My Rich Husband

My Rich Husband
Part 107


__ADS_3

“Ada di kubuh siapa dia?” tanya Davis dengan sorot mata tajam menatap Gio.


“Tentu saja kubuhku,” jawab Lord enteng.


“Bagimana bisa kau menarik orang Dawson masuk ke dalam kekuasaanmu? Bagimana jika dia berhianat?” Davis nampak tak terima dengan keputusan mertuanya.


“Tentu saja bisa, itu hal yang mudah bagiku,” terang Lord. “Kau, tenang saja, dia tak mungkin berhianat.” Menepuk pundak Davis agar pria itu percaya.


“Apa yang dijanjikan pak tua ini padamu?” Davis penasaran, ia bertanya pada Gio. Sebab, tak mungkin orang yang bekerja dengan pihak lawan akan suka rela berpihak pada mereka tanpa imbalan.


“Apa aku boleh mengatakannya?” ijin Gio pada Lord.

__ADS_1


“Katakan saja, jika perlu ceritakan semuanya,” titah Lord seraya menyesap nikotin.


“Tuan Lord menjamin kebebasan ibu saya yang tak bersalah, beliau dipenjara karena kesalahan istri tuan Dawson yang membunuh ayah saya selaku supir di mansionnya. Kebetulan ibu saya juga bekerja disana dan dijadikan kambing hitam atas kesalahan itu dengan tuduhan bahwa ibu saya cemburu suaminya berselingkuh, padahal semua itu tidaklah benar. Saya tak memiliki kekuasaan, sadar betul akan sulit melawan orang yang memiliki kekuasaan. Sehingga tak ada yang bisa saya lakukan, hanya dapat menerima nasib. Namun, beberapa hari lalu tuan Lord datang menghampiri saya untuk meminta bantuan mengeluarkan nyonya Natalie dengan imbalan yang sudah saya sebutkan sekaligus bermaksud untuk memberi pekerjaan pada saya agar bekerja disisinya. Saya yang sudah muak dengan perlakuan tuan Dawson yang kasar, kejam, dan seenaknya pun menerima semua tawaran itu. Tujuan tuan Lord pun sama, ingin membalas perbuatan keluarga Dawson,” jelas Gio panjang lebar tanpa ada yang ditutupi sama sekali.


Davis pun bertepuk tangan. “Kau, berada disisi yang tepat,” pujinya. “Tapi, apa kau tau berada dimana saat ini?” Ia menampilkan senyum smirknya.


Gio menjawab dengan gelengan pelan. “Tidak, tuan.”


Davis tertawa. “Kau, keluar dari kandang buaya dan masuk ke kandang singa.” Ia berdiri lalu menghampiri Gio. “Kau, berada di kartel mafia terkuat di Eropa! Pastikan kau tak akan berhianat dari kami.” Ia berbisik dengan nada penuh ancaman, membuat bulu kuduk Gio meremang.


“Kau, tenang saja, asal setia pada kami, maka kau akan aman.” George akhirnya mengeluarkan suaranya, meskipun terdengar begitu dingin. Ia begitu paham dengan raut wajah Gio yang tegang setelah sahabatnya membisikkan sesuatu.

__ADS_1


“Jadi, hal penting dan mendesak apa yang ingin disampaikan?” tanya Davis.


“Gio, katakan!” titah Lord.


“Keluarga Dawson telah melakukan perjalanan ke Finlandia tadi malam, tujuan jelasnya belum diketahui,” ujar Gio menyampaikan apa yang ia tahu, karena tugasnya adalah mencari tahu semua pergerakan keluarga Dawson.


“Itu bagus,” sahut George dengan wajahnya yang tak berubah sedikitpun.


Membuat semua orang menatap ke arahnya. “Apa maksudmu?” tanya Lord dan Davis bersamaan.


“Kalian ini memang hanya bisa menggunakan kekerasan tanpa menggunakan otak ya?” hina George. “Mereka dengan suka rela datang ke wilayah kita, itu menguntungkan untuk kita, mempermudah untuk menangkap dan membalas perbuatan mereka,” jelasnya.

__ADS_1


“Ternyata kau jauh lebih pintar daripada menantuku,” puji Lord sekaligus menghina Davis.


“Aku juga bisa menjadi menantumu,” timpal George sungguh-sungguh.


__ADS_2