
Sesampainya di rumah sakit. Armand dan Renita langsung menghampiri Mita. Wanita itu tampak termenung di depan ruang ICU, di temani seorang pria paruh baya.
Renita memeluk posesif lengan suaminya, saat berhadapan dengan Mita. Seolah mengatakan, 'Dia milikku.'
Renita juga bingung, ketika melihat keberadaan ayah Wina. Ibu satu anak itu menerka-nerka.
Apa kira-kira hubungan Mita dengan om Aryan ?
Apa Mita berusaha menggodanya ? Seperti yang dia lakukan tempo lalu pada suaminya.
Atau mungkin si Mita ini sugar baby nya om Aryan ?
Kalau memang benar, Bagaimana reaksi tante Melissa ? Saat mengetahui suaminya punya wanita idaman lain. Yang masih muda, putih, mulus, kinyis-kinyis kinclong begini.
Renita masih bergelut dengan pikiran nya sendiri.
''Armand..'' sapa Mita.
Armand hanya menunjukkan sikap dinginnya.
''Aku kemari untuk menjenguk ibumu. Aku berhutang nyawa padanya. Karena dia aku bisa selamat dari maut.''
''Entah ini sebuah kesengajaan atau bukan ? Tapi serangkaian peristiwa tadi, seperti sebuah skenario yang tersusun sangat rapi.''
''Aku curiga kejadian ini sudah di rencanakan dengan matang sebelumnya.'' Armand menatap intens ke arah Mita.
Mita meremas kedua tangannya untuk menetralisir rasa gugup yang melanda. Bisa-bisanya Armand berkata seperti itu. Apa dia sedang mencurigai ku ? pikir Mita.
''Jika ini sebuah kesengajaan, Apa yang akan kau lakukan Ar ?'' tanya Aryan yang memang sudah mengenal Armand sebelumnya.
''Tentu saja, aku akan memprosesnya secara hukum !''
Mita semakin tegang mendengarnya. Dia tak menyangka rencananya akan berakhir seperti ini. Yang dia takutkan, Bagaimana jika ayahnya mengetahui hal ini ?
Mita menggelengkan kepalanya. Ayahnya tidak boleh mengetahui ini. Ya, sebisa mungkin dia akan menyembunyikan ini dari semua orang, termasuk sang ayah.
''Keluarga Nyonya Linda ?'' seorang suster menghampiri mereka.
''Saya anaknya Sus.'' sahut Mita
''Mari ikut saya, Nyonya Linda sudah sadar. Dia bilang 'ingin bertemu anaknya'.''
Helaan nafas lega terdengar dari bibir semua orang yang ada disana. Mita mengembangkan senyumnya. Dia segera mengikuti suster itu untuk menemui ibunya.
''Ma..'' Mita memeluk erat ibunya yang masih terbaring lemah.
''Ma-ma ma-u ber-te-mu Ar-mand dan is-tri-nya.'' Linda berucap dengan terbata-bata.
Meski suaranya lemah, tapi Mita bisa mendengar nya dengan jelas.
''Baik ma, kebetulan mereka ada disini. Ada ayah juga. Apa mama mau bertemu dengannya ?''
Linda hanya mengedipkan matanya tanda mengiyakan.
Mita segera memanggil mereka semua. Tak berselang lama semua orang sudah berkumpul di ruangan itu.
__ADS_1
''Ar-mand.''
Armand mendekat dengan Renita.
''Iya tan..''
''Ma-af-kan pu-tri tan-te.''
''Saya dan istri saya sudah memaafkannya, tante tidak usah khawatir. Tante harus sembuh ! Kasihan Mita.''
Linda tersenyum lembut di tengah kesakitannya, ''Te-ri-ma-ka-sih.''
''M-mas.''
Berganti Aryan yang mendekati Linda.
''To-lo-ng ja-ga Mi-ta, ka-si-han di-a. To-lo-ng per-ha-ti-kan di-a. Mi-ta su-dah la-ma men-de-ri-ta.''
Aryan menitikkan air mata di pipinya. Masa-masa itu kembali melintas dalam benaknya.
''Pasti. Aku pasti akan menjaganya sesuai keinginanmu.''
Mita sudah terisak sedari tadi. Dia bisa merasakan betapa sayangnya Linda kepadanya.
''Te-ri-ma-ka-sih.''
Nafas Linda sudah tersenggal. Namun, dia masih berusaha mempertahankan kesadaran nya.
''Sa-ya-ng..'' Linda memanggil putrinya.
''Ka-mu ha-rus jan-ji sama ma-ma. Ka-mu tidak bo-leh me-ru-sak rumah tang-ga orang lagi hhhh..'' nafas Linda semakin tersenggal.
''Kam-u harus men-ca-ri ke-ba-ha-giaan-mu sendirih hhh. Ya sa-yang..''
''Iya ma, Mita janji nggak akan seperti itu lagi hiks hikss. Asal mama selalu bersama Mita. Karena cuma mama yang Mita punya hiks hiks. Mama harus sembuh.''
''Ma-af-kan ma-ma.. Hhhhh.. Hhhhh.''
Linda mengalami sesak nafas hebat. Hingga membuatnya tak mampu berkata-kata lagi.
Melihat itu, Renita segera mendekatinya. Dan membisikkan dua kalimat syahadat ditelinga wanita itu.
Linda mampu mengikuti tuntunan Renita. Pada akhirnya, dia menghembuskan nafas terakhirnya.
''MAMAAAA..'' Mita berteriak histeris.
Renita yang masih berada di dekatnya. Segera mendekap erat tubuh wanita itu untuk menenangkan nya.
Mita meronta-ronta dalam dekapan Renita. Tapi sekuat tenaga Renita menahannya.
Aryan begitu terpukul, melihat wanita yang masih bertahta dalam hatinya. Meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Dia mendekat dan mencium seluruh wajah Linda untuk terakhir kalinya. Tak lupa pula, kedua tangannya yang sudah dingin.
''Maafkan aku, akan ku tepati janjiku Lin !''. bisiknya dengan air mata mengalir deras di pipinya.
__ADS_1
''HAHAHA... HIHIHI..''
semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Mita.
Mereka terkejut, melihat Mita tiba-tiba cekikikan sendiri dalam dekapan Renita.
Mita mendorong Renita hingga terhuyung. Beruntung Armand segera menangkap nya.
Melihat itu, Armand segera memanggil dokter untuk menangani Mita. Sebelum dia bertindak lebih jauh lagi.
Tawa Mita menggelegar di dalam ruangan itu. Dokter dan suster segera masuk untuk menanganinya.
''Aku sendiri hik..hik..hik''
''Aku sendiri.''
''Aku sendiri.''
''AKU SENDIRI!!!! AAARRRGG.. HAHAHAH.'' Lengkingan tawa Mita, terdengar sampai keluar ruangan.
Aryan hancur melihat kondisi putrinya. Dia tidak menyangka putri kesayangan nya menjadi seperti ini.
Aryan pikir, setelah memberi harta yang cukup, mereka akan bahagia. Tapi ternyata..
''sssttt.. Mita tidak sendiri. Ayah akan selalu ada untuk Mita.'' bisik Aryan.
Dia mendekap erat tubuh putrinya.
''Aku sendiri hik..hik..hik''
''Aku sendiri.''
''Aku sendiri.''
Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
Kesadaran Mita berangsur menghilang saat suster menyuntikkan sesuatu pada lengannya.
...----------------...
Aku tegaskan sekali lagi ya ! Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Alurmya murni dari pemikiranku sendiri. Jangan samakan dunia halu dengan dunia nyata.
Jika ada yang bertanya, Kenapa mereka bisa masuk ke ruang ICU ? Padahal bla bla bla..
Di pikiran aku memang begitu ya, maklum aku belum pernah menjenguk seseorang yang ada di ruangan itu. Jadi aku mendeskripsikannya sesuai kemampuan aku.
Jangan lupa dukungannya..
Like, ❤, Comment, Vote dan Hadiahnya.
Setangkai bunga ataupun secangkir kopi dari kalian. Sangat berarti bagi kami para author.
Sampai jumpa di part selanjutnya..
Babay..
__ADS_1