Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 312


"Xena, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tidak menjawab teleponku?!"


Ben akhirnya menemukan Xena di warnet . Dia menarik gadis itu ke pinggir jalan dan bertanya.


"Berhentilah mencariku. Lebih baik kita putus!" ujar Xena sambil menatap Ben.


"Putus? Mengapa kau mau putus? Bukankah kita baik-baik saja dan kau akan menikah denganku?"


Ben tidak bisa menerima kenyataan. Dia mundur dua langkah dan merasa seperti disambar petir.


"Haha, kenapa? Karena uang. Siapa yang tahu kalau ternyata kau sangat miskin!" Xena sangat marah saat mengingat kembali bagaimana Fane hampir membunuhnya sore itu.


Sepertinya Ben tidak tahu apa yang terjadi hari itu.


"Uang?" Ben tercengang saat mendengar alasan Xena. Dia lalu memohon, "Xena, jangan khawatir, kita akan kaya. Apakah kau membutuhkan uang? Mamaku punya uang. Aku bisa mendapatkannya dari mamaku jika kau membutuhkannya!"


Xena merasakan jantungnya berdetak kencang ketika menyadari bahwa Ben memercayainya.


Kakaknya memiliki gaji yang besar dan gaji Fane bahkan lebih besar lagi.

__ADS_1


Dia tidak punya tabungan dan tidak punya tempat tinggal karena telah menghabiskan semua uangnya.


Jika dia putus dengan Ben, akan sulit baginya untuk berhubungan dengan pria kaya lainnya.


Mengapa tidak memikirkan cara untuk melanjutkan hubungannya dengan Ben dan melihat apakah akan ada peluang lain untuk menemukan lelaki tua kaya.


'Betul sekali. Fane adalah saudara ipar Ben. Tidak mungkin dia membunuhku di depan Ben, bukan? Selain itu, Fane bekerja dengan keluarga Drake dan orang-orang yang berhubungan dengannya juga berasal dari keluarga itu. Ada kesempatan bagiku untuk lebih dekat dengan Tuan Muda Drake jika aku mendapat kesempatan untuk bertemu dengannya. Jika seperti itu, status sosialku akan meningkat pesat!' Xena mengubah idenya setelah memikirkannya.


Dia menggigit bibir merah seksinya dan berkata dengan ekspresi sedih, "Ben, aku tidak ingin putus denganmu... Tapi aku telah berbuat salah kepada keluargamu. Maukah kau memaafkanku?"


Ben langsung merespon saat mendengarnya. "Xena, jangan khawatir. Aku akan memaafkanmu tidak peduli apa yang kau perbuat asalkan kau tetap bersamaku. Aku yakin pasti ada alasan dibalik apa pun yang kau lakukan itu!"


"Tidak apa-apa, berhentilah menangis dan biarkan aku membawamu keluar untuk makan enak!" Kata Ben sambil tersenyum.


Xena mengangguk. "Kedengarannya bagus. Tapi, kita tidak usah pulang dan bermalam saja di warnet. Aku melakukan sesuatu yang salah dan orangtuamu marah karenanya. Beri mereka waktu untuk menenangkan diri sebelum aku kembali!"


"Tentu, ayo kita pergi. Aku akan membawamu ke restoran Honor of Kings!" Ben sangat senang.


Awalnya dia ketakutan ketika Xena meminta putus. Namun saat ini dia tiba-tiba merasa seolah-olah telah menemukan sesuatu yang hilang. Yang dia inginkan hanyalah menghargai gadis dalam pelukannya ini.


Keduanya pun pergi dengan cepat.

__ADS_1


*****


Ketika Fane melewati taman kanak-kanak dengan mobilnya, dia menoleh dan wajahnya menjadi gelap ketika melihat sesuatu.


Dia melihat dua laki-laki mengepung pelayannya, Jenny, dan Kylie di sebuah sudut.


Di saat yang sama, salah satu dari mereka mendorong Jenny dengan keras.


Skuter listrik Jenny pun terjatuh dan rusak.


"Orang jahat!" Kylie menatap kedua laki-laki itu dan berteriak dengan keras.


"Bajingan kecil, kau tahu apa? Mengapa kau ikut campur masalah orang dewasa ?" Pria itu tersenyum dingin dan mendorong Kylie.


"Kylie!"


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2