My Rich Husband

My Rich Husband
Part 78


__ADS_3

Davis langsung menghubungi sahabat sekaligus asistennya untuk membawakan psikiater terhebat dari Helsinki serta Gabby sahabat Diora. Ia berfikir bahwa dengan adanya dukungan sahabat, istrinya itu akan cepat siuman.


“Dimana kau?” tanya Davis melalui sambungan telefonnya.


“Kantor,” jawab George dengan nada dingin. Tak habis fikir dengan sahabatnya itu, sudah meninggalkannya sendirian mengurus pekerjaan kantor masih saja bertanya sedang berada dimana.


“Cepat kau kemari! Bawa terapis psikologi terhebat dari Helsinki dan juga Gabby sahabat istriku!” titah Davis. “Dalam waktu sepuluh jam, kau harus sudah sampai di Bali,” imbuhnya tanpa berfikir panjang.


“Heh! Kau gila ya! Kau fikir jarak Finlandia ke Indonesia dekat? Seenaknya kau memberikanku waktu sepuluh jam!” kesal George hingga ia melemparkan pulpen yang sedang dipegang. Membayangkan sedang melempar benda itu ke wajah sahabatnya yang seenak jidat memberi perintah.


“Aku tidak mau tau, kau harus kesini secepatnya!” Davis berkata penuh penekanan.


“Untuk apa aku harus membawa terapis dan si galak itu?” tanya George penasaran. “Apa kau menyerangnya dan membuat Diora menjadi gila dengan kejantananmu?” tebaknya asal.


“Aku bahkan belum menyentuhnya,” desah Davis lirih. “Tak perlu kau banyak tanya! Lebih baik kau segera kemari dan jangan membuang waktumu itu untuk bertanya!” imbuhnya dengan emosi.


Davis memutuskan sambungan telefon secara sepihak. Membuat George sangat kesal dengan sahabatnya itu. Tanpa memberikan penjelasan apapun dengannya, ditambah memberikan perintah yang tak masuk akal.


“Jika bukan sahabatku, sudah ku tinggalkan kau sejak dulu.”


Meskipun kesal, namun rasa sayang George dengan sahabat jauh lebih besar. Bahkan ia rela lebih mengurus dan memperhatikan Davis dibanding kekasihnya hingga kekasihnya selingkuh. Namun dia tak pernah menyalahkan Davis. Sebab dari kejadian itu ia dapat menilai bahwa wanitanya bukanlah pasangan yang baik.

__ADS_1


George langsung menghubungi psikiater yang terkenal di Helsinki dan memintanya untuk segera ke bandara.


...........


Mobil Tesla berwarna abu-abu itu melesat dengan cepat membelah jalanan Kota Helsinki menuju Apartement Cassa De Jule.


“Sebentar!” seru wanita yang berada di dalam apartemen itu. Ia berucap dengan sangat kesal, sebab bel dibunyikan secara terus menerus seolah tak sabaran sekali tamunya.


“Ada apa kau kemari?” ketus Gabby setelah membuka pintu dan melihat pria yang sangat mengesalkan dengan wajah dinginnya.


“Menjemputmu.” George langsung masuk tanpa permisi ke dalam.


George menatap Gabby dan tersenyum mengejek karena tak berhasil menumbangkannya.


“Bersiap kau sekarang juga,” titah George tanpa penjelasan, sebab ia pun tak tahu alasan apa Davis meminta mereka untuk segera ke Bali.


“Untuk apa?”


“Banyak bertanya akan membuat umurmu lebih pendek!” ancam George menatap tajam wanita cantik di hadapannya.


Gabby tertawa lepas dengan ancaman pria dingin itu.

__ADS_1


“Kau lupa aku anak siapa?” Senyum mengejek kini terbit di sudut bibir Gabby.


George melupakan fakta bahwa Gabby Gabriella adalah putri dari Lordeus Gabriel Nostra atau biasa dipanggil Lord di dunia bawah. Bos Cosa Nostra, mafia terkuat di Eropa.


“Memangnya aku perduli,” tampik George tak mau terlihat lemah di hadapan wanita.


“Oh ... mau ku adukan pada papaku jika kau mengancamku?”


“Dasar tukang mengadu!”


Tak ingin berdebat terlalu lama, sebab tak akan ada habisnya berdebat dengan wanita arogan, galak, dan suka berkata ketus itu.


George langsung membuka jas yang ia pakai, ia langsung mendekati Gabby dan mengikat wanita itu degan jasnya.


“Pria gila ... apa yang kau lakukan!” Gabby memberontak, namun ikatan di tubuhnya terlalu kuat.


“Berisik kau.” George berucap dengan nada dan wajah dinginnya. Lalu ia menutup mulut Gabby dengan sapu tangannya, beruntung kain itu belum digunakan untuk apapun, sehingga masih bersih.


George membiarkan Gabby di ruang tamu. Ia tanpa permisi langsung masuk ke dalam kamar untuk memperisiapkan pakaian dan juga paspor.


Sudah siap semuanya, George pun langsung menggendong Gabby di punggungnya seperti menggendong karung beras. Tangan kiri untuk ia gunakan menahan tubuh Gabby, sedangkan tangan kanannya untuk membawa koper.

__ADS_1


__ADS_2