
Berbeda dengan pasangan yang baru saja memadu kasih. Di mansion milik Sanchez tengah riuh dengan kehadiran pihak berwajib yang menggeledah seluruh sudut ruangan hunian yang begitu megah itu. Tak ada satu ruangan pun yang terlewat.
“Apa yang kalian lakukan! Mengapa kalian mengambil seluruh dokumen berharga milik menantuku?” raung Leoni—mama Gwen.
“Maaf nyonya, kami sedang melakukan tugas untuk mencari bukti tindak kejahatan tuan Sanchez.” Salah satu petugas memperlihatkan surat tugasnya.
“Apa kesalahannya? Tak mungkin menantu kesayanganku melakukan tindak kejahatan!” timpal Leoni seraya menghadang tubuh petugas agar berhenti mengobrak-abrik.
“Tuan Sanchez telah melakukan manipulasi laporan keuangan untuk menghindari pajak, melakukan mal praktik, dan bandar narkoba,” terang petugas. “Mohon kerjasamanya,” imbuhnya kembali melanjutkan pekerjaan.
Tubuh Leoni terkulai lemas tak percaya dengan tuduhan itu, mana mungkin menantunya yang kaya raya melakukan itu semua.
Gwen menenangkan mamanya, wanita itu sedikit bahagia. Setidaknya jika suaminya dipenjara, ia akan terbebas dari siksaan fisik dan batin yang sering ia dapatkan itu.
...........
Sanchez yang tengah duduk di kursi kerjanya yang begitu nyaman, mencari akal untuk membalas perbuatan Davis kemarin.
“Akan aku buat kau membusuk di penjara dan menyesal sudah berurusan denganku.” Ia meremas kertas lalu melemparkannya ke sembarang arah.
Ketika pria itu berfikir keras, tiba-tiba saja asisten pribadinya mengetuk pintu dan langsung masuk dengan wajah yang begitu panik.
“Apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu!” seru Sanchez.
“Ma-maaf tuan, ta-tapi itu di luar.” Gugup sang asisten hingga berbicara terbata-bata.
__ADS_1
“Bicara yang jelas!”
“Di luar ada petugas kepolisian tuan, membawa surat tugas untuk penangkapan anda.”
“Biarkan saja mereka masuk, memangnya aku salah apa,” ujar Sanchez dengan sombongnya. Ia merasa kebusukannya sudah tertutup rapat tak akan terendus oleh siapapun, bahkan pihak berwajib sekalipun.
Tak berapa lama, polisi langsung masuk. “Tuan, mohon kerjasama anda, silahkan mengikuti kami.”
Tanpa rasa takut, Sanchez pun mengikuti polisi itu.
...........
Disinilah Sanchez sekarang, ruang interogasi.
“Tidak.”
Polisi itu pun mengucapkan segala tuduhan dan kesalahan Sanchez.
“Mana mungkin, anda jangan sembarangan menuduh jika tak ada bukti,” elak Sanchez.
“Semua bukti sudah sangat kuat dan akurat mengarah kepada anda.” Polisi itu menunjukkan seluruh bukti yang diberikan oleh Davis secara langsung sebelum melakukan konferensi pers.
“Tidak mungkin! Semua itu pasti rekayasa!”
“Anda berhak menghubungi pengacara untuk dipersidangan nantinya.”
__ADS_1
Sanchez pun digiring untuk masuk ke dalam sel tahanan, ia memberontak ketika hendak dimasukkan dalam sel. Namun petugas yang memaksanya begitu banyak, hingga ia mau tidak mau harus mendekam di sel yang hanya dihuni oleh dirinya sendiri. Di dalam sel ia mengamuk membanting seluruh barang-barang yang ada disana. Meraung-raung mengatakan bahwa dirinya tak bersalah.
...........
Berita penangkapan Sanchez pun langsung gempar diseluruh media masa, diikuti dengan berita tentang Davis dan Diora.
Gwen dan Leoni yang tengah menonton televisi pun terperanggah kaget.
“Kau, segera gugat cerai Sanchez,” titah Leoni.
“Kenapa?” Gwen bukannya tak ingin menceraikan suaminya, ia sangat ingin. Tapi kenapa baru sekarang mamanya meminta Gwen untuk berpisah.
“Kau tak lihat, mantan kekasihmu itu sekarang menjadi kaya raya? Kau harus kembali dengannya dan menikah dengan mantan kekasihmu itu, daripada kau menjadi istri seorang narapidana,” jelas Leoni dengan semangat yang menggebu-gebu. “Mama yakin, dia pasti masih mau menerimamu.”
“Tidak, aku tidak akan menghancurkannya untuk kedua kalinya, biarkan dia hidup bahagia dengan istrinya,” tolak Gwen.
“Kau, jangan bodoh! Mama tak ingin hidup miskin.” Leoni tetap kekeuh ingin Gwen merebut Davis lagi.
“Tidak, lebih baik aku mati daripada menghancurkan hidupnya lagi, sudah cukup aku membuatnya menderita telah meninggalkannya dulu, sekarang dia sudah hidup bahagia dengan istrinya, aku tak akan merusaknya,” ancam Gwen.
“Tugasmu hanya mendekatinya lagi, aku yang akan menyingkirkan istrinya.” Wajah penuh kelicikan dan keserakahan tergambar jelas pada wanita yang sudah mulai keriput kulitnya itu.
“Jangan berani menyentuh keluarganya! Sudah cukup mama memisahkanku dengannya dimasa lalu! Kita bisa hidup sederhana, jangan menjadi orang tua yang serakah hanya mementingkan diri sendiri, aku sudah cukup menderita akibat keserakahan mama,” timpal Gwen dengan emosi yang ia tahan agar tak berlaku kurang ajar dengan mamanya.
Gwen bangkit dari duduknya, meninggalkan mamanya di ruang keluarga sendirian. Setidaknya ia bisa melindungi kebahagiaan mantan kekasihnya, meskipun tak bisa bersama. Melihat bagaimana Davis menatap dan memperlakukan Diora ketika bertemu di mall saat itu, dan bagaimana perlakuan Diora dengan Davis, membuatnya begitu yakin bahwa keduanya saling memiliki rasa cinta. Tak apa dirinya tak dapat bersama dengan orang yang dicinta, asalkan melihatnya hidup bahagia itu sudah cukup untuk menebus kesalahannya yang tak dapat melakukan apa-apa dalam memperjuangkan cinta.
__ADS_1