My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Eksekusi Salah Sasaran


__ADS_3

''DEVAN AWAS !'' teriak Armand.


Rasa terkejut bercampur bingung. Membuat mereka tak bisa berpikir jernih untuk segera menyelamatkan diri.


Armand dan Devan hanya bisa memejamkan mata saat truk itu semakin mendekat. Pasrah, nyawa mereka benar-benar berada di ujung tanduk.


BRAKKKK!!!!


Truk itu menabrak mobil yang menghadang laju nya dan menyeretnya sampai beberapa meter, hingga ringsek. Kemudian terhenti karena menghantam pembatas jalan.


'' Pak kita selamat ''. Kata Devan dengan pandangan masih terpaku pada peristiwa di depannya.


'' Apa ?''


'' Kita selamat Pak. Ada mobil lain yang menghalangi kita ''. Devan mengulang perkataan nya.


Netra Armand menangkap sebuah mobil yang ringsek di apit pembatas jalan dan truk. Berada tak jauh di depannya.


''Siapa dia ? Kenapa dia mau mengorbankan dirinya untuk kita ?''


Kini, lokasi itu di kerumuni orang-orang di sekitarnya. Suara sirine polisi dan ambulans saling bersahutan. Mungkin sudah ada orang yang melapor mengenai kecelakaan ini.


Anak buah Setiawan juga sudah sampai di lokasi. Di waktu yang nyaris bersamaan dengan kedatangan polisi dan ambulan.


Mereka segera menolong anak dari sang majikan beserta asistennya. Keduanya di dudukan di bahu jalan. Dan beralih mengurus mobil yang sudah rusak parah.


''Pak maaf, sedari tadi handphone anda berbunyi.'' salah seorang anak buah Setiawan menyerahkan handphone nya.


''Renita.'' gumam Armand.


Armand berfikir sejenak. Apakah dia harus memberi tahu sang istri mengenai kejadian ini atau tidak ?. Melihat begitu banyak missed call dari Renita. Pasti, wanita itu sangat mencemaskan nya.


Untuk berbohong pun akan sangat sulit, suara kekacauan di sekitarnya pasti dapat di dengar istrinya.


Akhirnya Armand memutuskan untuk mengubungi sang istri dan menceritakan semuanya.


Lebih baik jujur daripada menambah masalah. Pikirnya.


...----------------...


Di kediamannya.


Renita langsung kalut dan meninggalkan Marvello begitu saja di tempatnya. Setelah mendapat kabar dari Armand


''MANG UDIN.. MANG.. !!!'' Renita berteriak panik memanggil supirnya.


Mang udin datang dengan terburu-buru.


''Ada apa Non ?''


'' Cepat siapkan mobil sekarang. Antarkan saya ke jalan kenanga ''. Titah Renita

__ADS_1


'' CEPAT MANG !!''


''i-ya Non..'' Mang udin segera menuruti perintah majikannya.


Tak berapa lama mobil sudah melaju ke tempat tujuan.


''Sepertinya ada kecelakaan Non ?'' Kata Mang Udin.


Renita semakin kalut, saat melihat keramaian di lokasi. Juga beberapa mobil polisi dan ambulans terparkir disana.


Tanpa pikir panjang dia segera keluar untuk mencari keberadaan suaminya.


'' Non mau kemana Non..''


Renita tak menghiraukan panggilan supirnya. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Armand.


Tubuh Renita bergetar, saat melihat mobil milik suaminya dalam kondisi yang memprihatinkan. Ada beberapa lubang kecil di bagian kacanya, ban hancur juga lecet sana sini.


Wanita itu terus mencari suaminya. Hingga netranya melihat sosok yang di kenali nya sedang duduk bersender di bangunan bekas warung dengan mata terpejam.


'' Mas..''


Renita berlari menghampiri Armand dan memeluknya erat. Menumpahkan tangisnya disana.


''Ren, kok kamu disini ?'' Armand terkejut melihat kedatangan istrinya.


''Aku khawatir hiks..hikss.. Aku takut hiks..hiksss''.


''Aku nggak apa-apa. Hanya lecet sedikit di bagian lengan karena menghindari tembakan tadi ''.


''Aku kan udah bilang kerja dari rumah aja ! Perasaanku nggak enak. Kamu tetep aja ngeyel. Investor asing lah, tender besar lah, prett aku gak peduli. Kalau kamu jatuh miskin. Aku masih mau sama kamu!'' Renita menumpahkan kemarahannya dalam tangisnya.


''Yang penting kamu selamat kasian Cello masih kecil.'' lirihnya.


Air mata yang sempat diseka kembali membasahi pipinya.


''Ssst... Marahnya nanti aja di rumah. Jangan disini, malu di lihat orang.'' kata Armand sambil menghapus air mata istrinya.


''Bodo amat.'' sungutnya


''Ya udah kita pulang aja. Kesini di antar Mang Udin kan ?''


Renita mengangguk.


Renita membantu suaminya berdiri dan memapahnya menuju ke mobil.


Meskipun kesal, Renita masih bersyukur suaminya tidak apa-apa.


'' Kamu tau mas ? Siapa yang nyelametin kamu?''


'' Nggak Devan masih mengurusnya di rumah sakit ''.

__ADS_1


'' Trus tender kamu ?''.


Armand mengedikkan bahunya saja. Dia sudah pasrah jika harus kehilangan itu.


...----------------...


Bos, eksekusi gagal. Ada mobil yang sengaja menghalangi.


Mita segera mendownload kiriman video dari orang suruhannya.


Matanya membelalak. Mobil itu mirip mobil Linda. Dia lekas beranjak dari tempatnya untuk mencari ibunya.


'' MA.. MAMA!!!'' suara Mita menggema diseluruh ruangan.


Dia mencari di tempat-tempat dimana biasanya Linda menghabiskan waktu. Namun, nihil Linda tidak ada di sana. Mita berharap ibunya menyahut panggilannya.


'' Non, Nyonya tadi buru-buru keluar rumah. Dia juga mengemudi sendiri.'' ART di rumah mereka menghampiri.


Hati Mita semakin resah. Jangan sampai yang ada di rekaman tadi benar ibunya. Semoga saja orang lain yang tak sengaja lewat dan mobilnya sama.


Bagaimana mama bisa tahu rencana ku? Apa dia menguping pembicaraan ku tadi ?


Mita menekan pedal gas lebih dalam agar segera sampai di tempat tujuan.


Sesampainya di sana. Kondisi sekitar sudah mulai sepi. Dilihat nya, ada sebuah mobil derek yang tengah mengangkut sebuah mobil yang ringsek di bagian samping.


''Permisi Pak, Apakah disini tadi ada kecelakaan ?'' Mita bertanya pada salah satu polisi yang masih bertugas.


''Betul mbak. Apa mbak mengenalnya ?''


Mita melihat plat nomor mobil itu ternyata cocok dengan milik Linda.


''Dia ibu saya pak, di bawa kemana korban sekarang ?'' tanya Mita dengan tidak sabar nya.


''Korban segera di larikan ke rumah sakit Z karena kondisinya cukup parah.'' jelas polisi itu.


Tanpa pikir panjang. Mita segera kembali ke mobilnya dan bergegas menuju rumah sakit.


Jika sampai terjadi apa-apa sama mama. Aku tak akan memaafkan diriku sendiri.


...----------------...


Bahasanya mudah di pahami kan, ya ? Tegang kan ? Kalo nggak berarti emang gak jago akunya hehe.. Eh, belum maksudnya.


BTW. Sebenarnya part ini mau aku up semalam. Tapi apalah daya mata gak bisa di ajak kompromi.


Dukung dong.. Aku lama lho mikir alur part ini.


Like, ❤ , Comment, Vote & hadiah nya. Terserah di kasih kopi atau bunga. 'Kan ku terima dengan ikhlas.


Mode lebay kumat..

__ADS_1


Babay..


__ADS_2