Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 121


Selena maju dua langkah dan memberi penjelasan kepada Meyer.


"Manajer kami benar, Tuan Meyer! Orang-orang ini sengaja membuat keributan. Kau harus bertindak!"


Beberapa karyawan Selena mengangguk membenarkan dan membela atasannya.


"Tuan Meyer, pekerjaanku di sini hanya menemani minum para pelanggan. Ketika kau mempekerjakanku, kau bilang ini adalah pekerjaan paruh waktu dengan penghasilan 300 dolar per hari! Aku tidak mau menjual tubuhku!"


"T-tapi mereka-"


Meyer tiba-tiba melakukan hal yang tidak terpikirkan oleh semua orang. Sebuah tamparan keras pun melayang sebelum wanita itu bisa menyelesaikan kata-katanya.


"Persis seperti balok kayu!"


"Apa maksudmu, Tuan Meyer?" Sudut bibir Selena mengerut bersamaan dengan amarah yang menjalar naik ke seluruh permukaan tubuhnya.


Meyer hanya tertawa.


"Ada apa dengan kalian? Ini urusan internal perusahaan kami!" hardik Meyer.


Wanita itu terisak seperti kuntilanak yang sedang sekarat. Tangisannya terdengar begitu menyayat.


"Selain itu, bukankah kau sudah tahu apa yang akan terjadi saat kau datang ke sini untuk bekerja? Lagi pula, mereka adalah pelanggan VIP reguler kita! Mereka juga bukannya tidak membayarmu. Ribuan dolar dengan mudah akan kamu dapatkan. Jadi apa susahnya tidur dengan mereka sekali dua kali?"

__ADS_1


Meyer mencibir dengan nada arogan pada wanita itu dan kemudian melotot tajam ke arah Selena.


"Kau mendobrak pintu kami hingga hancur berkeping keping dan menghajar tamu VIP kami sampai berdarah darah. Sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan?" Dia menegur Selena.


"Dasar orang tidak tahu malu."


Selena menggertakkan gigi karena marah dan ekspresinya menunjukkan kekesalan. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan seorang bajingan yang menjijikkan.


"Dia itu pegawaimu. Saat kau merekrutnya, kau bilang padanya kalau dia tidak perlu tidur dengan tamu! Sekarang kau berbuat kejahatan dengan mengatakan yang sebaliknya......"


"Bla-bla-bla. Kau ini cerewet sekali,"


Meyer menatap Selena dengan penuh kebencian.


"Pokoknya ini salahmu. Ini tempat kami dan kau datang ke sini lalu melukai tamu kami yang berharga! Kau harus membayar kerugian kami sebesar sepuluh juta dolar!"


Karyawan-karyawan Drake Family Real Estate menarik napas panjang mendengar jumlah tersebut. Tidak banyak barang yang rusak; hanya sebuah pintu dan beberapa vas di dekat pintu. Mereka tidak menyangka harus membayar ganti rugi sebesar sepuluh juta!


"Kau... Ini benar-benar pemerasan. Lagi pula, orang-orang itu yang mulai lebih dulu! Jika ada kerugian yang harus dibayar, merekalah yang harus membayarnya! Mengapa meminta kepada kami?"


Selena mencoba berunding dengan mereka. Dia hampir bisa merasakan darah yang mendidih di sepanjang pembuluh darahnya.


"Maafkan aku. Aku sangat menyesal! Aku membuat kalian semua terlibat! Ini salahku! Aku minta maaf!"


Wanita itu tidak bisa menahan tangisnya lagi. Bagaikan air terjun, air mata terus turun membasahi pipinya. Dia berteriak seolah-olah seluruh dunia telah runtuh.

__ADS_1


"Ini semua salahku! Semuanya salahku! Aku menyeret kalian semua ke neraka bersamaku!"


Sonia dan Felicia saling bertukar pandang seolah-olah sinar matahari membanjiri jiwa mereka. Jauh di dalam hati, mereka berdua tersenyum.


Meyer ini bukan orang sembarangan. Selena dan Fane terpaksa harus mengucapkan selamat tinggal pada matahari terbit besok pagi kalau mereka tidak bisa mengeluarkan uang sepuluh juta kali ini.


"Tuhan telah menjawab doaku! Huh! Siapa suruh sok jadi pahlawan?" Sonia dalam hati mencibir penuh kemenangan.


"Ha ha! Kau tidak mampu membayarnya, bukan?"


Pria bertato itu mencemooh dengan nada berani dan arogan saat dia menyadari kalau Meyer dan anak buahnya memihak padanya.


Dia kemudian melihat lebih dekat ke arah Selena, air liur membasahi sudut bibirnya "Anjing betina kecil yang cerewet ini ternyata rupawan juga; bahkan lebih menggoda dibanding pelacur itu! Meyer, kalau cewek ini mau tidur denganku, kau boleh minta ganti rugi lebih sedikit."


Meyer kemudian tertawa, "Haha tentu saja! 3 juta dolar kurasa cukup!"


Geng pria bertato ini tidak hanya memberinya banyak keuntungan di bawah meja. Berkat mereka, pendapatan KTV ini selalu meningkat setiap bulannya! Mereka menduduki peringkat teratas dalam daftar tamu VIP.


Dibandingkan dengan si pria bertato dan anak-anak buahnya, Fane dan rombongannya hanyalah sekelompok karyawan perusahaan yang datang ke sini untuk sekedar bernyanyi dan sedikit memesan makanan. Meyer tidak ingin menyinggung perasaan geng tersebut hanya demi orang-orang desa yang malang ini.


"Teruslah bermimpi!"


Selena membalas dengan pandangan penuh kebencian. Kemarahan yang mendidih memenuhi rongga dadanya.


"Sayang, bolehkah aku memberi mereka pelajaran? Jika aku langsung menghajar mereka, aku sangat takut kau akan memberiku cap pria yang kejam dan ganas!"

__ADS_1


Bersambung......


Terima kasih


__ADS_2