Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 47


Andrew tidak menyangka kembalinya Fane membawa harapan baginya.


"Fane, ingat kata-katamu. Jika suamiku tidak membaik selama satu minggu, kau tanggung risikonya!" kata Fiona sambil meraih kerah Fane. Dia juga sedikit bersemangat.


"Bu, kau akan melihat hasilnya dalam waktu dua hari ini!" Fane menjawab sambil tersenyum.


"Oke, kita akan lihat!"


Setelah mengatakan itu, Fiona melihat ke arah tas berisi uang tunai dan membawanya kembali ke dalam rumah untuk menyembunyikannya.


Menjelang siang, Ben kembali bersama Xena dengan beberapa set pakaian di tangannya. Xena tampak lebih cantik dari sebelumnya.


Kylie mengenakan pakaian yang Fane belikan kemarin. Dia terlihat manis dan berkelas.


Setelah mengeringkan pakaian yang dia taruh di mesin cuci kemarin, Selena mengenakan gaun yang dibelikan Fane dan ternyata dia lebih cantik dari Xena.


"Kakak, kau cantik sekali dan pantas menyandang gelar sebagai wanita tercantik di Provinsi Tengah. Anakmu sudah berusia 4 tahun tapi kau masih terlihat mengagumkan. Aku tidak tahu sebelumnya kalau kau sudah menikah!" Xena berjalan mendekat memuji Selena.

__ADS_1


"Ah, aku tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu. Kau lebih enerjik, Xena!" Kata Selena acuh tak acuh. Dia tidak terlalu peduli dengan pendapat Xena.


"Ayo pergi, ayo pergi, kita tidak boleh terlambat dan jangan biarkan kakekmu menunggu kita. Dia pasti murka kalau kita terlambat!"


Fiona melirik jam dinding. Sudah terlambat.


Keluarga itu pergi lalu memanggil taksi. Mereka tiba di depan pintu masuk Hotel Dorsett.


Hotelnya sangat bagus. Di bawah sinar matahari, bangunan megah itu tampak sangat berkilau dan berkelas.


"Orang-orang yang makan di sini adalah orang kaya dan terkenal dan kami sebagai keluarga Taylor jarang datang ke sini!" Andrew berdiri di lobi luar hotel, meratap. "


"Papa, ayo masuk."


Xena berjalan menggandeng Andrew, memanggilnya 'papa' dengan sayang.


Namun, Fane melihat Selena mengerutkan dahi melihat sikap Xena terhadap ayahnya.


Sementara itu di kediaman keluarga Wilson, Michael berdiri melihat kedatangan Ivan yang dengan cepat berlari ke arahnya. Dengan penuh

__ADS_1


semangat Ivan lalu bertanya, "Tuan Muda Wilson, bagaimana kabarnya? Apa kau menikmati kencanmu tadi malam?"


"Menikmati kencanku? Haha, tentu saja!"


Michael mencibir dan menjawab dengan sinis. Dia masih kesal dengan apa yang terjadi tadi malam. Bukan hanya karena dia gagal mendapatkan gadis mana pun, restorannya pun dipermalukan tadi malam, citra yang dia jaga di depan Selena hancur.


Dia mungkin tidak akan pernah mendapatkan kesempatan bersama Selena lagi.


Ivan tidak menyadari betapa marahnya Michael saat ini. Dia melanjutkan perkataannya sambil tersenyum, "Sepupuku itu tubuhnya bagus dan luar biasa jadi kau pasti sudah berfoto mesra dengannya, kan? Cukup kau ancam dia dengan foto itu, setiap kau telepon dia pasti akan datang. Aku sudah memikirkan siasat ini untukmu. Beri Selena uang sesering mungkin, dia pasti akan menyerah kepadamu suatu hari nanti dan akhirnya menikahimu!"


"Lihat, ini kontrak kerja sama kita, mari kita tanda tangani. Aku sudah menyuruh pegawaiku untuk menyusun kontrak baru dalam semalam sesuai dengan kesepakatan kita kemarin!" Ivan menyerahkan lembaran kontrak itu kepada


Michael sambil tersenyum.


Michael melihat kontrak itu sekilas, mencibir, lalu merobeknya menjadi serpihan serpihan kecil!


Bersambung......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2