My Rich Husband

My Rich Husband
Part 171


__ADS_3

Pernikahan Lordeus dan Natalie hanya dilakukan secara sederhana seperti saat pernikahan Diora dan Davis. Mengingat kondisi Natalie yang mudah lelah, maka tak ada pesta pernikahan seperti orang kaya pada umumnya.


Lokasi yang sama dengan pernikahan Diora dan Davis sebagai saksi bisu kedua insan yang akan berjanji di hadapan Tuhan itu.


Natalie dan Lord sudah siap. Natalie sudah menggunakan gaun yang begitu indah dengan ekor yang menjuntai hingga ke lantai, wajahnya sangat cantik dengan riasan tipis dan terlihat natural. Lordeus pun sudah terlihat begitu gagah dengan tuxedonya.


Acara itu hanya dihadiri oleh Davis, Diora, Gabby, George, dan anak buah Cosa Nostra. Semua sudah duduk manis di kursi mereka.


Lordeus sudah menunggu Natalie di Altar. Wanitanya saat ini sedang berjalan seorang diri menuju dirinya.


“Mamaku sangat cantik,” puji Diora berbisik di telinga suaminya.


“Tentu saja, itulah sebabnya kau juga cantik.” Davis balas memuji istrinya.


Prosesi pernikahan berjalan lancar, janji suci keduanya pun tak ada pengulangan seperti Davis dan Diora saat itu.


Lord segera mengajak Natalie untuk duduk agar tak lelah. Semua yang hadir memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


“Selamat, semoga papa dan mama bahagia.” Gabby memeluk tubuh yang sudah mendidiknya sedari kecil itu dan beralih ke wanita yang sudah menjadi mama tirinya.


“Selamat.” Seperti biasa, George hanya bisa mengucapkan satu kata dan tanpa memberikan pelukan.


“Akhirnya kalian bersatu kembali, selamat, semoga selalu diberikan kebahagiaan.” Kini Diora menghambur kedalam pelukan kedua orang tuanya.


Lord dan Natalie memeluk putrinya sama-sama, sangat terlihat bahagia keluarga itu.


“Apa kau tak ingin mengucapkan selamat juga denganku?” tegur Lord pada Davis yang terlihat diam saja tak mengucapkan sepatah katapun.


“Aku harus mengucapkan apa? Sudah diwakilkan semua dengan istriku.” Davis melingkarkan tangannya ke pinggang Diora, menoleh sedikit menatap wajah cantik di sampingnya.

__ADS_1


“Menyesal aku memiliki menantu sepertimu,” kelakar Lord bercanda.


Davis tak perduli, yang penting dirinya kini sudah bersama dengan Diora orang yang dia cintai. Restu papa Diora sudah tak dibutuhkan lagi olehnya.


“Malam ini datanglah ke penthouseku, aku sudah menyiapkan pesta barbeque untuk kita merayakan acara ini.” Davis sungguh tak mengucapkan selamat, ucapan hanya sebagai bentuk lisan saja. Ia memilih memberikan langsung sebuah pesta kecil-kecilan untuk keluarganya.


Setelah mengundang Lord, Natalie, Gabby, dan George. Davis dan Diora berpamitan pulang terlebih dahulu.


...........


Langit cerah kini berubah menjadi gelap, keenam orang anggota keluarga Lord sudah berada di penthouse Davis. Termasuk George yang sudah dianggap keluarga juga.


Ketiga pria itu terlihat sibuk mempersiapkan alat barbeque di rooftop. Tempat itu menjadi pilihan Davis, sebab pemandangan dari sana sangat indah. Dapat melihat kota Helsinki dimalam hari.


“Biar aku yang memanggang dagingnya.” Diora menawarkan dirinya.


Davis segera memanggang semua daging dibantu dengan George, dan Lord.


Tiga puluh menit lamanya, untung saja daging mahal itu tak gosong dimasak oleh ketiga pria yang ternyata pandai memasak juga.


“Silahkan dinikmati.”


Dengan lahap para wanita menyantapnya, apa lagi Diora. Sudah seperti orang yang tak pernah diberi makan satu minggu saja.


“Sepertinya kita tak akan kebagian, istrimu begitu rakus,” bisik Lord pada Davis.


“Biarkan saja dia, makan untuk lima orang sekaligus,” timpal Davis. Ia justru senang melihat napsu makan istrinya itu.


Ketiga pria itu hanya mampu memandangi wanitanya masing-masing.

__ADS_1


Davis beranjak sebentar untuk memantikkan korek dan menghidupkan kembang api yang sudah disiapkan olehnya. Dan segera bergabung kembali.


Mereka sudah duduk dengan pasangan masing-masing. Diora dan Davis, Lord dan Natalie. Hanya Gabby dan George saja yang berjauhan.


“Kembang api.” Diora menunjuk langit dengan hiasan kerlap kerlip yang begitu indah. “Aku ingin berciuman ketika ada itu,” selorohnya.


Jika masalah seperti itu, otak Davis langsung bekerja dengan cepat. Ia langsung menempelkan benda kenyalnya dengan istrinya.


Lord dan Natalie pun tak mau kalah, mereka juga melakukan hal yang sama.


Hanya George dan Gabby yang nampak diam.


Setelah selesai saling menautkan bibir satu sama lain, Entah mengapa ibu hamil yang melihat Gabby dan George hanya diam saja mendadak menginginkan sesuatu.


“Aku ingin melihat Gabby dan George berciuman seperti kami,” celetuk Diora tanpa berfikir, ia hanya mengutarakan keinginannya saja.


Uhuk ... uhuk ...


Gabby langsung terbatuk mendengarnya. “Apa kau gila!” Melirik sekilas ke arah George yang nampak biasa saja tak merespon keinginan gila Diora.


“Tidak, ini sepertinya keinginan anak-anakku.” Diora memasang wajah puppy eyes nya berharap Gabby mau mengabulkannya.


“Tidak, itu permintaan gila,” tolak Gabby.


“Ku mohon.”


Davis nampak membisikkan sesuatu pada George, entah apa yang dibisikkan oleh pria itu. Hingga George langsung beranjak mendekati Gabby.


Dengan gerakan cepat, George langsung menyerang bibir yang jarang sekali tersenyum itu.

__ADS_1


__ADS_2