My Rich Husband

My Rich Husband
Part 136


__ADS_3

Diora terus menggerutu sepanjang perjalanan pulang. Menyalahkan suaminya yang menginginkan bercinta menirukan adegan titanic. Tubuhnya terasa begitu sakit akibat kejadian beberapa saat lalu.


“My Wife, maaf kan aku.” Davis terus mengucapkannya, mungkin kalimat itu sudah yang ke seribu kali. Tangannya terus mencoba meraih tangan istrinya, namun selalu ditepis.


“Karena kau, badanku sakit semua! Bukannya berujung erotis malah tragis!” Mendengus kesal Diora. Wanita itu terus saja memalingkan wajahnya enggan menatap suaminya.


“Aku akan memanggilkanmu orang terjago, terpandai, terlihai, dan termahal dibidang spa and massage untuk menservis tubuhmu,” bujuk Davis, berharap istrinya mau dengan tawarannya itu.


“Tidak mau!” Masih melengos wanita itu.


“Kalau begitu, aku yang akan memijatmu.” Davis mencoba tersenyum kepada istrinya, meskipun terlihat sangat kaku.


“Tidak mau!” Diora tahu akan berujung kemana jika suaminya itu memijat dirinya. “Selama satu minggu tak ada hubungan badan, aku memberimu puasa!” Itulah hukuman yang diberikannya.


“Hukum aku yang lain, jangan yang satu itu, ya?” mohon Davis. Ia menghembuskan nafasnya kasar, anacondanya harus mengerut selama satu minggu jika itu sungguh terjadi. Hukuman yang begitu berat baginya.


Diora tak perduli dengan permohonan suaminya, ia segera keluar dari mobil setelah sampai di basement penthouse mereka. Ia berjalan tak memperdulikan suaminya. Hatinya terus saja mengumpati Davis sepanjang langkah kakinya.

__ADS_1


Davis yang melihat tingkah istrinya hanya bergeleng kepala, ia terus memikirkan cara bagaimana menjinakkan kucing manis yang sedang menjelma menjadi kucing hutan itu. Ia menyusul Diora dengan langkah kakinya yang panjang.


“Dimana mamaku?” tanya Diora setelah mereka masuk ke dalam penthouse. Ia mencari-cari wanita paruh baya yang beberapa saat lalu ia tinggalkan di kapal karena menuruti kemauan suaminya. Jika saja ia tahu akan berujung sakit, lebih baik ia terus menemani mamanya tidur. Bahkan rasa kesalnya pada Davis membuatnya lupa jika mereka pulang hanya berdua.


“Mmm ....” Lagi-lagi Davis harus mencari alasan, sebab Natalie pasti sudah dibawa pulang oleh Lord dan harus menjalankan pengobatan lagi untuk mengembalikan kondisi kejiwaan yang belum pulih sepenuhnya. “Mamamu menginap di rumah papa Gabby, dia tak mau mengganggu kita, pengantin baru,” kilahnya memberikan alasan apa saja yang terlintas di otaknya.


“Aku mau mamaku disini sekarang juga!” pinta Diora dengan nada tinggi. Entah mengapa dirinya begitu mudah emosi. Tak seperti biasanya.


Davis bingung harus memberikan alasan apa lagi pada istrinya, tak mungkin ia mengatakan kondisi Natalie yang sesungguhnya. Jika Diora tahu, pasti akan sangat sedih.


Pria itu langsung merengkuh tubuh istrinya dari belakang, menyandarkan kepalanya pada pundak Diora. Tangannya mengelus lembut perut rata nan mulus itu seraya berucap, “mengertilah, mamamu pasti memberikan kita waktu agar segera menghadirkan cucu untuknya.”


Davis menyunggingkan senyumnya, tak mungkin ia melewatkan kesempatan emas ini. Kini dirinya tahu bagaimana menjinakkan istrinya. Ternyata sangat mudah untuk mengembalikan mood wanita itu.


“Tentu saja.” Pria itu langsung menggendong istrinya menuju kamar.


Diora langsung turun, ia menanggalkan pakaian suaminya. Setelah polos, ia mendorong tubuh Davis hingga terlentang di ranjang. “Aku yang akan bermain dengan caraku.” Segera menuju walk in closet untuk mengambil sesuatu.

__ADS_1


Davis hanya memandang tubuh istrinya yang berlenggok begitu sexy dan membangkitkan gairahnya lagi.


Tak lama, Diora kembali lagi menuju ranjang.


“Apa yang kau ambil?” Davis menanyakan barang yang ada di tangan istrinya dan disembunyikan pada balik tubuh.


“Ini.” Diora menunjukkan dua buah dasi.


“Aku yang akan memimpin dan kau harus menurut.” Diora mengajak suaminya untuk berdiri di dekat tiang ranjang, ia segera mengikuat kuat tangan suaminya dengan dasi yang diikatkan pada tiang tempat tidur mereka.


“Wow ... apakah sekarang kita akan mencoba adegan seperti Fifty Shades of Grey?”


“Ya, anggap saja seperti itu.” Diora menyunggingkan senyumnya lagi. “Apa kau sudah siap?” tanyanya.


“Tentu saja, anacondaku sudah menegang.” Davis menunjuk bagian bawahnya dengan kepala.


Tanpa basa basi lagi, Diora langsung menggelitiki buah milik suaminya yang menyatu dengan anaconda di pangkal paha.

__ADS_1


“Geli ... ku mohon hentikan ... ini sangat geli, aku tak kuat!” Tubuh Davis menggelinjang. Jika tak ingat Diora adalah istrinya, rasanya ia ingin menendang wanita itu yang sudah membuatnya melambung dan memberikan sensasi aneh namun tak bisa tersalurkan.


“Ini adalah hukuman kedua dariku!” Diora menyudahi siksaannya pada suaminya setelah melihat tubuh Davis begitu lemas akibat ulahnya.


__ADS_2