
Bab 141
Ivan melihat ke sekelilingnya dan berjalan masuk sambil berbicara dengan Sonia. Beberapa saat kemudian, dia melihat ruangan manajer.
"Jadi, anda ini Tuan Muda Taylor. Biar aku beritahukan manajer kami!" ujar Sonia.
"Tidak perlu. Aku sudah menemukan yang aku cari. Bukankah ini kantor manajer? Gadis Cantik, kau urus saja urusanmu sendiri. Aku bisa masuk sendiri!" Ivan tersenyum.
Dia lalu berbalik dan memerintah pengawalnya, "Tunggu aku di pintu masuk!"
Setelah selesai berbicara, Ivan lalu membuka pintu ruangan manajer, masuk, dan segera menguncinya.
"Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" Selena bertanya dengan kepala yang masih tertunduk karena sibuk dengan pekerjaannya.
Saat mendongak, dia terkejut. "Ivan, kenapa kau di sini?"
Selena tidak punya perasaan khusus untuk Ivan. Bertahun tahun yang lalu, kakeknya marah dan mengkhawatirkan reputasi keluarga Taylor ketika mengusir seluruh keluarganya dari keluarga Taylor.
__ADS_1
Selena tidak menyalahkan kakeknya. Zeus Taylor, kakeknya itu, diam-diam memberitahunya bahwa begitu dia memutuskan menggugurkan kandungannya, dia bisa segera kembali ke keluarga Taylor.
Namun, dia yang sangat keras kepala dan bertekad untuk melahirkan anaknya. Bagaimanapun juga, sesuatu di rahimnya itu adalah sebuah kehidupan dan darah dagingnya sendiri. Anak itu tidak bersalah!
Zeus Taylor hanya mengusir keluarganya dari keluarga Taylor. Namun, itu tidak berakhir di situ. Beberapa perusahaan tidak berani mempekerjakan Selena dan itu semua karena Ivan yang saat ini berdiri di hadapannya.
"Haha, tak bisakah aku datang dan mengunjungimu tanpa alasan, Sepupu?" Ivan tertawa dan melihat desain ruangan Selena.
"Hmm... Bagus juga. Ruangan ini cukup besar dan desainnya terlihat bagus!"
Ekspresi wajah Selena terlihat dingin dan dia langsung duduk bersandar di kursinya.
"Hei, Sepupu, apa yang kau katakan? Kita adalah keluarga dan aku adalah sepupumu. Kita sering bermain bersama saat masih kecil, ingat kan?"
Ivan memainkan kartu 'hubungan keluarga sebelum akhirnya berkata, "Baiklah, aku akan berhenti bertele-tele. Perusahaanmu bertanggung jawab atas proyek di area kelas atas, South Hill Real Estate, bukan? Dan kau tahu bahwa keluarga Taylor punya bisnis material bangunan. Jadi, aku harap kita bisa bekerja sama demi keluarga Taylor!"
Ivan tersenyum percaya diri dan melanjutkan, "Aku percaya bahwa, sebagai sepupuku, kau tidak akan menolaknya, 'kan? Bagaimanapun juga, selama kita bisa bekerja sama dengan baik, kita bisa membantu keluarga Taylor memantapkan dirinya sebagai keluarga bangsawan kelas dua di Provinsi Tengah!"
__ADS_1
Selena tidak bisa berkata-kata dan wajahnya menjadi gelap.
"Baru beberapa hari sejak perusahaan realestat kami mendapatkan sebidang tanah tersebut. Kau pasti memiliki jaringan yang sangat andal untuk bisa tahu secepat itu!"
"Hei, Sepupu, kau harus dengar kata- katamu sendiri. Aku yakin bahwa aku bukan satu-satunya yang mendatangimu selama beberapa hari ini, 'kan? Keluarga lain yang menjual bahan bangunan juga akan berdatangan!"
Ivan tersenyum dan melanjutkan dengan percaya diri,
"Namun, aku yakin kebanyakan dari mereka akan datang dan kemudian pergi dengan sia-sia!"
"Haha, kau sangat yakin kalau kau tidak akan pergi dari sini dengan sia-sia juga?" tanya Selena.
Selena lalu tertawa dan berkata, "Sepupu, aku khawatir kau masih belum menyadarinya tapi setelah kau mabuk beberapa hari yang lalu, kakek dan ayahmu tahu bahwa aku bekerja di keluarga Drake. Mereka bahkan mengingatkanku untuk bersabar dan bersikap adil tentang kerja sama antara keluarga Taylor dan keluarga Drake. Mereka takut akan dibenci oleh orang lain. Mereka memintaku untuk bekerja sama hanya setelah aku menstabilkan pekerjaanku di sini!"
Bersambung...
Terima kasih
__ADS_1