My Rich Husband

My Rich Husband
Part 97


__ADS_3

Diora, Davis, Gwen, Selena—putri Gwen, dan Sanchez duduk di bangku yang sama. Sedangkan George dan Gabby entah dimana.


“Pesanlah apapun yang kalian mau, aku akan membayar semuanya,” ujar Sanchez dengan sombongnya.


“Tidak perlu, aku yang akan membayarnya,” tolak Davis tak mau dirinya dipandang sebelah mata.


“Tak usah repot, aku tak ingin makan dari hasil kau korupsi,” hina Sanchez.


Membuat Davis mengeraskan rahangnya, bahkan tangannya di bawah sana sudah mengepal. Ia akan menghajar pria itu saat ini juga, jika tangannya tak digenggam oleh Diora.


“Hati-hati jika berbicara,” sela Diora tak terima suaminya dihina dan difitnah seperti itu. Akhirnya wanita itu sadar juga situasi panas apa yang ia hadapi saat ini.

__ADS_1


“Oww ... kekasihmu ternyata membelamu, kau, diberi uang berapa olehnya hingga mau menjadi kekasihnya? apa kau tak tau jika dia ini orang miskin? perusahaan orang tuanya saja sudah gulung tikar, sekarang gayanya seperti orang kaya saja ... apa kau tak takut uangnya itu hasil korupsi?” Wajah Sanchez begitu mengejek Davis, bahkan siapa saja yang melihat wajah itu ingin sekali menamparnya.


“Enak saja kekasih, aku istrinya,” aku Diora.


Membuat Davis bersorak gembira di dalam hatinya, ternyata sisi lain dari istrinya baru ia ketahui. Ia sangat senang ternyata Diora mau mengakui bahkan membelanya.


Sedangkan Gwen yang sedari tadi diam saja, melongo tak percaya. Ada rasa bahagia dalam dirinya, akhirnya mantan kekasihnya bisa mendapatkan penggantinya bahkan terlihat lebih berani untuk membela, tak seperti dirinya yang selalu menurut perkataan orang tuanya. Namun disisi lain, ia juga sedih tak bisa bersama.


“Ya, kenapa? ada masalah?”


“Kau cantik tapi bodoh juga mencari pasangan, seleramu ternyata rakyat jelata sepertinya ... lebih baik kau bercerai saja dengannya dan menjadi istri keduaku, pasti kau akan hidup enak bergelimang harta tanpa takut akan digerebek KPK,” tawar Sanchez menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


“Dih ... tak sudi, lebih baik aku hidup susah dengan suamiku daripada menjadi istri kedua pria bermulut wanita sepertimu.” Diora balas menghina. “Pria tak ada wibawanya sedikitpun sepertimu, pasti istrimu itu pun terpaksa menikah denganmu ... justru aku kasian dengan istrimu itu, harus hidup dengan orang yang bermulut tajam sepertimu ... lebih baik kau—“ ucap Diora terhenti.


“Tunggu ... siapa namamu? kita belum berkenalan.” Tunjuk Diora pada Gwen.


“Gwen ... namanya Gwen.” Bukan suara orang yang ditanya, namun Davislah yang menjawab.


“Lebih baik kau, Gwen, berpisah saja dengannya, pasti hidupmu begitu menderita bersamanya,” lanjut Diora.


Gwen menyunggingkan senyumnya, begitu berani wanita yang baru saja ia temui itu. Namun dugaan Diora memang benar, selama sepuluh tahun pernikahannya dengan Sanchez, ia selalu menderita. Bukan hanya KDRT yang ia dapat, namun juga siksa batin dimana suaminya itu selalu membawa wanita bergantian ke perusahaan. Berkali-kali Gwen ingin menceraikan, tapi keegoisan orang tuanya lagi-lagi membuatnya tak terperdaya dan terpenjara dalam bahtera rumah tangga yang begitu memilukan. Berpura-pura bahagia sedangkan hatinya terluka.


Sedetik kemudian Diora tersadar bahwa yang menjawab pertanyaannya bukanlah Gwen. “Tunggu ... kenapa kau yang menjawabnya? kau mengenalnya?” Linglung Diora, terlihat bodoh sesaat wanita itu. “Oh ... aku lupa, mana mungkin kau tak mengenalnya, dia kan mengatakan reuni tadi,” ralatnya setelah otaknya kembali bekerja dengan semestinya.

__ADS_1


Gwen ... Diora nampak berfikir, memikirkan nama itu. Ia pernah mendengar nama itu, namun dimana. Seolah sepintas saja ia pernah tahu nama itu.


__ADS_2