My Rich Husband

My Rich Husband
Part 64


__ADS_3

Gabby dan Lordeus berpamitan pulang setelah tak ada lagi yang akan dilakukan. Acara pernikahan Diora dan Davis pun hanya sekedar pemberkatan saja. Tidak ada pesta layaknya crazy rich pada umumnya.


Gabby ikut pulang dengan papanya menggunakan mobil Hummer H2 berwarna kuning hitam milik Lordeus.


“Bagaimana? ... Papa senang bisa mengantarkan Diora untuk menikah dan menyerahkannya pada pria yang menikahinya?” tanya Gabby disela perjalanan pulangnya.


“Tentu saja, semua berkat kau,” puji Lordeus seraya menepuk pundak putrinya.


“Mengapa papa tidak memberitahukan saja kepadanya siapa papa sebenarnya?” Gabby nampak penasaran, mengapa mereka harus menyembunyikan rahasia yang dikubur bertahun-tahun hingga Gabby menjadi sahabat Diora untuk selalu melindungi wanita itu.


“Jangan ... belum saatnya, aku takut dia tak bisa menerima kenyataan yang sesungguhnya, biarkan keadaannya seperti ini,” tolak Lordeus menatap putrinya memberi keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja, selama rahasia itu jangan sampai ada yang tahu.


“Terserah papa sajalah ... namun papa ingat, sebaik-baiknya papa menyembunyikan ini, pasti lama kelamaan akan ada orang lain yang mengetahuinya juga. Aku yakin dia akan menerima papa apapun keadaan papa, daripada Diora tau dari orang lain, lebih baik tau kenyataannya dari mulut papa sendiri,” usul Gabby.


“Kau tenang saja G2 ... biarkan tetap seperti ini, kau tetap harus menjaganya,” pinta Lordeus.


Gabby menghembuskan nafasnya, ia merasa lelah harus terus menutupi kenyataan yang sudah diperbuat papanya. Ia menyenderkan tubuhnya pada jok mobil. “Aku merasa janggal dengan suami Diora, bisa papa selidiki dia? ... kurasa, semua peristiwa yang menimpa Diora disengaja olehnya.”

__ADS_1


“Maksudmu kau curiga dengan Drake?” timpal Lordeus.


“Siapapun namanya aku tak perduli, yang jelas tolong selidiki dia,” mohon Gabby.


“Biar aku yang mengurus Drake,” usul Lordeus.


“Apa papa mengenalnya?” tanya Gabby penasaran.


“Dia pemilik Triple D Corp, namun identitasnya sangat aku lindungi atas permintaannya ... dia meminta bantuan duniaku dengan memberikan imbalan investasi yang tak sedikit nominalnya,” jelas Lordeus.


“Dasar! setelah menolak proposalku dengan Diora, sekarang dia menikahi Diora,” geram Gabby mengepalkan tangannya. “Apa dia sengaja membuat Diora miskin agar bergantung dengannya!” imbuhnya seraya memukul kaca pada pintu mobil dengan sangat kuat. Beruntung mobil Lordeus sangat mahal, sehingga tak akan pecah.


“Untuk apa memiliki pasangan, jika sendiripun aku bisa melindungi diri sendiri” elak Gabby. “Lagi pula aku masih satu tahun lebih muda dibanding Diora,” imbuhnya.


“Meskipun kau aku latih dengan berbagai ilmu beladiri, memanah, menembak, dan segala perlindungan diri lainnya ... kau tetaplah wanita, kau tetap harus ada orang yang bisa melindungimu,” nasihat Lordeus.


Gabby hanya mengembuskan nafasnya dan memejamkan matanya. Entah apa yang ia fikirkan. Ia nampak tak ingin meladeni ocehan papanya.

__ADS_1


...........


Sepasang pengantin baru masih berada di Helsinki Cathedral. Tak lupa sahabat setia Davis yang selalu mengikutinya juga masih berada disana.


“Kau sepertinya melupakan sesuatu,” sindir Diora sembari menggoyangkan jari-jarinya di depan wajah Davis.


“Apa?” Davis menautkan alisnya, merasa bingung. Seingatnya tak ada sesuatu yang ia lupakan.


“Ini.” Diora menunjuk jari-jarinya yang masih polos.


“Kau jangan memberikanku kode, aku bukan intel ... katakan saja langsung,” ujar Davis masih tak paham.


Diora mendengus sebal, suaminya itu sungguh tak romantis sama sekali. “Kau mengajakku menikah, tapi kau tak memberikanku cincin,” selorohnya.


“George, apa kau lupa tak membelikannya cincin?” Davis menatap tajam pada George.


“Aku mana tau ukuran lingkar jarinya.” George berucap sembari mengedikkan bahunya. “Daripada salah, lebih baik kau ajak saja dia sendiri untuk membeli cincin.” Ia nampak acuh dengan permasalahan percincinan mereka.

__ADS_1


Sejujurnya George tahu lingkar jari Diora. Namun dia sengaja tak membelikan cincin agar sahabatnya yang sangat banyak permintaan itu mencari sendiri. Menurutnya masalah cincin lebih baik sepasang pengantin itu yang memilih sesuai selera mereka. Karena ia yakin, selera mereka berdua pasti sangatlah berbanding terbalik.


Ditambah tak ada waktu sedikitpun baginya untuk mencari cincin. Urusan kantor yang ditinggalkan oleh Davis selama sahabatnya itu pergi ke Paris membuatnya harus bekerja ekstra.


__ADS_2