My Rich Husband

My Rich Husband
Part 166


__ADS_3

“Aku keluar dulu, membelikanmu semua yang kau minta tadi,” ijin Davis mengecup kening istrinya dalam-dalam. “Dok, tolong jaga istriku dulu selama aku pergi, jangan pernah melangkahkan kaki keluar ruangan ini, aku akan mengganti gajimu tiga kali lipat,” titahnya pada sang Dokter.


“Baik, tuan.”


Setelah semua pemeriksaan selesai dan istri serta anak-anaknya dinyatakan sehat semua, Davis memilih untuk pergi membeli semua yang diinginkan oleh istrinya, sekaligus dia harus ke markasnya untuk memberikan hukuman pada dua wanita yang berani main-main dengan keluarga kecilnya.


Davis memilih untuk ke markasnya terlebih dahulu sebelum membeli makanan. Sebab ia tak ingin istrinya banyak bertanya jika makanannya nantinya sudah menjadi sangat dingin akibat terlalu lama.


Mobil Bugatti La Voiture Noire berhenti tepat di markas Cosa Nostra, markas yang tak jauh dari kartel milik Lord.


Salah satu anak buah Cosa Nostra membukakan pintu mobil untuk bosnya keluar. Semua segera menunduk memberikan hormat kepada Davis.


Davis berjalan dengan gagahnya ditambah kedua tangannya yang membenarkan kancing jas yang ia kenakan, membuatnya begitu mempesona untuk dilihat.

__ADS_1


“Dimana?” Davis menanyakan keberadaan dua wanita penggangu rumah tangganya itu.


“Ruang bawah tanah, tuan.” Anak buahnya segera mendampingi bosnya untuk bertemu tawanannya.


Davis berjalan dengan langkah mantapnya diikuti oleh beberapa pria lain yang tak lain adalah anak buahnya dengan badan yang juga berotot.


Pintu segera dibuka oleh penjaga, memperlihatkan dua wanita yang begitu kurus seperti tak pernah makan sedang berada di balik jeruji besi. Anak buah Davis tak mengikat mereka, sebab jeruji besi itu tak akan bisa diterobos sehingga tawanannya tak akan mungkin bisa kabur.


“Kami memberinya makan, tuan. Mereka sendiri yang menolak makanan yang kami berikan,” jawab salah satu pria.


Davis tak perduli jika kedua tawanannya tak makan, yang penting mereka sudah diberikan makanan.


“Bangunkan mereka!” titah Davis.

__ADS_1


Anak buah Cosa Nostra segera membuat suara yang berisik dengan memukul jeruji besi hingga kedua wanita yang tertidur itu kini sudah bangun.


Setelah membuka matanya, Leoni seperti mendapatkan angin segar karena melihat mantan kekasih anaknya itu berada di sana. Ia mengira Davis akan membantu mengeluarkannya dari sana.


“Tolong, keluarkan aku dari sini, mereka semua sudah kurang ajar karena mengurungku selama dua hari di dalam sini,” pinta Leoni tanpa tahu posisinya saat ini adalah tawanan Davis. “Kalian semua pasti akan dibalaskan oleh calon menantuku itu,” raungnya menunjuk satu persatu anak buah Cosa Nostra.


Davis tersenyum sinis. “Sekarang kau mengakui diriku sebagai calon menantumu? Dulu kemana saja kau wanita gila harta?” sindirnya masih menahan amarahnya agar tak meluap. “Catat baik-baik di otakmu yang tak seberapa pintar itu! Aku bukan calon menantumu dan aku tak sudi memiliki mertua sepertimu! Ketahui posisimu itu sekarang!” imbuhnya.


“Tidak! kau tetap menantuku dari dulu hingga sekarang, kau masih perduli denganku orang tua Gwen orang yang kau cintai, itulah sebabnya kau berada disini untuk menyelamatkanku,” timpal Leoni.


Anak buah Davis semua tertawa, menertawakan wanita tua yang tak sadar akan posisinya itu.


“Cih! Mana sudi aku menyelamatkanmu, bahkan yang memberi perintah mereka adalah aku untuk membawa kalian kemari!” Davis begitu kesal dengan Leoni, bagaimana bisa anak sebaik Gwen terlahir dari rahin seorang wanita yang begitu jahat hatinya.

__ADS_1


__ADS_2