Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 92


"Nona Tanya, apakah kau benar-benar ingin orang ini menjadi pengawalmu? Dia orang yang sombong!"


Seorang pengawal berwajah panjang dan suram bertanya Dia sangat ingin memukul Fane. Setidaknya, itulah yang ingin dia lakukan beberapa saat yang lalu. Sayangnya, bahkan sebelum berhasil mendekati Fane, dia terlempar keluar lapangan dengan sebuah tendangan.


"Dia pengawal yang baru saja kupekerjakan kemarin! Fane Woods!" Tanya memperkenalkan Fane dengan senyum manis.


"Gajinya memang 20 juta dolar sebulan. Jika kalian tidak senang mengenai hal itu, silakan protes langsung ke Fane, yal"


Tanya tersenyum pada Fane.


"Fane, aku yakin kau tidak akan keberatan untuk menerima tantangan jika kau bilang mereka itu hanyalah karung beras!"


"Tentu saja!" Fane menjawab dengan tenang.


"Dasar brengsek. Tunjukkan apa yang kau miliki. Aku menantangmu hari ini!"


Harvey semakin kesal saat dia semakin memikirkan perkataan pengawal baru itu. Dia tidak pernah disebut karung beras seumur hidupnya. Dia juga belum pernah


dipandang serendah ini sebelumnya.


"Jadi, memang benar dia mendapat gaji 20 juta dolar. Wakil Komandan Harvey, sikat dia! Mari kita lihat apakah si brengsek ini sepadan dengan gajinya!"


Para pengawal pulih dari keterkejutan setelah mendengar jumlah gaji Fane. Mereka menggerutukan komentar dengan rahang terkatup dan dengan kebencian menyelimuti wajah mereka..

__ADS_1


"Bocah, jangan menuduhku merundungmu. Aku paling ahli


dalam melempar pisau!"


Setelah menimbang dengan cermat, Harvey mengeluarkan beberapa pisau dan mengejek Fane.


"Wakil Komandan Harvey, si berandalan itu sangat cepat dan kuat. Tapi aku yakin kau akan menang jika kau menggunakan pisaumu!" ujar seorang pengawal.


Dia tahu betapa cepat dan akuratnya Wakil Komandan Harvey dalam melempar pisau. Dia yakin Fane tidak akan punya kesempatan untuk mendekati Harvey.


"Baiklah. Jika kau pandai melempar pisau, maka aku pandai menangkap pisau dengan tangan kosong!" Fane


menjawab dengan santai.


Sudut mulut Harvey bergerak-gerak setelah mendengar komentar Fane Orang ini berani mengolok-olok kemampuannya.


cepat.


"Swish!"


Pisau itu melesat dengan kecepatan yang menakutkan. Gerakannya membuat suara angin pecah yang hampir tidak disadari oleh orang biasa.


Namun di detik berikutnya, Fane mengulurkan telapak tangannya dan berhenti di udara. Pisau terbang itu terjepit di antara telunjuk dan jari tengahnya.


"Tidak mungkin, bagaimana dia bisa menghentikannya? Pisau itu sangat cepat!"

__ADS_1


Suara itu datang dari pengawal yang agak gemuk. Setelah menyaksikan kejadian itu, matanya terbelalak tak percaya.


"Dengan kecepatan seperti itu, momentum dan efeknya akan sangat kuat. Pisau terbang Wakil Komandan Harvey biasanya akan tertancap dengan cukup dalam jika mengenal pohon. Tapi, si berandalan itu bisa


menangkapnya dengan jari-jarinya!"


Pengawal lain juga tercengang. Seorang pengawal yang digaji 20 juta dolar sebulan sepertinya memang benar benar luar biasa.


"Ha! Itu tadi baru pemanasan!" Ekspresi wajah Harvey meredup.


Lima pisau yang tersisa di tangannya pun melesat pada saat yang bersamaan dan semuanya mengarah langsung ke Fane.


Pisau-pisau tersebut ditembakkan dengan kecepatan yang sama tetapi dari posisi yang berbeda.


"Dasar kau berandalan, aku ingin melihat apakah kau bisa menghentikan begitu banyak pisau terbang sekaligus!"


Harvey menertawakan Fane di dalam hati. Dia telah menyempurnakan seni melempar pisaunya. Dia yakin kali


ini Fane tidak akan bisa menangkap pisau-pisaunya.


Tapi sayangnya, kekurangan dari melempar begitu banyak pisau pada saat yang bersamaan adalah kekuatan serangannya akan melemah.


Selain itu, akan sulit untuk membidik target. Jika jarak. target terlalu jauh, akan sulit bagi kelima pisau tersebut untuk mengenainya.


Bersambung.......

__ADS_1


terima kasih


Terima kasih


__ADS_2