
“Lebih baik kalian bunuh saja kami, daripada menyiksa seperti ini,” pinta Dawson sudah tak kuat lagi menahan siksaan demi siksaan yang diberikan.
“Mati? Itu sangat mudah kami lakukan, tapi tak sebanding dengan penyiksaan yang kalian lakukan selama bertahun-tahun pada istriku dan mertuaku,” jelas Davis.
“Ah ... sepertinya kita terlalu kejam pada mereka,” timpal George seolah merasa kasihan dan menyesal atas perbuatannya. “Bagaimana jika kita ajak mereka ke atas, menikmati angin di tengah lautan ini?” tawarnya dengan memberikan kode pada Davis.
“Apa kalian mau?” Davis berpura-pura menawarkannya pada keluarga Dawson dan dijawab anggukan kepala. Mereka seperti mendapatkan angin segar bisa keluar dari ruangan yang sangat panas itu.
“Baiklah, bawa mereka ke atas!” titah Davis dan segera dilaksanakan.
Mereka segera naik ke bagian kapal paling atas.
Keluarga Dawson sudah tergeletak di lantai dengan kondisi tetap terikat.
“Apa kalian suka memancing?” tanya Davis pada Lord dan George.
“Tentu saja,” jawab dua pria itu bersamaan.
“Kalian suka memancing?” Kini pertanyaan tertuju pada tiga orang di hadapannya.
“Ya.” Mencari jawaban aman, mereka fikir dengan menjawab itu akan dilepaskan dari siksaan.
“Baiklah, kita akan memancing ikan disini.” Davis memberikan kode lagi pada anak buahnya.
Kali ini tiga orang yang datang dengan mendorong sebuah alat yang lumayan besar. Alat itu adalah guillotine, biasa digunakan untuk memenggal bagian tubuh manusia.
__ADS_1
“Kau, ingin memancing dengan umpan yang mana?” tanya Davis pada Lord.
“Dia.” Tunjuk Lord pada Cassandra.
“Baik, jadikan tangannya sebagai umpan!” titah Davis.
Anak buahnya langsung menyeret Cassandra menuju guillotine. Tak memperdulikan raungan dan berontakan wanita itu. Tangannya benar-benar langsung dipenggal.
“Arghhh ....”
Darah segar mengalir dari bagian tubuh yang terpotong, cairan merah itu sengaja dibiarkan mengalir memenuhi ember yang disediakan.
Dawson langsung pingsan melihat kejadian itu, jiwanya sungguh terguncang hebat.
“Mau melihat yang lebih keren lagi?” tawar Davis dijawab anggukan kepala oleh Celine. “Buang darah itu di laut,” titahnya.
Perintah itu pun langsung dilaksanakan. Tak berselang lama hiu yang berada di tengah laut itu pun mulai muncul karena mengendus bau darah.
“Lemparkan tangannya.”
Potongan tangan Cassandra pun dilemparkan di laut dan menjadi rebutan hiu yang berjumlah lima ekor itu.
“Kini giliranku memancing, aku ingin pria tua itu sebagai umpannya.” Davis menunjuk Dawson. “Bangunkan dia dan ikat pada kayu yang tergantung di kapal, kita beri makan hiu-hiu yang lapar itu.”
“Baik.” Semua perintah dilakukan dengan benar tanpa kesalahan sedikitpun.
__ADS_1
Dawson mengerjapkan matanya setelah tubuhnya disiram air es lagi.
“Bangun! Enak sekali kau tidur! Bukankah kau ingin mati? Aku akan mengabulkan keinginanmu! Bukankah aku terlalu baik hati?” Davis memberikan sayatan di kaki Dawson agar mengeluarkan darah.
“Arghh ....”
“Kau, menghabisi orang tuaku tanpa jejak, kini ku balas kau dengan menghabisi tanpa jejak juga.” Davis menjauh dari kayu yang sengaja dibuat untuk eksekusi terakhir. “Turunkan dia!”
Tali mulai turun, tubuh Dawson meronta memohon ampun sebelum akhirnya menjadi rebutan santapan hiu. Tubuhnya terkoyak oleh tajamnya gigi predator laut itu hingga tak meninggalkan sisa sedikitpun.
“Ternyata menantuku lebih sadis dibanding kau,” ralat Lord berbicara dengan George setelah Davis kembali duduk di sampingnya.
“Kau terlalu mudah menilaiku, pak tua,” timpal Davis. “Terima kasih pujianmu,” imbuhnya membanggakan diri.
“Tuan, sebentar lagi matahari akan terbit, kita butuh waktu satu jam dari tengah laut menuju pelabuhan.” Anak buah Cosa Nostra memberikan informasi.
“Hmm.”
“Bagaimana dengan dua wanita itu?” tanya Lord menunjuk Cassandra dan Celine yang saling menyalahkan satu sama lain, Celine menertawakan ibunya, Cassandra mengumpati anaknya.
“Buang saja langsung ke laut, masih ada hiu yang kelaparan,” jawab Davis.
Cassandra dan Celine pun akhirnya ikut menjadi santapan hiu. Namun tubuh mereka disiksa terlebih dahulu dengan dipotong-potong menggunakan guillotine.
Sebenarnya terlalu cepat ajal menjemput mereka, namun Davis tak ingin sebelum matahari terbit tak ada di samping istrinya. Ia tak ingin membuat Diora khawatir karena mencarinya.
__ADS_1