
Bab 153
"Hehehe, supaya aku tidak membuka identitasku, kau yang nanti harus menawar mutiara bercahaya itu!" kata Fane sambil melepaskan tawa kecil.
"|ya!"
Lana tertawa getir saat menjawab.
Di rumah lelang. Ada sekitar tujuh hingga delapan puluh petugas keamanan yang mengenakan setelan jas hitam dan berdiri di sekeliling pintu rumah lelang. Mereka tampak penuh semangat dan berdiri tegak. Mereka tampak kuat.
"Apakah kalian berdua di sini untuk mengikuti lelang?"
Salah satu petugas keamanan bertanya ketika melihat Fane dan Lana.
"Tentu saja!" Lana tersenyum
Dia lalu dengan santai mengeluarkan selembar kartu hitam dan melambaikannya di depan petugas tersebut.
"Silakan masuk!"
Saat petugas keamanan mengenali kartu itu, dia segera mundur selangkah dan membiarkan mereka masuk.
__ADS_1
Ketika mereka tiba di ruang tempat lelang berlangsung, di dalamnya sudah penuh sesak. Fane dan Lana pun menemukan tempat di belakang dekat sudut ruangan dan duduk di sana.
"Apa yang dilakukan si Fane itu di sini?"
Pada saat itulah Ken Clark, yang sudah lebih dulu duduk menunggu lelang dimulai, melihat Fane.
Dia mengerutkan keningnya dan menatap Lana yang berada di samping Fane.
Dia lalu bergumam, "Ada yang salah, wanita di sebelah Fane bukanlah Selena. Lagipula, siapa wanita itu sebenarnya? Badannya bagus juga dan juga terlihat cukup seksi dan elegan!"
Sambil terus bergumam, mata Ken bersinar dan berkata, "Wanita itu tidak berpakaian seperti wanita biasa. Pakaiannya juga terlihat mahal. Bahkan arloji yang melingkari pergelangan tangannya adalah arloji mewah seharga beberapa juta dolar. Apakah diam-diam Fane mencari wanita kaya di belakang Selena?"
Si petarung utama Dan Jameson telah menasihatinya untuk tidak melawan Fane. Selain itu, Marsekal Dennis pun menasihatinya dengan hal yang sama pada hari itu.
Meski sedikit bingung, dia tetap tidak berani bertindak gegabah atau menghadapi Fane secara langsung.
Kenyataan bahwa mereka berdua takut pada Fane, menandakan bahwa Fane memang benar-benar orang yang mumpuni.
Namun, akan jauh lebih mudah jika masalahnya ada pada hubungan Selena dan Fane yang membuat Selena rela meninggalkan Fane.
Dengan pemikiran itu, secara naluriah dia mengeluarkan ponselnya dan diam-diam mengambil foto mereka berdua.
__ADS_1
"Sayang sekali mereka tidak bermesraan. Akan sulit membuktikan adanya afair kalau mereka tidak berpegangan tangan!"
"Namun, wanita itu memakai masker dan kacamata hitam. Jelas terlihat bahwa mereka memiliki beberapa rahasia yang tidak ingin diketahui orang lain. Wanita kaya itu mungkin takut suaminya mengenalinya, sehingga mendorongnya untuk memakai masker! Aku tidak menyangka Fane akan menjadi simpanan wanita kaya demi uang!"
Ken tertawa sendiri sambil menatap foto di layar ponselnya.
"Oh, bukankan Anda Tuan Muda Clark? Kau datang juga! Apa yang kau lakukan di sini sambil bergumam pada dirimu sendiri?"
Michael berada satu baris di belakang Ken dan mengenalinya. Dia pun langsung pindah duduk di sampingnya dan menanyakan pertanyaan itu.
"Kau di sini juga?"
Ken tertegun lalu melihat ke arah Fane saat berkata, "Aku melihat seraut wajah yang familier!"
"Bagaimana berandalan itu bisa masuk?"
Ketika Michael melihat ke arah yang ditunjukkan Ken, ekspresinya langsung meredup ketika melihat Fane.
Bersambung.....
Terima kasih
__ADS_1