My Rich Husband

My Rich Husband
Part 69


__ADS_3

Selepas sepasang pengantin baru makan dengan penuh drama. Bahkan membuat Davis kesal. Namun, mengingat wanita yang membuatnya marah adalah wanita pilihannya. Pria itu tak menghardik Diora. Biasanya dirinya yang membuat Diora kesal, kini keadaan membalikkan pada pria itu.


Davis langsung membersihkan dirinya, berendam di jacuzzi yang sudah disiapkan oleh Diora. Sebagai permintaan maaf wanita itu, karena sudah tak sopan dengan suaminya.


Sedangkan Diora, ia nampak mencari sesuatu di kamar. “Kenapa hanya ada bantal guling yang di ranjang,” gerutunya setelah mencari benda empuk itu untuk membuat benteng pertahanan seperti apa yang ia baca di novel. Ia lupa dengan isi perjanjian mereka yang mengharuskannya tidur memeluk suaminya.


Diora nampak kalang kabut tat kala pintu kamar mandi terdengar dibuka. Buru-buru ia naik ke ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Tak lupa ia memejamkan matanya agar terlihat sudah terlelap.


Davis menyunggingkan senyumnya, ketika melihat tingkah lucu Diora. Ia mengamati semua yang dilakukan wanita itu sedari membuka pintu.


“Hei bangun.” Davis menggoyangkan tubuh Diora, namun wanita itu tetap tak bergeming. “Beraninya kau tidur mendahului suamimu.” Ia menarik selimut hingga tubuh Diora tak tertutupi lagi. Tetap saja, wanita itu kuat berakting tidur. “Lihat ... dalamanmu melorot,” selorohnya.


Sontak, Diora langsung bangun dan menutupi bagian bawahnya dengan kedua tangannya. Reaksi itu membuat Davis tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


“Kau mengerjaiku lagi,” gerutu Diora seraya menggertakkan giginya.


“Apakah senyaman itu dalamanku, hingga kau tak rela jika benda itu melorot?” goda Davis sembari naik ke ranjang dan bersandar disana.


“Jika ada pilihan lain, aku tak akan memakai milikmu ini,” elak Diora. Ia menarik kembali selimut untuk menutupi kakinya dan juga Davis.


“Istirahatlah ... besok kita akan pergi lagi,” titah Davis membuat Diora bingung. Baru saja mereka pulang dari Paris dan langsung menikah, hanya jarak beberapa jam saja sudah akan pergi lagi.


“Honeymoon,” jawabnya, membuat Diora melongo.


“Kenapa langsung honeymoon? Harusnya kau itu menyiksaku dulu, baru mengajakku honeymoon ... cerita yang sering aku baca tentang tuan muda menikah tanpa didasari cinta seperti itu semua,” protes Diora yang otaknya sudah tercuci dengan setiap adegan dan peristiwa yang ada di dalam novel.


“Untuk apa aku menyiksamu? Itu hanya akan membuatmu membenciku,” seloroh Davis mengacak-acak rambut Diora.

__ADS_1


Diora terdiam, benar juga apa yang dikatakan suaminya. Jika ia disiksa, maka ia akan sangat membenci Davis dan pastinya kabur.


“Tetap saja kau ....” Diora hendak protes lagi, namun terhenti ketika Davis sudah mendorong keningnya.


“Otakmu terlalu banyak tercemar cerita novel, berapa banyak novel yang sudah kau baca dan cerita yang sama?” tanya Davis penasaran. Ia yakin jika istrinya itu terdoktrin karena bacaannya selalu sama.


Diora nampak menghitung dengan jarinya dan mengeluarkan ponselnya untuk melihat daftar cerita yang ia favoritkan. “Seratus sembilan puluh sembilan,” jawabnya setelah terhitung semua.


“Dan semua cerita itu sama?” Davis mengambil paksa ponsel Diora.


“Tidak, hanya eman puluh persennya saja mirip semua,” jelas Diora seraya ikut melihat apa yang akan dilakukan oleh Davis dengan ponselnya.


“Mulai sekarang, kau aku larang membaca cerita novel! jika aku mendapatimu melanggarnya, maka aku akan menghukummu.” Davis menghapus aplikasi novel online dari ponsel Diora.

__ADS_1


__ADS_2