Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 104


Setelah semua karyawan pergi, Selena keluar dari kantor dengan lesu. Wajahnya terlihat masam. Dia hanya mengantongi uang 100 ribu dolar, tetapi makan malam dan karaoke dengan mudah bisa menghabiskan lebih dari 300 ribu dolar. Dia merasa stres.


Namun, Selena tidak punya pilihan lain. Seandainya dia membiarkan Sonia menang, dia akan mengalami hari-hari yang menyedihkan di perusahaan ini selama dia bekerja di sini.


Selain itu, meskipun makan malam ini membutuhkan banyak biaya, dia dibayar dengan gaji yang cukup besar. Asalkan bisa mendapatkan gaji pertamanya, dia akan terbebas dari situasi keuangan yang sulit.


Setelah memeras otak dan tetap tidak dapat menemukan solusi yang paling tepat, akhirnya dia memutuskan untuk menelepon Fiona. Fane telah menarik uang satu juta dolar sebelumnya dan ada sekitar 800 ribu dolar yang dipegang Fiona.


Rencananya dia akan meminjam uang dari Fiona terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah ini.


" Ma..."


Selena berkata dengan lembut begitu Fiona menjawab panggilan itu.


"Selena, bagaimana kabarmu di tempat kerja?"


Fiona bertanya dengan cemas tanpa menunggu Selena berbicara lebih banyak.

__ADS_1


"Selena, dengarkan aku. Kami telah memutuskan bahwa yang terbaik untukmu adalah jika kau menceraikan Fane. Semakin cepat semakin baik. Mungkin kau harus mengambil cuti besok atau lusa untuk mengurus surat cerainya. Jika tidak, laki-laki pemarah itu akan menyebabkan banyak masalah untuk kita..."


Selena terdiam beberapa saat.


"Ma, tidak usah repot-repot memberitahuku soal itu. Aku tidak akan menceraikan Fane. Bahkan jika dia tidak bisa membayar uang tiga puluh juta dolar pada hari ulang tahun Kakek yang ke-70 atau memberi kita hadiah apa pun, aku akan tetap tinggal bersamanya!"


"Kau... Mengapa kau begitu keras kepala? Kita menjadi seperti ini karena kau tidak mau mendengarkan kakekmu dan aku. Jika dulu kau mau menggugurkan anak itu, kita tidak akan berakhir seperti ini. Mengapa aku melahirkan anak perempuan yang begitu tidak berbakti? Betapa menyedihkannya hidup ini..."


Fiona terus menerus menggerutu di telepon....


Selena kehilangan kata-kata. Karena tidak ingin larut dalam masalah ini lagi, dia pun memutuskan untuk


"Aku meneleponmu karena ada keadaan darurat, Ma. Aku butuh uang. Bisakah kau mentransfer 300 ribu dolar kepadaku sekarang?"


"300 ribu?"


Begitu tercetus kata uang, suara Fiona langsung naik beberapa oktaf.


"Mengapa kau membutuhkan uang sebanyak itu?" Dia tergagap.

__ADS_1


"Bukankah kau bekerja di sana untuk menghasilkan uang? Untuk apa uang itu? Jangan bilang padaku bahwa Fane yang konyol itu menabrak mobil mewah seseorang dengan skuter listriknya!"


Selena tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tidak habis pikir dengan imajinasi konyol ibunya.


"Ma, omong kosong apa yang kau bicarakan?" Ujarnya sengit. "Transfer saja uangnya. Aku membutuhkannya sekarang juga. Hari ini hari pertamaku di tempat kerja dan aku ditunjuk sebagai manajer. Jadi aku mengajak semua karyawan di departemenku untuk keluar makan malam!"


"Mengapa kau membutuhkan uang sebanyak itu hanya untuk makan? Berapa banyak orang yang ada di departemenmu? Mengapa kau membutuhkan uang sebanyak itu? Bukankah kau punya uang 100 ribu dolar? Seharusnya itu sudah cukup, "kan?"


"Kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku, 'kan? Fane pasti mendapat masalah lagi. Apa ada yang memintanya untuk membayar? Katakan pada mamamu ini dengan jujur. Apa yang sedang terjadi..."


Fiona terus mengoceh di ujung telepon.


Selena sangat marah sehingga dia menjawab omelan ibunya dengan singkat,


"Ma, bisakah kau mentransfernya sekarang? Aku akan membayarmu kembali setelah gajian. Aku akan memberimu tambahan 100 ribu dolar lagi, oke? Anggap saja aku meminjam uang darimu,"


"Tapi bagaimana cara mentransfernya? Fane memberiku uang tunai dan aku belum menyimpannya di bank. Selain itu, jika kau tidak mau memberitahu apa yang akan kau lakukan dengan uang itu, aku tidak akan memberikannya kepadamu!"


Bersambung.......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2