My Rich Husband

My Rich Husband
Part 38


__ADS_3

Sementara itu, malam hari di sebuah kartel yang dijaga ketat oleh banyak pengawal bertubuh kekar tersebar di luar dan di dalamnya.


Terlihat dua orang sedang melakukan perbincangan yang serius. Pria bernama Lord yang tak muda lagi namun masih terlihat bugar, dan seseorang yang ia panggil G2.


“Apa ada masalah dengan Diora? Hingga membuatmu kemari,” tanya Lord sembari menyesap cerutunya dan membuang asapnya dengan asal.


“Danzel kekasih Diora, tertangkap basah sudah meniduri seorang wanita yang masih tersegel,” terang G2, duduk santai di sofa rooftop tempat mereka berbincang saat ini.


“Danzel orang baik, dan sudah aku pastikan baik ... mana mungkin dia melakukannya,” elak Lord tak menatap G2 sedikitpun.


“Orang yang terlihat baik belum tentu baik kan,” kelakar G2. Namun dirinya setuju dengan apa yang dikatakan Lord.


“Bedebah ... jika memang benar dia menghianati Diora, akan ku habisi dan ku cincang burungnya,” berang Lord mengepalkan tangannya dan membuang asal cerutunya.


“Jika kau melakukan itu, pasti Diora akan membencimu,” tukas G2 sembari membuka box pizza. “Menurutku Danzel dijebak oleh seseorang,” tebak G2. Ia mengambil pizza yang dipesan melalui pesan antar oleh Lord atas permintaan dirinya.

__ADS_1


“Siapa yang berani menjebaknya?” Lord bertanya dengan menatap ke arah G2 yang mulutnya penuh dengan pizza.


“Hipotesisku mengarah pada wanita licik itu, karena dia sudah berkali-kali memanfaatkan dan membohongi Diora, bahkan mengaku menjadi Diora,” terang G2 sembari mengunyah.


“Beraninya dia melakukan itu pada Diora!” geram Lord dengan mata mendelik.


“Tapi sepertinya ada orang yang membantu dirinya dari belakang,” celetuk G2 penuh keyakinan, membuat Lord penasaran.


“Bagaimana bisa kau tau?” tanya Lord penasaran, lalu duduk di hadapan G2 untuk mendengar detail ceritanya.


“Bagaimana dengan Diora? Apakah dia baik-baik saja?” Lord bertanya dengan nada penuh kekhawatiran, bahkan wajah khawatir terukir jelas di wajahnya.


“Tentu saja tak baik, apa pernah ada orang patah hati baik-baik saja?” cibir G2 dengan sedikit nada kesal. “Bahkan dia menangis terus dan meminta Danzel untuk bertanggung jawab menikahi wanita licik itu,” imbuhnya geram.


“Kau ajak dia ke luar jalan-jalan, mengalihkan fikirannya agar tak kalut dengan kesedihannya. Jika dia menolak, paksa saja dia,” pinta Lord penuh permohonan.

__ADS_1


“Jalan-jalan juga butuh modal kali,” cibir G2, berharap akan diberi uang oleh Lord.


“Sudah aku transfer,” ucap Lord, meletakkan kembali ponselnya setelah melakukan transaksi dengan mobile banking.


“Wahh ... thanks papa.” Mata G2 berbinar melihat nominal uang yang baru saja masuk pada notifikasi ponselnya, sebesar dua ratus ribu euro.


“Ya ... habiskanlah uang itu, kau bisa ajak dia berbelanja atau wisata kuliner,” usul Lord dengan entengnya, uang sebanyak itu seperti tak ada artinya.


“Akan aku atur.” G2 pamit kembali ke apartemennya karena sudah tak ada yang akan dibicarakan lagi.


...........


Seorang wanita tengah memandangi langit malam dari balkonnya, udara dingin yang menelusup hingga ke kulit seolah tak mengusiknya. Permasalahan hidup yang sedang dihadapinya sungguh membuat bingung mengambil keputusan.


“Apakah aku harus menerima ajakannya untuk menikah?” gumam Diora. “Tapi aku tak mencintainya, bagaimana bisa aku menikah dengan orang yang tak aku cintai,” desahnya.

__ADS_1


__ADS_2