Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 338


"Dia semakin kurus! Dia pasti semakin kurus!"


Nyonya George sangat bersemangat. Sungguh, ini sebuah keajaiban.


"Aku akan menimbang diriku sendiri dan melihatnya!"


Sharon tidak bisa lagi menahan kegembiraannya. Dia segera melompat ke timbangan pertama.


Sharon menarik nafas dalam-dalam saat menimbang badannya. "Astaga, beratku 97,5 kg sekarang. Sungguh luar biasa! Aku kehilangan 4 kg lagi. Beratku masih turun 4 kg meski timbangan ini tidak berfungsi!"


"Jadi kau pasti bisa kurus!"


George tampak sangat senang. Dia mengamati putrinya, memperhatikannya, keringat George membanjiri tubuhnya, dia terlihat sangat bersemangat. Jadi, sepertinya tidak akan ada komplikasi untuk saat ini.


Sharon dengan bersemangat berlari ke timbangan yang lainnya lalu mengamati angkanya, dan segera setelah itu, dia melompat kegirangan. "Ibu, Ayah, ke sini dan lihatlah. Angkanya sama! Berat badanku 97,5 kg. Luar biasa!"


97,5 kg mungkin masih terlalu berat untuk gadis-gadis lain. Mereka mungkin akan merasa bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk merayakannya. Itu bukanlah angka yang akan membuat mereka bahagia.

__ADS_1


Namun, angka-angka ini membuat Sharon sangat gembira. Dia selalu ingin menurunkan berat badan; dia akan bahagia sepanjang hari meskipun hanya kehilangan berat satu kilo.


Sebelumnya, mimpi itu terasa seperti dalam khayalan baginya.


"Totalnya sudah 8,5 kg. 8,5! Dan ini masih siang. Siapa tahu kau benar-benar bisa menurunkan berat badanmu dalam waktu 15 malam!"


Seorang pelayan juga sangat gembira. Dia selalu mengawasi dan mencatat hasil timbangan Sharon. Pelayan itu tahu betapa banyak pelecehan dan rasa malu yang Sharon terima dari orang lain selama dua, tiga tahun terakhir.


"Ibu, Ayah, lihat, "kan? Apa yang kubilang padamu? Fane tidak akan pernah berbohong padaku! Dia seorang tentara, tentu, tapi dia juga seorang dokter. Dan dia adalah dokter yang luar biasa bagiku!"


Ekspresi Sharon terlihat sangat bahagia. Sebuah pikiran kemudian terlintas di benaknya saat dia melanjutkan kalimatnya, "Bukankah kau sudah seharusnya melepaskannya?"


George tersenyum dan melanjutkan, "Ayo, beri mereka tempat duduk dan persiapkan makanan untuk mereka. Mereka semua adalah tamuku sekarang. Kalau putriku baik-baik saja, aku pasti akan mengucapkan terima kasih!"


Kegembiraan muncul di wajah Fiona ketika dia mendengar kalau George akan 'mengungkapkan rasa terima kasihnya'. Sangat jelas terlihat kalau Sharon dalam masa proses penurunan berat badan.


Jika Fane benar-benar ahli dalam pengobatan dan benar benar dapat mengobati penyakit Sharon, semuanya akan sempurna. Tidak masalah kalau George tidak memberi mereka uang; suatu kehormatan tersendiri kalau George menjamu mereka makan malam.


Kalau mereka bisa menjalin hubungan baik dengan keluarga George, mereka tidak perlu mengkhawatirkan masa depan. Mereka akan memiliki keluarga lain untuk diandalkan.

__ADS_1


Berdasarkan apa yang terlintas dalam benaknya, Fiona terkekeh dan segera berbicara, "Maafkan kami kalau begitu. Ya ampun, kami tidak pernah menyangka kalau menantu kami juga ahli dalam bidang kedokteran. Dia mungkin bertemu dengan beberapa dokter ahli dan belajar banyak dari mereka saat dia menjadi tentara!"


Kebencian memenuhi dada Joan. Ketika awalnya mereka mendengar bahwa mereka akan dibunuh, Fiona dan yang lainnya sangat membenci Fane sampai-sampai mereka bersiap untuk segera memutuskan semua hubungan dengan Fane. Mereka bahkan mengatakan kalau Fane bukan anggota keluarga mereka.


Sekarang saat situasinya terlihat menguntungkan bagi mereka, Fiona tidak hanya memanggil Fane dengan sebutan menantunya, tetapi Fiona mengatakannya dengan mudah!


"Oh tidak. Oh-perutku. Sakit lagi!"


Setelah Sharon beristirahat sebentar, dia tiba-tiba memegangi perutnya lagi. Namun kebahagiaan menari nari di matanya. "Aku pikir, aku akan menurunkan berat badan lagi!"


"Hah! Ayo, ayo!"


Nyonya George tak bisa menahan senyum. Dia tidak terlalu khawatir kali ini.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2