
Bab 198
"Kau yang bilang. Kau sendiri yang bilang. Aku tidak peduli. Kalau aku tidak bisa mendapatkan kembali uang itu, kau harus memberiku 3, 8 juta!" Setelah mendengar jawaban Fane, Fiona segera berdiri, mencengkeram kerah Fane, dan membuat permintaan yang tidak masuk akal.
"Ma, bukan Fane yang mengambil uangmu. Bagaimana kau bisa seperti ini? Dia bisa membantumu mencari dan mendapatkan kembali uang itu. Kalau nanti dia gagal mendapatkan kembali uang kita, kau tidak bisa begitu saja meminta uang darinya, 'kan?"
Selena tidak bisa berkata-kata. Ibunya sendiri bertindak sangat tidak masuk akal mengharapkan Fane bertanggung jawab atas masalah ini.
"Aku tidak peduli. Dia sendiri yang mengatakan kalau dia akan mendapatkan kembali uang itu dengan percaya diri!"
Fiona tidak melepaskan Fane.
"Tentu tentu. Kalau aku tidak bisa mendapatkan uang itu kembali, aku akan menggantinya dengan nilai yang sama."
Fane tidak bisa berkata-kata saat dia memindahkan tangan Fiona ke samping. "Ma, jangan khawatir. Kau adalah ibunya Selena, berarti juga ibuku. Aku tidak akan membiarkan uangmu diambil begitu saja darimu!"
"Baguslah!"
Fiona akhirnya berhenti menangis dan kembali tersenyum. Dia kemudian bertanya pada Fane, "Lakukan yang terbaik. Kapan kau akan mendapatkan uang itu? Aku tidak bisa menunggu lama, bukan? Kau bisa mendapatkan kembali uang itu dalam waktu seminggu, 'kan?"
"Ma, tidak semudah itu, 'kan? Apa kau pikir hal itu semudah memungut uang di lantai? Siapa yang tahu di mana mereka bersembunyi setelah merampok uang itu?"
__ADS_1
Selena merasa perlu membela Fane karena ibunya membuatnya terdengar seperti Fane berutang tiga juta dolar kepadanya.
"Dia sendiri yang menyetujuinya. Kau tidak bisa menyalahkanku, 'kan?"
Fiona menyadari perilakunya yang tidak masuk akal, tapi dia masih menyilangkan lengannya dan menjawab, meski tanpa rasa percaya diri.
Kemudian Fiona menyadari kerumunan orang di sekitarnya. "Apa yang kau lihat? Tidak ada yang bisa kau tonton di sini. Pergi!"
"Baiklah, Ma. Aku berjanji akan mendapatkan kembali uang itu dalam satu minggu, oke? Kalau aku gagal, aku akan menambahkan jumlah uang yang hilang ke uang mahar yang akan aku berikan saat perayaan ulang tahun Kakek Taylor, bagaimana?"
Fane menghibur.
Mendengar itu, Fiona merasa senang dan suasana hatinya meningkat drastis.
"Baiklah, sekarang, ayo kita pulang."
Andrew pun merasa malu dengan perilaku Fiona yang sangat emosional di depan umum.
"Hmmm, kalian pulanglah dulu. Aku akan menyelesaikan masalah ini!"
Fane tersenyum, lalu melambaikan tangan ke sebuah taksi yang melintas agar mertuanya bisa pulang terlebih dahulu.
__ADS_1
"Fane, kenapa kau selalu menuruti ibuku? Dia sungguh keterlaluan! Aku tidak menyalahkan ibuku karena menghilangkan uang itu tapi dia menyalahkanmu dan memberimu waktu seminggu untuk mendapatkan kembali uang itu. Dia pikir kau Tuhan?"
Selena mengomel karena tidak bisa menahan amarahnya setelah orang tuanya pulang dan kerumunan bubar.
"Aku bukan Tuhan, tapi aku pasti bisa membantu menemukan uang itu!"
Fane tersenyum tenang, menghibur Selena," Bagaimanapun juga, dia ibumu. Dia sudah tua. Kehilangan lebih dari tiga juta dolar begitu saja, dia pasti sedih. Kenapa kita tidak menghiburnya? Selain itu, kalau kita menyalahkannya seperti apa yang kau lakukan, dia yang menghilangkan uang itu, pasti dia akan bunuh diri karena merasa bersalah. Kalau dia benar-benar bunuh diri, apa yang bisa kita lakukan?"
Mendengar kata-kata bijak dari Fane, hati Selena langsung menghangat. Dia memutar bola matanya ke arah Fane." Kata-katamu sungguh manis sekali. Ibuku sudah tua? Apa benar dia sudah tua?"
Fane menyeringai. "Bukankah dia sudah berumur lima puluh tahun? Apa itu masih belum dianggap tua?"
"Itu tidak benar! Dia baru 49 tahun. Dan dia rajin merawat dirinya dengan baik, dia terlihat seperti wanita berusia akhir tiga puluhan."
Selena tersenyum pahit, lalu menatap Fane. "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bisakah kita meminta ijin ke bank untuk melihat kamera cctv mereka?"
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen....
Terima kasih
__ADS_1