
Bab 206
Wanita itu menelan ludah saat menatap dokter dengan mata terbelalak.
Dokter berkata dengan tidak sabar, "Tentu saja. Aku adalah seorang spesialis ortopedi. Bagaimana mungkin aku tidak bisa mendiagnosis kondisinya? Belilah obat anti radang dan gunakan selama beberapa hari. Dia akan baik baik saja. Kondisi sebelumnya seharusnya jauh lebih buruk. Jika tidak ditangani tepat waktu, itu akan berbahaya,"
"Hehe, jadi para ahli mengerti sementara orang awam hanya bisa tertawa!"
Wanita itu menunduk dan berkata dengan nada malu," Berapa banyak uang yang kau inginkan? Aku bisa membayarmu!"
"Permintaan maaf itu sudah cukup. Tidak perlu membayar!"
"M-m-maaf. Aku telah salah menuduhmu!"
"AKU... "
Wanita paruh baya itu sangat marah, namun dia tidak tahu harus berkata apa.
Orang-orang yang sebelumnya mengkritik Fane sekarang berbalik memihak padanya, mengatakan bahwa dia sudah keterlaluan, mencurigai kebaikan orang lain seperti itu.
"Mami..."
Pada saat itu, anak laki-laki yang tadi pingsan telah tersadar. Semua orang mulai bertepuk tangan lagi.
__ADS_1
"50 juta? Kau luar biasa, Sayang!"
Mereka berjalan pergi beberapa saat sebelum Selena akhirnya tersenyum. "Kau benar-benar tidak tergoda dengan uang sebanyak itu? Kalau kau menerima uang itu, kau bisa menggunakannya untuk hadiah ulang tahun kakek nanti!"
Fane tersenyum masam saat menatap istrinya. "Sayangku, apa kau mau menerima uang pemberian dari seseorang yang telah kau selamatkan?" Dia bertanya.
"Tentu saja tidak. Aku tidak melakukan itu hanya demi uang!"
Fane mengangkat alisnya saat mendengar itu. "Heh, Sayangku, sepertinya kau sangat ingin aku memberikan hadiah uang 40 juta dolar di hari ulang tahun kakek agar orang tuamu menerimaku. Menurutku, kau sangat mencintaiku dan ingin bersamaku."
Wajah Selena langsung memerah. Tidak mungkin!" dengan cepat dia memprotesnya. "Aku hanya berpikir, sayang sekali kau membiarkan uang 50 juta melayang begitu saja."
Ketiganya berkeliling di sekitar kebun binatang sebentar sebelum keluar dari tempat itu lalu memanggil taksi untuk pulang.
Sopir menurunkan kaca jendela. Pria itu menyeringai ke arah Selena. "Oh, aku tidak salah lihat. Tidak pernah terbayang olehku bisa melihat wanita primadona kelas kami dulu!"
"Hugh Launer!"
Rasa terkejut melanda Selena ketika dia mengenali pria itu. Lalu dia tersenyum ke arah suaminya. "Fane, dia teman kuliahku," jelasnya. "Dia salah satu teman baikku, kami sangat akrab dulu. Tidak menyangka kita bisa bertemu lagi."
Fane?
"Aku sepertinya akrab dengan nama itu. Jangan bilang kau adalah pengantar barang," katanya. "Apa kau ikut wajib militer? Apa sudah selesai."
__ADS_1
"Betul sekali. Aku baru saja pulang."
Fane tersenyum pada pria itu. "Aku kebetulan sedang libur hari ini, jadi aku keluar untuk menemani istri dan putriku."
Pria itu mengamati Fane, lalu menatap Kylie, yang sedang digendong. Wajahnya tiba-tiba tersenyum.
"Apakah kalian sedang menunggu taksi untuk pulang?"
Seorang wanita yang duduk di samping Hugh menatap ke arah keluarga muda itu. "Oh, jadi ini primadona kelas yang sering disebut Hugh!" katanya sambil tersenyum. "Kau menikah muda, 'kan? Putrimu sudah sangat besar!"
"Primadona kelas apa? Anak laki-laki tidak ada yang bisa mereka lakukan selain hobinya menjuluki semua orang di sekolah."
Selena terkekeh, sedikit canggung.
Selena tidak bodoh. Dia paham kata- kata wanita itu menyiratkan sesuatu.
"Tidak mungkin. Hugh selalu bercerita kepadaku kalau kau adalah primadona kampus."
"Jadi, benar kan, kalau kau primadona kelas dan juga primadona kampus!"
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen....
__ADS_1
Terima kasih