
Bab 94
Beruntung?
Semua orang yang ada di situ bukanlah orang bodoh. Keenam pisau itu mengenai Harvey dengan gagangnya. Jelas, itu bukan suatu kebetulan..
Selain itu, Harvey adalah pengawal dengan kemampuan tinggi. Jika dia saja bukan lawan Fane, siapa yang berani menantang Fane?
"Kau benar-benar luar biasa, Fane! Ayo pergi, aku pikir mereka bukan tandinganmu. Aku akan membawamu bertemu ayah, kakek, dan kakakku!"
"Setelah menemui mereka, aku akan mengatur tempat tinggalmu. Tentu saja, jika kau tidak memiliki rencana apa pun di sore hari ini, kau bisa menjemput istrimu dari tempat kerja. Jika kau punya keperluan, kau bebas pergi kapan saja kau mau. Kau bisa juga beristirahat di kediaman resmi keluarga Drake. Kau bisa memilih untuk tinggal di mana saja sesukamu!"
Tanya tersenyum lalu berjalan menuju ke dalam bersama Fane. Para pengawal itu saling berpandangan. l
Mereka lagi lagi tercengang. "Apa aku tidak salah dengar? Benarkah Nona Tanya baru saja mengatakan bahwa orang itu bisa pulang kerja kapan
saja dia mau?"
"Ya, dan dia tidak perlu tetap tinggal di kediamanKeluarga Drake. Dia boleh masuk kerja kapan saja."
Para pengawal benar-benar tercengang. Si berandalan itu dibayar dengan gaji 20 juta dolar tapi dia bisa menikmati kebebasan yang paling banyak di antara mereka. Siapa sebenarnya dia?
Pemimpin keluarga Drake terlalu baik padanya.
__ADS_1
***
"Kakek, Ayah, Kakak, ini Fane!"
Tanya tersenyum sambil memperkenalkan Fane ke kakeknya dan anggota keluarga Drake yang lain.
"Jadi, kau Fane?"
Timothy Drake menatap Fane, lalu mengerutkan keningnya.
Dia bertanya, "Mengapa kau tidak mengenakan sesuatu yang lebih layak pada hari pertamamu bekerja di sini?"
Fane menjawab pertanyaan itu dengan santai.
"Kau... " Timothy sangat marah.
Si brengsek ini baru saja mengejeknya, bukan?
Dia dibayar untuk menjadi pengawal mereka jadi mereka adalah bosnya. Bagaimana bisa dia berbicara dengan orang yang membayarnya dengan sikap seperti itu?
"Kau benar!"
Sebelum Timothy bisa menyelesaikan kalimatnya, Tuan Besar Drake mengangguk setuju.
__ADS_1
"Aku berhasil sukses sampai hari ini dengan masa lalu yang miskin dan penuh kesulitan. Ketika aku masih muda, yang aku kenakan hanyalah pakaian yang penuh tambalan dan dijahit tangan. Tetapi satu hal yang pasti, aku menjaga pakaianku tetap bersih. Itu mencerminkan pencapaian seseorang!"
Timothy terpaksa menahan lidahnya, oleh karena itu dia merasa sedikit tidak senang.
"Haha, Saudara Fane, kita sudah lama tidak bertemu. Kau dipersilakan untuk bergabung dengan Keluarga Drake! Jangan ragu untuk memberi tahu kami apa pun yang kau butuhkan!"
Timothy semakin tidak bisa berkata-kata ketika melihat ayahnya juga berbicara dengan sangat sopan kepada Fane.
Setelah berpikir sejenak, tiba-tiba dia menemukan cara untuk mempermainkan Fane.
Timothy tersenyum tipis dan berkata, "Saudara Fane, kami punya tradisi di sini. Keluarga Drake memiliki aturan bahwa setiap kali kami mempekerjakan pengawal baru, dia harus bertarung dengan salah satu pengawal kami untuk menunjukkan kekuatannya. Cara ini akan membantu kami untuk tahu seberapa terampil si orang baru!"
Selanjutnya, Timothy menyusun kata-katanya agar terdengar halus.
"Jangan tersinggung dulu. Bukan berarti kami menantangmu. Kami selalu memilih pengawal kami seperti ini. Meskipun adikku telah berjanji untuk mempekerjakanmu, aku merasa kami harus tetap menjalankan tradisi ini. Jika tidak, aku takut pengawal pengawal kami tidak akan teryakinkan setelah mengetahui seberapa besar gajimu!"
Fane tertegun sejenak sebelum akhirnya menjawab dengan acuh tak acuh.
"Bawa siapa saja yang masih belum yakin. Karena ini adalah tradisi keluarga Drake, maka aku dengan senang hati akan mengikuti aturan main!"
Bersambung......
Terima kasih
__ADS_1