
“Sekarang biarkan nona Diora istirahat terlebih dahulu.” Sophie mengajak semua orang untuk keluar kamar.
“Tunggu ....” Davis menghentikan langkah Sophie. “Kau harus mencoba lagi hingga dia bangun, istriku belum makan satu hari, dia akan sakit perut nantinya jika terlalu lama tak sadarkan diri dan tak makan,” imbuhnya dengan cemas.
Sophie tersenyum kepada Davis lalu berucap, “saya sudah mengganti infusnya tuan, itu sebagai pengganti asupan nutrisi selama istri anda belum bangun.” Ia hanya mengganti karena sebelumnya Diora sudah dipasang infus oleh dokter yang memeriksanya kemarin.
George yang mendengar penuturan konyol sahabatnya itu hanya bisa menghembuskan nafas dan bergeleng kepala. Jika tak ada orang lain, mungkin saat ini ia sudah menjitak kepala Davis yang memalukan itu. Ia memberikan isyarat kepada Davis dengan matanya agar pria itu ikut keluar, sebab ada yang harus mereka bicarakan.
Mereka pun keluar meninggalkan Diora yang masih senang di zona nyamannya.
“Hei, wanita kasar!” George menyapa dengan kakinya ia gunakan untuk menendang pelan kaki Gabby yang terbalut sepatu cats itu, serta kedua tangannya berada di dalam saku celana.
“Apa!” Gabby menginjak kaki George lagi untuk kedua kalinya, membuat pria itu meringis karena injakan kali ini lebih kuat dibanding yang pertama. Ia tak terima kakinya ditendang, meskipun pelan tapi tetap saja menurutnya itu tak sopan.
“Kau, antar Sophie ke kamarnya, dan terserah kau mau apa,” terang George dengan nada dan ekspresi dinginnya lagi. Ia menahan sakit di kakinya, sebab dirinya tak mau terlihat kalah apa lagi di depan wanita.
Gabby mendengus sebal, lalu menengadahkan tangannya. “Mana,” ketusnya.
__ADS_1
George yang tak mengerti maksud Gabby mengernyitkan keningnya. “Apanya?”
“Kuncinya lah, kau fikir apa lagi ha!” bentak Gabby dengan wajah galaknya.
“Kau, mintalah ke resepsionis!” balas George tak kalah ketus.
Gabby menggemelatukkan giginya, menatap tajam dengan mata mendeliknya ke pria mengesalkan yang mengajaknya berbicara itu. Sorot matanya seolah menggambarkan ‘i hate you’. Dan langsung mengajak Sophie untuk melenggang pergi meninggalkan dua pria yang selalu menempel bak anak ayam dan induknya.
Selepas kepergian dua wanita cantik itu, sepasang sahabat yang sama-sama memiliki belalai gajah mulai mencari tempat untuk berbincang serius.
“Kenapa kau tak mencari informasi sedetail mungkin tentang Diora?” kesal Davis seraya memantikkan koreknya untuk menghidupkan sebatang nikotin yang sudah empat hari tak ia sesap.
“Aku sudah mencari sedetail mungkin, sepertinya ada yang tak beres dengan keluarga wanitamu itu,” balas George seraya bermain asap rokok menjadi huruf o.
Davis menengok ke arah sahabatnya. Begitupun George, pria itu juga menatapnya. Sesaat pandangan mata mereka beradu, mungkin jika salah satu dari mereka adalah wanita, pasti akan langsung jatuh cinta ditatap oleh mata tajam pria tampan.
“Apa kau berfikiran sama denganku?” ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
“Kau dulu.” Davis memberikan ijin pada sahabatnya untuk mengatakan apa yang difikirkannya. Lalu memalingkan wajahnya untuk kembali menatap hamparan laut di depannya.
“Kurasa, dia bukan anak kandung keluarga Dawson, tak mungkin orang tuanya tega menyiksa bahkan berniat menjualnya,” ungkap George.
“Ternyata kau sepemikiran denganku, apa hipotesismu selanjutnya sama seperti yang aku fikirkan?” Mata sepasang sahabat itu saling beradu kembali, lalu keduanya bersamaan menganggukkan kepala pertanda bahwa mereka memiliki pemikiran sama.
“Jika Diora bukan anak kandung Dawson, mengapa dia menggunakan marga itu?” Davis nampak penasaran.
“Nama hanya sebuah formalitas saja, tak menjamin apapun,” terang George.
“Kau cari tau tentang keluarga Dawson, meskipun harus mencarinya hingga ke dark web,” titah Davis mutlak tak dapat dibantah.
“Hmm,” balas George singkat dan malas, untung tak ada batasan waktu yang diberikan.
“Aku kembali ke kamar, kasian istriku sendirian.” Davis langsung berdiri, mengibaskan tangannya untuk membersihkan celananya dari pasir pantai, lalu melenggang kembali ke villa.
George mendengus sebal, jauh-jauh ia dari Finlandia hanya akan ditinggal sendirian di pantai oleh sahabatnya.
__ADS_1