My Rich Husband

My Rich Husband
Part 92


__ADS_3

“Tentu saja aku akan membunuhnya,” murka Lord. Bahkan ia sudah siap jika harus terbang ke Melbourne saat ini juga.


“Aku tak setuju,” timpal George, membuat Davis dan Lord menatap tajam ke arahnya.


“Apa maksudmu!”


“Aku tak setuju jika mereka langsung mati, mereka tak akan merasakan sakit jika langsung mati ... pembalasan yang cocok bagi mereka bukan kematian, tapi kemiskinan dan penyiksaan,” terang George mengutarakan pendapatnya.


Davis dan Lord nampak berfikir, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh George.


“Dia sangat kaya, bagaimana caranya kita membuatnya miskin?”


“Kau biasanya selalu bisa memikirkan akal licik, kenapa sekarang kau tiba-tiba menjadi bodoh?” hina George pada sahabatnya. “Kau lebih kaya darinya, kita bisa menghasut para pemegang saham Dawson Group untuk ramai-ramai menarik saham mereka, lalu menawarkan saham di Triple D Corp sebagai gantinya, pasti mereka tak akan menolak ... dan goncangan itu akan membuat perusahaan Dawson melemah, saat itu juga kita keluarkan kebusukannya, pasti akan sulit baginya mengembalikan kejayaan itu,” imbuhnya.


“Setuju.” Davis dan Lord menganggukkan kepalanya bersamaan.


Tak ada yang akan mereka bahas lagi, kesepakatan sudah diambil. George mengajak Davis untuk berpamitan pulang, namun ditolak.

__ADS_1


“Kau, kembalilah ke kantor dulu, ada yang ingin aku bicarakan dengan Lord,” titah Davis.


“Hmm.” George langsung melenggang keluar.


Kini tinggallah pasangan menantu dan mertua.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Lord seraya memantikkan koreknya.


“Aku ingin tau, kenapa kau bisa menghamili mama Diora?”


“Kenapa kau sangat ingin tau?”


“Kau hanya terobsesi dengan anakku.”


“Dulu aku memang terobsesi dengannya, tapi sekarang aku menyadari bahwa bukan hanya obsesi yang aku miliki, tapi juga cinta.”


“Jika kau mencintainya, jangan pernah kau mengatakan hal ini padanya, aku tak ingin dia membenciku.”

__ADS_1


“Aku tak bisa berjanji, cepat atau lambat pasti dia akan tau dengan sendirinya.”


“Hmm ... aku tau itu, ku harap kau bisa menjaganya dan membuatnya bahagia.”


“Sudah menjadi tugasku sebagai suami ... katakan bagaimana bisa kau menghamili istri orang?”


Lord menghela nafasnya dalam-dalam. Tak ada salahnya ia menceritakan kesalahannya di masa lalu dengan menantunya, mungkin bisa membuatnya sedikit lega.


“Aku mencintai Natalie, sejak pertama kali bertemu di Helsinki University. Aku jatuh cinta dengannya karena kebaikannya, tak ada yang berani berteman denganku karena aku anak seorang mafia, semuanya takut denganku, tapi tidak dengan Natalie, dia malah menawarkan diri untuk menjadi temanku ... aku sangat ingin memilikinya dan bersamanya, tapi dia hanya memandangku sebagai teman, hingga akhirnya aku mendapatkan kabar dia akan menikah dengan Dawson, orang yang ia cintai ... hatiku sangat hancur, hingga akal sehatku tak dapat bekerja dengan baik, aku menculiknya dan memperkosanya, setidaknya jika aku tak dapat memilikinya, aku bisa merasakan tubuhnya ... mulai saat itu, aku tak pernah lagi mencari tau bagaimana keadaannya, bahkan aku tak tau jika dia mengandung anakku ... aku mengetahui Diora anakku tanpa sengaja lima tahun lalu.” jelas Lord tanpa ada satupun yang ditutupi.


Davis menyunggingkan senyum sinisnya. “Kau tak jauh berbeda denganku, sama-sama terobsesi dengan wanita!”


“Akibat perbuatanmu itu, orang yang kau cintai kini menderita.” Davis mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan di sambut oleh Lord. “Selamat ... kau penghacur kehidupan orang yang kau cintai sendiri ... selamat menyesali semua perbuatanmu.”


“Kau tak jauh berbeda denganku, kau pun menghancurkan kehidupan Diora demi memilikinya,” timpal Lord tak mau kalah.


“Setidaknya aku berjuang untuk bersamanya dan aku akan membahagiakannya sebagai ganti perbuatan licikku itu,” janji Davis.

__ADS_1


“Kau harus mempersiapkan dirimu jika sewaktu-waktu perbuatanmu itu terendus oleh Diora.” Lord memperingatkan.


“Tak akan ada yang tau, aku akan menutupnya rapat-rapat,” ucap Davis percaya diri.


__ADS_2