My Rich Husband

My Rich Husband
Part 83


__ADS_3

Gabby berencana menelfon papanya untuk bertanya apakah papanya tahu tentang keluarga Diora.


Di dalam kamarnya, Gabby sudah bersiap mengeluarkan ponsel untuknya berbincang.


“Papa,” sapanya ketika panggilan sudah diangkat oleh Lordeus.


Lordeus sedikit terkejut ketika mendapatkan telefon dari nomor negara lain. Namun setelah mendengar suara putrinya, ia menjadi heran.


“Kau kenapa menggunakan nomor asing?” tanya Lord.


“Aku diculik,” seloroh Gabby.


“Siapa yang berani menculikmu!” kesal Lord dengan emosi yang sudah bersungut-sungut. Ia bahkan menyesali sudah menuruti keinginan putrinya itu untuk tak memberikan pengawal baik dekat ataupun jauh.


Gabby menceritakan semua yang dilakukan George kepadanya. Ia fikir papanya akan marah, ternyata ia salah. Papanya justru saat ini sedang menertawakannya.


“Ternyata ada juga pria yang berani dan mengalahkan kearogananmu.” Lord terkekeh membayangkan putrinya ketika dipaksa oleh George.


“Papa ....” gerutu Gabby mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


“Kau, kenapa menelfon?” Pria paruh baya itu kembali ke topik, meskipun ia sangat ingin menggoda anaknya.


“Ini tentang Diora, apa papa tau apa yang sudah dia alami selama di Melbourne?”


“Tidak, semenjak kejadian dua puluh tahun silam, papa sudah memutuskan kontak dengan Natalie ... papa juga sudah berjanji dengannya tak akan mencaritahu dan berurusan lagi dengannya, papa sudah merelakannya bersama orang lain,” jelas Lordeus seraya menghembuskan nafasnya. Dalam lubuk hatinya, masih ada rasa untuk wanita yang pernah ia cintai itu.


“Lalu bagaimana bisa papa yakin jika Diora adalah anak papa?”


“Karena saat itu, aku menolongnya ketika kecelakaan ... melihat wajahnya seperti perpaduanku dengan Natalie, dan firasatku benar setelah melakukan tes DNA ... ternyata perbuatanku yang memaksanya dimasa lalu membuahkan hasil.” Lord terlihat menyunggingkan senyumnya, sebab Natalie masih mau melahirkan buah hatinya meskipun saat itu Lord sengaja melakukannya saat Natalie tak sadarkan diri.


“Bukankah papa pernah bilang, bahwa sepuluh tahun silam Cosa Nostra mendapatkan misi menyelamatkan seorang anak di Melbourne?”


Ya, nenek Diora menyelamatkan cucunya dengan meminta bantuan kepada mafia. Ia sampai menjual salah satu butiknya untuk membayar biaya penyelamatan itu.


“Jadi, papa tak tau jika misi itu adalah penyelamatan Diora?”


Lordeus langsung menanyakan pada anak buahnya yang terjun langsung menangani itu. Ia meninju dengan kuat tempok yang tak bersalah setelah mendapatkan laporan.


“Bedebah!” raungnya. “Ternyata keputusanku untuk tak mencampuri urusan mereka salah!” Ia melempar semua benda-benda yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Gabby lalu menceritakan tentang fobia Diora dan juga semua kejadian yang dialaminya semasa kecil.


“Kau jaga saja dia, aku akan membalaskan perbuatan Dawson dan mencari tau tentang Natalie.”


Perbincangan mereka pun berakhir.


Gabby tak pernah membenci papanya setelah mengetahui dia memiliki seorang kakak dari rahim yang berbeda. Meskipun hubungan terlarang, namun ia tak pernah membenci itu. Ia justru bahagia memiliki saudara.


Kaki jenjang wanita itu mulai keluar meninggalkan ruangan berukuran lima puluh meter persegi yang akan menjadi tempat istirahatnya selama beberapa hari. Ia melenggang dengan gaya tomboinya menuju pantai.


“Ternyata pemandangan disini sangat indah, meskipun sangat panas.”


Ia memejamkan mata seraya menghirup dalam-dalam oksigen disekitarnya.


Matanya terus tertuju ke hamparan laut, kakinya tetap berjalan tak terhenti.


Dug ...


Ia menendang sesuatu yang sangat keras.

__ADS_1


“Awww ...,” pekik keduanya.


“Kau!”


__ADS_2