah punya buntut.. Kok gak pernah cerita sama Gue.. Lo duda OMG...'' Reva heboh sendiri melihat Doni menggendong seorang bayi.


Wina dan Dania yang mendengar itu pun ikut kepo dan mendekat.


'' Aduh jangan berisik Va.. Dia lagi tidur nanti gimana kalo bangun..'' bisik Doni.


'' Ya ampun Dono.. hahah.. Loe cocok banget jadi Hot Daddy yang di tinggal bini nya kawin lagi.hahahaa...'' Wina tak bisa lagi menahan tawanya.


Hek..hek..hek..eeeee


Karena keributan di sekeliling nya. Marvello terusik dan terbangun dari tidurnya.


Doni kalang kabut bingung sendiri. Marvello bangun... Nangis kenceng lagi.. Gimana nenangin nya ini..


Dia berjalan kesana kemari di ruangan itu. Agar si baby bisa tenang.


Seperti nya Dia salah ide. Kenapa malah kesini.. tadi..


'' Bentar-bentar kok gue kaya kenal ni suara..'' Dania segera mendekati Doni.


'' YA AMPUN.. VELLO..!!!??'' Dania mengambil alih bayi mbul itu.


Dan ikut mendiamkan Vello yang sudah histeris.


'' Aduh ponakan onty yang asoy gebooy.. Cup.. cup sayang.. sama Onty Reva yuk...''


Marvello meronta dalam gendongan Dania hingga membuat nya kewalahan.


'' ee busett.. Ni anak.. Tingkah nya...''


'' Ini Emaknya kemana...'' Wina ikutan panik sendiri.


Maklumlah mereka masih single perawan ting-ting. Belum pernah ngurusin soal per-bayi-an seperti ini.

__ADS_1


Yang ada di pikiran mereka hanya happy-happy.. foya-foya saat gajian.


'' Katanya mau membasmi hama..'' Jawab Doni.


'' WHATTT..!!???'' Teriak ketiga gadis itu bersamaan.


Yang mana membuat tangis Marvello semakin kencang di sertai jeritan yang melengking.


'' Aduh cayang.. Cayang.. kaget ya.'' Wina mengambil alih Marvello dan menimang-nimang dalam gendongan nya.


'' Oyyy.. Itu anak orang bukan bola. Di oper sana oper sini..'' Celetuk Siska senior mereka.


'' Coba kasih Dia susu....'' Lanjutnya.


'' Eh iya susu mana susu.. Biasanya si Reni selalu bawa susu perah kalo keluar gini..'' Kata Reva.


'' Heh Loe kira sapi.. Susu perah..'' Sempat-sempatnya Wina mendebat Reva.


'' Kata mbak Reni perlengkapannya ada di stroller nya Dia..'' kata Doni


'' Trus Dimana stroller nya BG...'' Gemas Dania.


'' Di titipkan di Pos satpam..'' Jawab Doni dengan wajah polosnya.


'' Astagfirullah... Gue remet juga muka loe.. bilang kek dari tadi..'' Dania langsung pergi mengambil perlengkapan Marvello.


...-------------------...


Meninggalkan kehebohan di ruangan seberang.


Arman meneguk ludah kasar, '' Aku.. Aku.. Bisa jelaskan Ren ".


Renita tak bergeming sedikitpun. Di tetap menunjukkan keangkuhannya.


" Dia yang mulai duluan tadi. Tiba-tiba datang lalu duduk ini pangkuan ku.. Dan.."


" Dan kamu menikmatinya gitu.." Potong Renita cepat. Matanya melotot tajam.


" Aku udah nolak. Dia aja yang agresif Ren.."


" Alasan.. Orang situ juga menikmati nya kok.. Kamu pikir aku gak liat.." Kata Renita dengan kesalnya. Dadanya bergemuruh Amarah dan Cemburu menjadi satu.


" Kamu salah liat Ren.. Aku diam aja tadi. Malah berusaha melepaskan tapi Dia nahan leher aku.." Armand frustasi sendiri di buatnya. Bagaimana lagi menjelaskan pada istrinya ini.


" PREEET..."


Jawaban istrinya, membuat Armand ingin tertawa. Tapi Dia menahan nya. Jangan sampai kelepasan yang ada nanti Banteng Betina yang mulai jinak ngamuk lagi.


" Ren udah dong.. Jangan marah gitu.. Nanti cantiknya ilang lhoooo..." Armand mengeluarkan jurus rayuan mautnya.


Bagaimana pun juga Dia harus berhasil membujuk Istrinya.


Agar kesejahteraan malamnya tidak hilang.


" Gak usah ngerayu gak mempan.." Sewot Renita.

__ADS_1


" Udah gak usah deket-deket apalagi pegang-pegang.. Iyuuuhh.. jijik ada bekas ulat bulu nempel. Nanti gatel lagi.."


" Itu tangan kamu juga bekas rambutnya Dia.."


Renita memalingkan mukanya.


Hening...


" Ren kesini kok gk bilang-bilang. Biasanya ngasih kode gitu...." Armand memecah keheningan.


" Kenapa takut ketahuan kalo lagi maen di belakang aku gitu.." Renita masih dengan kekesalan nya.


Armand mengatup kan mulutnya rapat-rapat. Sepertinya Dia salah bicara.


" Bu..bukan begitu.. Kan aku bisa jemput kamu sama Vello di Lobby.. Eh Iya mana Vello Ren..??" Armand baru teringat akan Putra nya.


" Aku ungsikan Dia. Mamanya mu membasmi HAMA.."


...----------------...


Ruangan Divisi Keuangan..


Dania datang membawa stroller Marvello beserta perlengkapannya. Buru-buru gadis menyodorkan botol susu ke mulut bayi yang tengah histeris itu.


Dengan cepat Marvello melahap sumber nutrisinya. Dan otomatis tangisnya pun berhenti. Membuat ke empat pengasuh dadakan nya bernafas lega.


'' Ini Siapa yang bawa bayi ke tempat kerja..'' Pak Danu datang dengan taringnya.


Ketiga gadis itu langsung menunjuk ke arah Doni.


'' Mengganggu ketenangan saja..'' Pria paruh baya itu Menggelengkan kepalanya.


'' Pak Danu gak usah marah mulu... Ini buntutnya si Reni..'' Kata Reva


'' Ibunya kemana kok kalian yang ngasuh..'' Tanya Pak Danu.


'' Lagi membasmi hama katanya..'' Kata Reva lagi.


Memang di ruangan ini Reva yang paling suka meladeni Pak Danu. Setelah kepindahan Renita tentunya.


'' Sejak kapan kantor ini jadi sawah..''


...----------------...


Nyambung ya.. Nyambung aja lah...


Otak lagi mampet soalnya..


Pokoknya


Like, ❤ , Comment..


Vote & Hadiah seikhlasnya aja..


Babay...

__ADS_1


__ADS_2