Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 91


Fane melempar sebuah senyum tidak peduli dan langsung bereaksi. Di mata para pengawal itu, dia seperti hantu. Mereka pun tersingkir satu per satu saat Fane bergerak dengan samar-samar.


"Ayo! Ayo semuanya maju bersama-sama!"


Setelah Fane selesai dengan orang-orang itu, dia memanggil Harvey dan pengawal yang tersisa.


"Wakil Komandan Harvey, kau, lanjutkan!"


Salah satu pengawal ketakutan setengah mati. Dia telah melihat seberapa cepat Fane dan tahu dia tidak akan bisa mengimbanginya.


Tidak mungkin dia bisa mengalahkan Fane dengan kecepatan seperti itu.


Wakil Komandan Harvey bisa membayangkan dirinya sedang menyeka keringat dingin di dahinya. Dia sendiri adalah petarung yang luar biasa. Dia tidak punya masalah melawan empat ratus hingga lima ratus orang sendirian.


Akan tetapi saat ini dia kewalahan dengan kecepatan Fane dan tidak bisa mendekati standar itu.


"Ada apa? Bukankah kau harus memberi contoh, Wakil Komandan?" Fane mencibir saat matanya tertuju pada Harvey.


"Bukannya tadi kau cukup galak, ya?"


"Bajingan! Apa menurutmu kau bisa menginjak-injakku hanya karena aku tidak melenturkan otot-ototku?"


Meskipun Harvey tidak percaya diri untuk memenangkan duel tersebut, dia tetap mengepalkan tinjunya dan siap untuk melawan Fane

__ADS_1


"Hentikan!"


Pada saat yang tepat, sebuah suara yang sangat menyenangkan pun terdengar. Harvey menghela napas


lega dan tetap berdiri di tempatnya.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


Tidak jauh dari mereka, Tanya muncul bersama tiga pengawalnya.


"Nona Tanya, kami mencoba menghentikan si brengsek ini yang memaksa masuk ke kediaman keluarga Drake. Akibatnya, dia melukai banyak teman-teman kami!" Harvey segera melapor pada Tanya.


"Nona Tanya, si berandalan ini membuat bahwa dia adalah pengawalmu dengan gaji bulanan 20 juta dolar. Pfft, dia pasti mengada-ada!" Pria lain bangkit dari tanah dan menatap Fane dengan getir.


"Hei, bedebah! Nona Tanya ada di sini. Mari kita lihat omong kosong apa yang bisa kau katakan untuk menyelamatkan dirimu sendiri!"


Tanya tampak agak gelisah. Setelah beberapa saat, dia memaksakan sebuah senyuman yang masam.


"Fane, aku benar-benar minta maaf. Banyak yang harus kulakukan setelah kembali dari hotel kemarin sehingga aku lupa memberi tahu penjaga gerbang. Mereka tidak tahu kalau kau akan datang pagi ini! Jadi... tolong jangan diambil hati, ya!"


Para pengawal terbelalak setelah mendengar ucapan Tanya. Mereka tidak bisa memercayai pendengaran


mereka. Sepertinya Fane memang salah satu dari mereka.


Terlebih lagi, Nona Tanya jelas mengenal pria itu dengan baik dan bahkan menyuruhnya untuk tidak merasa terganggu dengan mereka.

__ADS_1


Mengapa Nona Tanya berbicara kepadanya dengan sangat sopan?


"Tidak apa-apa. Persahabatan bisa tumbuh dari saling bertukar pukulan. Sekalian aku bisa lihat kekuatan


pengawalmu dan tahu bagaimana keadaan mereka!"


Fane mengayunkan tangannya dengan acuh tak acuh. "Jadi, bagaimana menurutmu pengawal pengawal keluargaku? Lumayan, kan?" Tanya cukup percaya diri dengan kemampuan pengawalnya.


Akan tetapi wajah Fane menunjukkan bahwa dia memiliki pandangan yang berbeda.


"Mereka hanya sedikit lebih baik dari orang biasa. Bagiku hanya sekelompok karung beras!"


"Karung beras?"


Saat mendengar itu, Harvey hampir pingsan saking marahnya.


Di Provinsi Tengah, mereka adalah yang terbaik di antara yang terbaik, yang telah dipilih secara khusus dari


perusahaan penyedia pengawal terkemuka.


Namun Fane menyebut mereka karung beras!


Wajah Tanya langsung menjadi muram. Berandalan ini terlalu jujur.


"Nona Tanya, apakah kau kesal? Aku memang suka blak blakan!"

__ADS_1


Bersambung.......


Terima kasih


__ADS_2