My Rich Husband

My Rich Husband
Part 167


__ADS_3

Bagai tersambar petir disiang bolong, tubuh Leoni bergetar hebat ketika Davis menunjukkan wajah angkuh dan menakutkan.


Leoni sungguh tak menyangka jika pria seperti Davis yang ia ketahui seorang pria penyayang, selalu baik dengan siapa saja, dan santun dengan orang yang lebih tua ternyata sudah berubah drastis. Tidak seperti Davis yang ia kenal dulu.


“Tidak mungkin, kau berbohong, kan?” Leoni masih terus menampik pernyataan Davis yang mengatakan bahwa semua orang yang menyeret paksanya adalah suruhan Davis.


“Apa wajahku terlihat berbohong!” sinis Davis tersenyum smirk.


“Tidak,” celetuk Leoni. Memang yang ia lihat semuanya nyata di matanya, tak seperti rekayasa. Ia hanya belum bisa menerima kenyataan saja bahwa Davis mampu berbuat seperti yang dilakukan kepadanya. “Memangnya apa salahku? Aku tak memiliki kesalahan apapun denganmu, aku hanya memisahkanmu dengan Gwen sepuluh tahun yang lalu, jika sekarang kau mau kembali dengannya, silahkan saja aku merestui kalian, tapi tolong keluarkan aku dari sini,” pintanya. Tubuh tua itu bahkan sudah bersandar di jeruji besi dengan tangan yang keluar ingin menggapai Davis, namun tak sampai.

__ADS_1


Davis sungguh geram mendengar ocehan Leoni yang seperti tak menyadari kesalahannya. Bagaimana bisa ada orang yang begitu percaya diri sekali merasa tak bersalah setelah melakukan kejahatan yang hampir menghilangkan nyawa seseorang.


Tangan Davis semakin mengepal erat, sorot matanya semakin menajam, giginya sudah mulai bergemelatuk, rahangnya pun mengeras. Ia sudah siap menelan hidup-hidup wanita tua di hadapannya itu.


Namun ia masih sekuat tenaga menahan amarahnya agar tak membunuh. Mati adalah hukuman paling ringan untuk orang-orang seperti Leoni, tak akan jera.


Davis sungguh tak sabar lagi berhadapan dengan Leoni. Ia langsung memberikan perintah kepada anak buahnya. “Masukkan dia ke penjara, pastikan hukuman seumur hidup untuknya, terserah kalian ingin memberikan orang-orang untuk menyiksanya di dalam sana atau tidak! Yang pasti, kalian harus membuatnya hidup segan mati tak mau!”


“Baik, tuan.” Kompak anak buahnya menjawab.

__ADS_1


“Jangan! Tidak ... tidak ... ku mohon maafkan aku, aku tak akan mengulanginya lagi, aku tak akan mencelakai istrimu lagi.” Leoni terus memohon dengan derai air matanya.


Anak buah Davis mulai membuka pintu jeruji besi itu, mereka langsung menyeret paksa Leoni yang terus memberontak ingin kabur.


Davis tetap diam, pandangan matanya terus lurus ke depan.


“Ku mohon ampuni aku, aku tak akan mencelakai istrimu lagi aku berjanji, tapi nikahi anakku Gwen! Aku tau kau masih mencintainya, kan? Jadikan dia istri keduamu tak apa,” mohon Leoni ketika wanita itu sampai di samping Davis.


Davis menghirup oksigen dalam-dalam dan menghembuskannya kasar. “Aku tak ingin berbuat kasar denganmu! Jadi tutup mulut kotormu itu! Sebelum aku berubah fikiran memberikan hukuman yang lebih berat lagi padamu!” Ia menoleh sejenak menatap tajam Leoni. “Dan cepat kalian semua seret dia, aku sudah muak mendengar ocehannya!” geramnya dengan menatap dua anak buahnya yang memegang tangan Leoni.

__ADS_1


__ADS_2