Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 115


"Aku sudah beberapa kali ke rumah kediaman resmi keluarga Drake. Aku telah melihat semua pengawal di sana kecuali beberapa kepala pengawal yang belum pernah kulihat seumur hidupku. Aku sudah melihat mereka semua tapi tidak melihat suamimu!"


"Selain itu, kau dan aku beda status. Tidak masalah bagiku apakah kau melihatku atau tidak!"


"Oh, aku juga baru mulai bekerja hari ini. Wajar jika kau belum melihatku!" ujar Fane.


Fane mempertahankan ekspresi acuh tak acuhnya. Tanpa lelah dia menambahkan makanan favorit Selena ke piring istrinya.


Semua karyawan lain terbelalak karena sepertinya Fane tidak berbohong. Di saat yang sama, semua orang tahu Sonia adalah kerabat keluarga Drake. Kalau tidak, dengan kemampuan Sonia, akan sulit baginya untuk bertahan di posisinya selama bertahun-tahun.


"Hehe... Tidak masalah karena menurutku kau masih berbohong! Tidak apa-apa kalau gajimu rendah, kami tidak akan menertawakanmu. Lagi pula, kau adalah suami manajer kami, bukan? Jika manajer tidak keberatan, kami juga tidak keberatan!" Sonia mengejeknya lagi.


"Kau benar, istriku tidak mempermasalahkan gajiku, Jadi, kenapa kau banyak bicara?"


Fane sedikit kesal. Dia baik-baik saja jika orang lain mengejeknya tetapi mereka telah menyerang Selena juga.


Selena telah melalui banyak hal selama lima tahun untuknya. Dia tidak ingin istrinya dicemooh lagi.

__ADS_1


Dia menunjuk ke piring yang penuh berisi makanan di atas meja di depannya.


"Kau sudah memesan begitu banyak makanan tapi semua itu bahkan tidak bisa menghentikanmu untuk terus mengoceh?"


"kau--"


Sonia berdiri dengan marah. Betapa saat ini dia berharap bisa berjalan mendekat dan langsung menampar Fane.


Namun, Fane bukan bawahannya. Dia adalah suami Selena dan Selena adalah atasan langsungnya.


"Haha! Kenapa kau tidak buktikan kepadaku kalau kau memang seperti yang kau bilang? Kalau tidak, maka kau hanya seorang pembohong!"


Akhirnya, dengan menahan amarah di hatinya, Sonia kembali duduk di kursi.


"Ya. Buktikan padaku biar aku lihat pengawal seperti apa yang bisa mendapatkan gaji dua puluh juta dolar sebulan!"


Sonia awalnya tidak tertarik untuk bertaruh, tapi dia sudah mulai merasa sangat kesal dengan Fane.


Dia berdiri lagi dan menyilangkan tangan di depan dadanya.

__ADS_1


"Aku beri waktu sepuluh menit. Jika kau tidak dapat membuktikan bahwa gaji bulananmu dua puluh juta, apa yang boleh aku lakukan?"


Fane berpikir hati-hati lalu menjawab, "Bagaimana kalau aku membiarkanmu menampar wajahku?"


"Ya, aku sangat menantikannya!" Sonia langsung setuju dan melihat jamnya.


"Kalau begitu sudah waktunya aku tunjukkan sekarang!"


Sonia kemudian ingat sesuatu, dia kemudian menoleh ke arah Selena.


"Ngomong-ngomong, kau adalah manajerku. Ini adalah taruhan pribadi antara suamimu dan aku, jadi aku minta kau tidak membalas dendam padaku karena hal ini. Lagi pula, taruhan ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan!"


"Itu bagus. Sekarang kita menunggu pertunjukan yang menarik!"


Sonia tersenyum penuh percaya diri.


Sonia yang sombong sama sekali tidak menghormati manajernya. Selain itu, Selena akan membayar semua tagihan malam ini. Sangat mendebarkan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Hehe. Jangan khawatir, aku tidak akan menyusahkanmu hanya karena hal semacam ini!" Selena tersenyum.

__ADS_1


Bersambung........


Terima kasih


__ADS_2