Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 551


Selena juga terus menatap Xena. Dia juga merasa ada yang aneh dengan pacar adiknya akhir-akhir ini. Riasan dan pakaiannya semakin modis.


Selain itu, sekarang gadis itu memiliki beberapa tas merek ternama. Tas-tas itu pasti tidak murah.


"Berikan ponselmu padaku, Xena. Penjual itu bisa sangat mengganggu. Mereka terus melakukan panggilan telepon seperti ini dan itu sangat menjengkelkan. Aku akan menerima teleponnya dan akan memarahi mereka!"


Fiona langsung berkata ketika menyadari Xena bengong selama beberapa detik dan tidak mengangkat teleponnya.


Xena bahkan menjadi lebih ketakutan lagi. Dia menunjukkan senyum pahit.


"Tidak apa, Ma. Aku terlalu malas untuk menjawabnya. Orang-orang ini tidak memiliki waktu yang mudah untuk bekerja. Kadang mereka bahkan harus kerja lembur sampai larut malam karena tidak bisa menghabiskan kuota untuk hari ini,"


Setelah Fiona mendengar perkataannya, dia tersenyum sambil berkata, "Tidak pernah terpikir bahwa kau akan menjadi begitu berempati, Xena, berpikir demi orang lain! Ayo semuanya, ayo kita makan dan minum. Tidak perlu menerima panggilan yang menyebalkan jika kita tidak mau!"


"Betul sekali. Biarkan aku menuangkan anggur di gelasmu, Ma!"


Xena menghela nafas lega. Dia berdiri dan menuangkan segelas anggur untuk Fiona.

__ADS_1


Pada saat ini, ponselnya akhirnya berhenti berdering.


Fane tidak terusik dengan hal itu. Dia mulai dengan santai memanjakan dirinya dalam pesta di hadapannya.


Telepon tidak berdering lagi selama pesta tersebut.


Setelah mereka selesai makan, semua orang pun pulang.


Fane dan Selena kembali ke kamar mereka dan menutup pintu.


Barulah setelah itu Fane berkata, "Ada sesuatu yang aneh tentang Xena!"


"Mmhmm. Dia pasti memiliki seorang pria di sisinya.. Kalau tidak, kenapa semua pakaiannya baru? Dari mana asalnya? Harganya pasti cukup mahal dan dia mengganti beberapa tas!"


Fane tersenyum. "Dia mengatakan bahwa dia membeli semuanya sendiri. Aku tidak percaya sedikit pun. Mengapa dia tidak semewah ini sebelumnya jika dia punya uang sebanyak itu? Dari dulu dia bukan tipe wanita yang bisa menabung!"


"Lalu apa yang kita lakukan? Sebelumnya adikku tidak memercayaimu saat kita mengetahui bahwa Xena berencana untuk mengambil uang orangtuaku dengan gengnya. Adikku justru percaya padanya. Menurutku Ben sangat mudah tertipu!"


Selena mengerutkan keningnya. "Sebuah keajaiban jika Ben tidak menderita kerugian saat terus bersama wanita ini, dengan dia yang begitu mudah tertipu!"

__ADS_1


"Wanita ini benar-benar mata duitan. Sudah kubilang, aku akan berpikir untuk membunuhnya saat mengejar perampok motor itu. Tapi aku menyelamatkannya karena melihat dia seorang wanita dan pacar adikmu, jadi aku menyuruhnya untuk pergi!"


"Aku tidak pernah berpikir bahwa dia akan memiliki keberanian untuk kembali ke sisi Ben. Namun, sepertinya dia tidak banyak berubah. Aku pikir dia akan membalik lembaran baru dan benar-benar ingin bersama adikmu! Siapa sangka dia ternyata tidak mengubah tabiatnya sama sekali jika menilai dari sikapnya beberapa hari ini!"


Fane mengepalkan tangannya. Ekspresi dingin berkilat di matanya.


"Karena adikmu sangat mudah tertipu, aku hanya harus membunuh Xena saja. Temukan saja kesempatan dan habisi dia! Dengan cara ini, adikmu harus menyerah padanya!"


Selena kaget mendengarnya. "Tidak mungkin. Dia masih pacar adikku dan kita akan membunuhnya karena curiga dia bersama laki-laki lain? Bagaimana jika kita salah? Selain itu, aku sudah bilang padamu kalau ini bukan medan perang. Berhentilah mencoba menggunakan kepalan tanganmu untuk menyelesaikan setiap masalah!"


Fane merasa malu. Istrinya masih sangat baik dan murah hati.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku akan mendengarkanmu!"


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2