
Davis, Lord, dan George kini duduk di kursi kayu yang sudah disediakan. Sambil bersedekap tangan, mereka sama-sama memasang wajah angkuh dan menyeramkan.
“Bangunkan mereka!” titah Davis dan Lord bersamaan. George hanya diam saja, ia akan berbicara jika dia ingin.
Anak buahnya segera membangunkan keluarga gila dengan kasar dan sedikit kekerasan. Namun tak juga bangun. Mungkin efek obat tidur yang sangat tinggi.
“Siram dengan air laut yang dicampur dengan bongkahan es.” George memberikan ide gila, namum tetap dituruti oleh mereka.
Tak lama, tiga orang membawakan tiga ember besar berisi apa yang diperintahkan.
“Langsung siramkan!”
Byur ...
Air laut yang asin ditambah bongkahan es membuat air yang disiramkan menjadi sangat dingin.
Tiga orang yang tertidur pulas langsung gelagapan membuka matanya.
__ADS_1
“Shit! Berani sekali kalian!” umpat mereka bertiga bersamaan.
“Lordeus!” Dawson kaget dengan pria yang ia kenal sebagai temannya dan istrinya ketika di universitas. Namun ia tak tahu jika yang menghamili Natalie adalah Lord.
Lord hanya menatap sinis Dawson.
“Lepaskan aku! Kenapa kau mengikatku! Apa salahku?” Dawson menggoyang-goyangkan tubuhnya mencoba melepaskan tali yang mengikat dirinya.
Lord tertawa mengejek. “Salahmu?” Ia memasang senyum sinisnya. “Salahmu karena kau pria yang mudah terhasut, membiarkan istrimu disiksa oleh kedua jalang itu.” Menunjuk Cassandra dan Celine yang ketakutan. “Dan kau, menyekap putriku di ruang bawah tanahmu, membiarkannya hidup disana selama bertahun-tahun,” imbuhnya.
“Oh ... jadi kau pria brengsek yang menghamili istriku!” raung Dawson. Dengan tumpuan kakinya yang tak terikat, ia berdiri dan menghampiri Lord. Ia hendak menendang namun anak buah Cosa Nostra telah lebih dulu menumbangkannya.
Davis melemparkan iPad ke hadapan Dawson. Memutarkan video pembantaian keluarganya.
“Apa kau yang menghabisi orang tuaku?” tanya Davis mengintimidasi.
Dawson tertawa bak orang gila sungguhan. “Ya! Kenapa? Apa kau sedih? Seharusnya aku juga menghabisimu!” raungnya.
__ADS_1
Davis memberikan isyarat dengan kepala pada anak buahnya. Sebuah sayatan dari pisau tajam pun mendarat di pipi pria tua itu. Tertulis ‘crazy’ pada darah bekas sayatan itu.
“Arghhh ...,” rintih Dawson kesakitan.
“Hahaha ... ayo lagi! Teruskan! Sayat-sayat seluruh tubuhnya!” Cassandra dan Celine begitu gembira melihat darah dan rintihan Dawson.
George menggelengkan kepalanya. “Benar-benar wanita gila!”
“Oh ... kalian mau juga?” Kini Lord memberikan isyarat untuk melakukan hal yang sama pada dua wanita itu.
“Arghhh ...,” rintih kedua jalang gila itu bersamaan. Sayatan yang sama persis mendarat di pipi mereka.
“Kenapa kau menghabisi keluargaku?” tanya Davis menatap tajam Dawson.
“Kenapa? Kau tanya kenapa? ... hahaha.” Dawson tertawa terbahak-bahak. “Kau, seharusnya menjadi anakku! Bukan anak Dominique, jika bedebah itu tak menikahi Alexa! Aku menyukai wanita itu sejak lama, tapi dengan mudahnya Dominique mengambilnya dan hidup bahagia bersama wanita yang ku sukai! Tak rela aku melihat mereka bahagia, lebih baik mereka mati daripada aku melihat mereka bahagia dan bergelimang harta!” Dawson menatap penuh amarah. “Bahkan aku akan menghabisimu sekarang juga! Melihatmu rasanya aku melihat Dominique yang mengingatkanku tentang Alexa pujaan hatiku.” Ia tersenyum membayangkan wajah Alexa.
Cuih ...
__ADS_1
Davis meludah tepat di wajah Dawson. “Tak sudi aku menjadi anakmu! Bersyukur mamaku tak terpikat dengan pria gila sepertimu!” decaknya.