Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 102


"Sangat tinggi? Bukankah sama dengan manajer sebelumnya? Apakah dia tidak mendapatkan gaji bulanan sebesar 100 ribu dolar? Ditambah dengan berbagai tunjangan, dia mungkin mendapat sekitar 170 ribu dolar, bukan?"


Sonia mengerutkan keningnya. Dia sedikit terkejut.


"Aku dengar tidak sama. Kalau tidak salah, gaji Selena satu juta dolar sebulan ditambah bonus akhir tahun!" ujar Felicia.


"Aku tidak tahu mengapa dia bisa mendapat gaji setinggi itu. Bukankah ini keterlaluan? Aku bisa mengerti gaji sebesar itu jika dia adalah kerabat keluarga Drake, tetapi Selena bukan! Aku pikir sudah cukup bagus baginya untuk diangkat sebagai manajer. Tidak perlu membayarnya dengan gaji setinggi itu, "kan!"


Sonia merasa gugup hanya dengan memikirkan hal ini. Jika dia menjadi manajer, apakah dia juga akan dibayar dengan gaji setinggi itu?


Dia adalah kerabat jauh keluarga Drake. Khayalan tentang dirinya menjadi manajer seandainya Selena tidak bergabung dengan perusahaan pun berputar-putar di benaknya. Dia menjadi tidak bisa tenang sepanjang sore.


Beberapa saat kemudian, tiba waktunya jam pulang kerja. Selena juga bersiap keluar dari kantor.


"Semuanya, hari ini adalah hari pertamaku bekerja di sini. Untuk menjalin persahabatan kita, aku berencana mengajak semua orang makan malam hari ini. Apakah Supervisor Sonia sudah bilang?" Selena bertanya dengan riang setelah berjalan keluar pintu ruangannya.


Tidak banyak karyawan di kantor ini, hanya sekitar dua puluh hingga tiga puluh orang. Dia memperkirakan acara makan malam ini mungkin akan menghabiskan beberapa ribu dolar saja.

__ADS_1


Walaupun hal ini membuat dirinya stres karena dia telah hidup dalam kemiskinan selama lima tahun, Selena pikir ini bukan masalah besar ketika dia ingat soal gaji bulanannya yang sebesar satu juta dolar.


"Terima kasih, Ibu Manajer. Kau sangat baik kepada kami. Aku belum pernah ke hotel bintang enam seumur hidupku!" ujar seorang karyawan wanita yang sangat bersemangat.


"Tak diduga, aku mendapatkan waktu pertama kaliku berkat Ibu Manajer!"


"Aduh! Kau 'kan sudah punya anak. Bagaimana mungkin ini pertama kalinya bagimu?"


Seorang karyawan pria di sebelahnya bercanda.


"Maksudku pertama kalinya ke hotel bintang enam. Pikiranmu benar-benar kotor. Lagi pula, manajernya kan bukan laki-laki!" Karyawan wanita itu meringis.


"Hotel bintang enam? KTV kelas atas?"


Selena mengerutkan alisnya setelah mendengar ucapan mereka. Dia menyuruh Sonia untuk memberi tahu semua orang untuk pulang kerja lebih awal dan tidak perlu bekerja lembur.


Namun, tampaknya Sonia telah mengambil inisiatif sendiri untuk mengajak semua orang pergi ke tempat yang berkelas.


"Ya, bukankah Anda menyuruh Supervisor memberi tahu semua orang tentang hal ini?"

__ADS_1


Seorang karyawan yang lebih tua dengan rambut agak abu abu mengerutkan keningnya,


"Tidak?"


Sonia yang ada di samping Selena menyeringai. Dia sangat ingin melihat apa yang akan dilakukan Selena.


Jika Selena mengklaim bahwa itu adalah kesalahan, semua orang akan kecewa dan bahkan merasa Selena telah mempermainkan mereka. Mereka tidak akan bekerja sama dengan baik dengannya di masa mendatang.


Selain itu, ini akan menjadi kesan pertamanya bagi semua orang. Kesan pertama selalu penting.


Selena tidak naif. Dia melirik Sonia dan tahu apa yang sedang terjadi. Tampaknya seseorang tidak terlalu senang karena dia menjadi manajer.


"Apakah ruangan pribadinya sudah dipesan?"


Selena bertanya pada orang di sebelahnya dengan ekspresi penuh teka-teki.


Bersambung.......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2