
Bab 43
Xena merasa kesal. Dia menarik
lengan Ben dan mulai merajuk.
"Kakak, apa yang kau bicarakan? Xena adalah pacarku. Meskipun kami belum menikah, cepat atau lambat pernikahan itu pasti akan terjadi. Kita akan menjadi keluarga nantinya. Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu kepadanya?"
"Selain itu, Fane adalah orang yang menempatkanmu di posisi seperti ini tetapi kau masih memihak padanya. Aku benar benar tidak mengerti jalan pikiranmu," Ben berbicara atas nama Xena.
"Apapun yang terjadi, kami memiliki akta nikah. Secara resmi kami adalah suami istri, jadi kami adalah sebuah keluarga! Kau sendiri yang mengatakan kalau Xena belum menikah denganmu. Xena hanya akan menjadi bagian dari keluarga kita di masa depan, bukan sekarang. Jadi dia seharusnya tidak ikut campur dalam urusan keluarga kita!"
Sebenarnya Selena enggan mengatakan hal itu. Sepertinya dia sudah berprasangka buruk terhadap Xena.
"Aku tidak peduli, itu keputusanmu. Jika kau bersedia menikah dengan seorang tentara dan pria yang tidak berguna seperti itu, kami tidak dapat berbuat apa-apa!"
"Bukankah kau sendiri penyebab di mana kau berada hari ini? Jika kau tidak melakukan hal bodoh saat itu, kau pasti sudah menjadi kepala Grup Taylor sekarang! Harusnya kamu bisa jadi bos cantik tapi kamu bukan, benar-benar memalukan!" Xena berkata sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Jika kau tidak ingin bersikap peduli, tutup mulutmu!" Fane berkata dengan dingin setelah melihat bagaimana Xena memperlakukan Selena.
__ADS_1
"Kau..."
Xena sangat marah hingga dia mulai terengah-engah. Ekspresinya terlihat mengerikan.
"Dasar bajingan, kau membuat keluarga kita terlibat dalam kekacauan ini. Kau bukan hanya tidak meminta maaf, kau juga malah membuat marah pacarku. Kau minta dipukul, 'ya!"
Melihat apa yang terjadi, Ben yang biasanya selalu melindungi pacarnya segera berjalan mendekat dan mengepalkan tinjunya. Dia lalu meninju Fane.
"Ben, apa kau gila? Tidak peduli apapun yang terjadi, dia tetap kakak iparmu. Dia tidak melakukan kesalahan apapun saat itu. Kami berdua mabuk....."
Selena kini kesal melihat Ben ingin memulai perkelahian.
"Aku tidak bisa mempercayainya!"
Melihat pukulannya gagal mendarat, Ben maju dan mengarahkan tinjunya lagi.
Tentu saja serangannya tidak berarti apa-apa bagi Fane. Tidak peduli bagaimana pun dia mencoba, Fane tampaknya tahu ke arah mana Ben berusaha memukulnya dan selalu bisa menghindarinya.
"Sialan! Jika kau seorang laki-laki, berhentilah mengelak. Pahlawan macam apa kau ini jika selalu menghindari pukulanku!"
__ADS_1
Ben terengah-engah setelah melancarkan beberapa pukulan kosong. Dia berhenti dan meletakkan satu tangan di pinggangnya sambil menunjuk Fane dengan jari tangan lainnya.
"Karena kau adalah adik Selena, aku tidak ingin memukulmu. Dengan sekali pukul, kau pasti sudah terbaring di tanah sekarang! Melihat bagaimana kau bergerak, kau pasti jarang sekali berolahraga. Dengan kondisi seperti itu, kau akan mati seratus kali di medan perang!" ujar Fane dengan dingin.
"Aku...."
Ben merasa kesal, tetapi langsung ingat bahwa pria yang berdiri di depannya telah menghabiskan waktu lima tahun di medan perang. Bagaimana bisa dia mengalahkannya?
Akhirnya dia menepukkan tangan
dan berkata, "Aku tidak akan
membuang-buang waktuku untuk
orang kasar sepertimu!"
Ben lalu berbalik dan kembali melihat tas berisi uang tunai itu. Dia lalu bertanya dengan penuh semangat, "Ma, dari mana asalnya uang itu?"
Bersambung.....
__ADS_1
Terima kasih