My Rich Husband

My Rich Husband
Part 90


__ADS_3

Davis melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia sudah tak sabar ingin mendengarkan hasil laporan yang didapatkan oleh George tentang keluarga Dawson.


Buru-buru Davis menggunakan lift khusus tersembunyi yang hanya diketahui oleh dua orang yaitu dirinya dan George. Ia langsung ke ruangannya.


Ternyata George sudah berada di sana.


“Apa yang kau dapatkan?” tanya Davis seraya menghempaskan tubuhnya di sofa samping George.


“Sekali dayung dua pulau terlampaui,” jawab George membuat Davis tak mengerti. Tangannya sudah siap mengeluarkan iPad yang selalu ia bawa kemanapun.


“Maksudnya?” Davis mengernyitkan dahinya.


“Aku menemukan juga dalang dibalik pembantaian keluargamu, ternyata dugaan kita salah, bukan pesaing bisnisnya yang melakukan,” terang George.


“Siapa? dan apa motifnya?” cecar Davis tak sabaran.


George langsung memperlihatkan video yang ia dapatkan di dark web. Video itu berisi bagaimana keluarga Davis dibantai. Sungguh tak berperasaan, mereka sanggup membantai sekaligus merekamnya.


“Keparat ...!”


Prang ...


Davis meninju meja kaca di depannya hingga pecah, darah segar pun keluar dari kulitnya yang putih. Nafasnya sangat memburu, ingin sekali dirinya membalas perbuatan keji itu pada orang yang melakukannya. Saat ini juga!


“Akan ku balas perbuatan kalian sama persis seperti itu!” raung Davis. Dadanya naik turun, matanya mendelik, emosinya sangat berapi-api. Bahkan ia tak memperdulikan tetesan merah yang keluar dari tangannya.


George menenangkan sahabatnya agar tak terlalu emosi. “Kau tenanglah, masih banyak informasi yang belum aku sampaikan.”

__ADS_1


“Katakan!”


“Wanita ini yang menghasutnya untuk melakukan itu.” George memperlihatkan sebuah foto.


“Siapa dia?”


“Istri kedua Dawson dan anaknya bersama pria lain.”


“Mereka memiliki kepribadian yang aneh, mereka pintar menghasut orang dan sangat senang melihat orang tersiksa.” George memperlihatkan video lainnya. “Lihatlah.”


Satu kata yang dapat menggambarkan video itu ‘mengerikan’.


“Mereka membayar orang dengan bayaran yang fantastis untuk menyiksa baik hewan ataupun manusia, mereka hanya menontonnya saja,” terang George mengambil kembali iPad untuk memperlihatkan yang lainnya lagi.


“Mama Diora? Kata kau dia di ruang isolasi rumah sakit jiwa?”


“Lihatlah.” Video tentang Natalie pun diputar.


“Dia sakit jiwa karena trauma, kau tau? Dia dijajakan pada banyak pria oleh istri kedua Dawson. Itu sebabnya ia menjadi gila dan diisolasi.”


“Apa suaminya diam saja mengetahui itu?”


“Ya, dia sudah tak perduli dengan mama Diora setelah mengetahui bahwa Diora bukanlah anak kandungnya. Itulah awal semua terjadi, istri keduanya yang tak lain adalah sekretarisnya memanfaatkan situasi itu untuk masuk ke dalam keluarga Dawson.”


“Bahkan video penyiksaan Diora pun ada.” George memperlihatkan lagi iPadnya.


Prang ...

__ADS_1


Vas seharga ratusan juta itu menjadi sasaran kemarahan Davis. “Biadab ...!”


Luka yang belum kering itu pun kembali mengeluarkan darah segar.


“Kau tenanglah.” George menarik tangan Davis agar duduk kembali.


“Lalu, siapa sesungguhnya papa Diora?” Davis mengalihkan pandangannya untuk menatap George, matanya memerah seperti orang kesetanan.


“Hipotesisku masih sama.”


“Lord.” Davis dan George berucap secara bersamaan.


“Jika memang benar, berarti awal kehancuran hidup Diora adalah Lord,” timpal Davis.


George menganggukkan kepalanya tanda setuju.


“Apa kita harus menanyakannya pada Lord?” tawar George.


“Tidak perlu, dia sendiri yang mencari kita.” Davis mengeluarkan ponselnya, ada panggilan masuk dari Lord.


Pria itu langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat.


“Apa katanya?” George nampak penasaran setelah panggilan terputus.


“Dia mencariku dan memintaku untuk menemuinya di kartel.” Davis berdiri hendak keluar.


“Aku ikut.” George pun mengikuti sahabatnya. Ia juga penasaran apa yang akan dilakukan Lord.

__ADS_1


__ADS_2