My Rich Husband

My Rich Husband
Part 61


__ADS_3

Perdebatan dua manusia yang sama-sama berkata ketus itu terhenti ketika petugas Helsinki Cathedral sudah memberikan informasi, bahwa Pastur yang akan membimbing sepasang calon suami istri untuk mengatakan janji sucinya sudah datang.


Davis sudah keluar terlebih dahulu bersama dengan George. Sedangkan Diora masih di dalam ruangan bersama dengan Gabby dan Lordeus.


“Kau masih ada waktu jika ingin berubah fikiran,” tawar Gabby sembari memberikan sepasang heels bertabur berlian yang sengaja tak langsung dipakai Diora sebelum acara dimulai.


“Tidak, aku akan meneruskan pernikahan ini,” tolak Diora seraya memakai heelsnya.


“Papa akan membantumu jika kau mau membatalkan pernikahanmu,” usul Lordeus. Ia sudah tahu cerita Diora yang menikah secara dadakan, Gabby sudah menceritakan semuanya.


Diora mengerutkan keningnya lalu menatap ke arah Gabby meminta penjelasan.


“Aku sudah menceritakan semua pada papaku,” jelas Gabby yang mengerti maksud tatapan sahabatnya. “Asal kau tau, papaku sebenarnya sangat kaya ... membayarkan hutangmu itu bukan apa-apa baginya,” selorohnya sembari terkekeh. “Benar kan pa?” Ia menyenggol tubuh Lordeus untuk menyetujuinya.

__ADS_1


“Tentu saja, papa akan membantumu jika kau mau,” terang Lordeus mengeluarkan black card miliknya.


Diora melongo tak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana bisa sahabatnya selama ini hidup dengan biasa saja tak terlalu mewah, sedangkan orang tuanya memiliki kartu yang hanya dimiliki oleh orang kaya saja.


“Tutup mulutmu itu, nanti air liurmu keluar,” seloroh Gabby membuat Diora langsung mengatupkan bibirnya.


“Kenapa kau baru bilang sekarang jika kau kaya,” rutuk Diora.


Mungkin jika ia tahu sebelum dia membuat kesepakatan dengan Davis, ia akan meminta pertolongan kepada Lordeus. Namun sayang seribu sayang, kenyataan itu baru ia ketahui setelah ia sudah menerima tawaran Davis untuk menikah.


“Terima kasih karena kalian sudah mau membantuku, tapi aku akan tetap melanjutkan pernikahan ini,” tolak Diora halus.


Diora merasa sayang dengan apa yang sudah dikeluarkan oleh Davis untuk mempersiapkan pernikahan ini, bahkan membayar sewa gedung Cathedral tidaklah murah. Akan mubazir uang yang sudah dikeluarkan, sebab ia tahu betul mencari uang itu tidaklah mudah. Selain itu, dia juga sudah terikat perjanjian. Ia memikirkan akan ada nyawa yang melayang jika dia tak menikah dengan Davis.

__ADS_1


...........


Cathedral itu didekor sederhana, namun tetap terlihat elegant dan mewah. Jika biasanya pernikahan dihadiri oleh banyak undangan, tidak dengan mereka. Terlihat di kursi hanya ada dua orang yaitu George dan Gabby yang akan menyaksikan jaji suci sebasang calon suami istri yang belum saling mencintai itu.


Davis sudah menunggu kedatangan Diora memasuki altar. Tubuhnya yang gagah berbalut setelan tuxedo itu membuatnya terlihat sangat menawan.


Sudut bibir Davis terangkat sempurna tat kala melihat Diora memasuki altar digandeng dengan papa Gabby. Wanita itu berjalan menuju ke arahnya dengan sangat anggun ditambah gaun pilihannya membuat Diora semakin terlihat cantik.


Begitupun dengan Diora, meskipun ia terpaksa menikah tapi ia tetap memaksakan untuk tersenyum. Rasanya jantung Diora berdegub kencang ketika melihat seseorang yang menantikannya tengah tersenyum memandangnya.


Lordeus pun menyerahkan Diora kepada Davis. Tangan kokoh pria berbalut tuxedo itu diulurkan untuk menggandeng Diora.


Diora menerima uluran tangan Davis, tak lupa memberikan senyuman manisnya. Lalu mereka berdiri berdampingan menghadap sebuah mimbar dimana Pastur berada.

__ADS_1


“Apa kalian sudah siap?” tanya Pastur memastikan.


“Siap,” jawab Davis.


__ADS_2