Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 136


"Jadi kau telah memilih lokasi kuburanmu? Kau takut membuat istrimu melihat mayatmu di depan pintunya? Kalau begitu baiklah. Aku akan memastikan bahwa aku akan benar-benar menghabisimu. Setelah itu, aku akan bersenang-senang dengan wanitamu setelah kau terbunuh!"


"Istrinya, Selena Taylor, sangat cantik!" di dekat mereka, Scar tertawa dingin setelah mendengar apa yang dikatakan Ned.


"Hei, hei. Apakah Kakak Scar ingin bersenang-senang juga?" Ned mencibir, merasa senang.


"Tidak perlu, aku tidak tertarik pada wanita!" Scar tersenyum dingin menatap Fane.


"Anak muda, aku akan mengabulkan keinginanmu dan mengikutimu ke bangunan kosong itu. Sungguh menyenangkan kalau kami bisa menghabisimu di kuburan yang kau pilih sendiri."


"Haha, ayo pergi!" Fane tertawa, berjalan memimpin mereka menuju bangunan kosong.


Scar dan anak buahnya mengikuti di belakang Fane dengan langkah- langkah teratur. Mereka bahkan berjalan dengan posisi membentuk setengah lingkaran untuk mencegah Fane kabur.


Dengan cepat mereka sudah berada di dalam bangunan.


"Anak muda, bagaimana kalau begini; Aku akan memberimu kesempatan hari ini karena kau telah berjasa untuk Cathysia selama lima tahun!"

__ADS_1


Semua orang mengepung Fane yang berdiri di tengah. Ned menyeringai lalu berkata, "Kau boleh menelepon istrimu dan memintanya untuk datang ke sini. Lalu, kau berlutut seratus kali, memohon padaku untuk membiarkanmu pergi dan kembali tidur dengan istrimu! Aku akan membiarkanmu pergi kalau kau melakukan semua itu, bagaimana?!"


"Ya ya ya. Dengan begitu putrimu tidak perlu melihat bos kami dan istrimu..." si anak buah yang berambut kuning menyeringai.


Namun, sebelum orang itu selesai berbicara, wajah Fane keburu menggelap. Dia tidak peduli apa yang orang katakan tentang dia tapi dia tidak bisa mentolerir orang yang menghina istri dan putrinya....


Gerakan Fane sangat cepat. Dia menerjang si rambut kuning dan meninju lehernya.


Krakkk!


Suara tulang leher yang patah terdengar sangat keras. Pria berambut kuning itu roboh ke tanah, berhenti bernapas.


Fane memandang tubuh yang terbaring di lantai itu dengan dingin. Kata-katanya membuat takut semua orang, mereka tidak bisa menahan diri untuk mundur satu langkah.


Ned dan orang-orang yang sudah terluka sebelumnya tidak berani mengambil langkah maju. Ned mengingatkan mereka, "Semuanya, hati-hati. Dia bukan orang sembarangan, kalau tidak aku tidak akan minta orang sebanyak ini dari Bos Harvey!!"


"Bajingan! Ambil senjata kalian, maju, dan bunuh dia!!" Scar melihat apa yang terjadi, melambaikan tangannya, lalu memberi perintah.


"Ahhhh!"

__ADS_1


Dalam hitungan detik, lebih dari selusin orang mengambil pisau besar atau pipa baja dan bergegas menyerang Fane.


"Hei, aku memberimu pilihan tapi kau menolaknya, sekarang kau benar- benar cari mati!" mata Ned melotot dengan bengis saat dia cuma melihat ke sekelompok orang yang menyerbu ke arah Fane.


"Kau mengumpulkan sekelompok bajingan tidak berguna. Kau tidak mampu bertarung paling depan tapi kalau soal mengkhianati orang, kau juaranya!" tatapan mata Fane sungguh sangat menakutkan.


Fane merebut pisau besar dari salah satu penyerangnya, dan dengan beberapa tebasan, leher beberapa orang yang berada di dekatnya langsung mendapat luka sayatan.


Slassh, slassh, slassh!


Tujuh atau delapan orang di dekat Fane memegangi leher mereka, rasa sakit yang teramat sangat terlihat dari wajah mereka. Satu per satu, mereka roboh ke tanah dan mati.


Beberapa orang yang tersisa melihat pemandangan itu dan menjadi sangat takut hingga menelan ludah mereka sendiri.


"Bajingan! SERAAAAAANG!"


Bersambung.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2