
Bab 156
"Tergantung! Beberapa orang berpikir kalau Selena itu paling cantik dan lebih feminin dibanding wanita-wanita lain, ya karena di usia 25 hingga 26 tahunlah wanita terlihat paling menarik!"
"Tapi Rue adalah wanita muda yang masih sangat polos dan selain itu, dia baru berusia 22 tahun serta masih lajang. Semenjak semua orang mendengar tentang pernikahan Selena dan bagaimana dia sudah memiliki seorang anak, para tuan muda yang dulu mengejar Selena kini beralih ke Rue!"
"Lagi pula, aku pikir mereka berdua mempunyai kecantikan yang lain daripada yang lain. Oh ya, bukankah Dewi Perang sedang berada di Provinsi Tengah? Dia juga termasuk wanita cantik karena tubuhnya yang luar biasa dan terlihat sangat eksotis. Sayang sekali statusnya terlalu tinggi dan hampir mustahil untuk mendapatkannya!"
Seorang pengusaha kaya lain mengatakan itu dengan senyum pahit.
"Hei, kau dengar? Seseorang menyebutmu wanita cantik." Setelah Fane mendengar obrolan mereka, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda Lana.
Lana mengangkat kepalanya dengan bangga lalu berkata, " Yah, tentu saja, tapi apa yang mereka maksud dengan eksotis? Aku tersinggung. Bukankah aku terlihat seperti wanita muda yang polos, pada lirikan pertama?"
Akan tetapi, pada saat itu juga, Ken dan Michael sebenarnya sudah mendekati mereka.
"Ya ampun, bukankah kau suami Selena, Fane?"
__ADS_1
Berdiri di depan Fane, Michael dengan sengaja meneriakkan nama Fane dengan keras agar semua orang yang ada di sekitar mereka mendengar perkataannya.
Seperti yang Michael harapkan, banyak orang, termasuk Rue yang baru saja tiba, menoleh untuk melihat ke arah mereka setelah mendengar dia menyebut nama Fane.
"Itu suami Selena?"
"Dia tidak mati dalam pertempuran? Setelah menjalani wajib militer selama lima tahun, dia akhirnya kembali?"
"Ada banyak veteran perang yang kembali baru-baru ini. Sepertinya bocah pengantar makanan itu belum mati dan telah kembali bersama mereka!"
Seketika, suara obrolan terdengar memenuhi ruangan.
Fane terkekeh tapi ekspresinya segera meredup. Dia berkata, "Naksir istri orang itu bukan kebiasaan yang bagus, loh. Ditambah lagi, kalian berdua tipe yang suka memepet meskipun Selena jelas-jelas tidak punya perasaan buat kalian."
"Kau..."
Baik Michael maupun Ken mengepalkan tangan mereka pada saat bersamaan. Mereka sangat marah karena Fane berani menyebut mereka sebagai orang yang suka memepet.
__ADS_1
Akan tetapi, wanita seperti Selena adalah tipe wanita yang akan mereka pepet dengan rela.
"Heheh, Fane, kau mencoba membuatku marah,kan? Aku tidak akan tertipu oleh akal bulusmu!"
Tidak butuh waktu lama buat Ken untuk tersenyum lagi saat memandang Lana yang duduk di samping Fane. Dia kemudian berbicara sambil tersenyum, "Siapa wanita ini, Fane? Kalian berdua sengaja memilih duduk di sudut terjauh di ruangan terbuka yang luas ini. Jangan sampai kau berani bilang padaku kalau kau tidak mengenalnya!"
"Hehehe, sepenting itukah bagaimana hubunganku dengan wanita ini buat kalian? Apa urusannya dengan kalian berdua?"
Di mata Fane, keduanya tidak lebih dari lalat-lalat yang mengganggu.
"Yang benar saja, kau tidak berani bilang, "kan?"
Balasan Fane membuat mereka semakin kesal.
Bahkan jika Fane memberi tahu tentang hubungannya dengan Lana, mereka tidak akan berani untuk mengonfirmasi hal itu. Namun, Fane tidak cukup berani untuk memberi penjelasan tentang hubungannya dengan Lana. Karena itu, di mata mereka, Fane bersalah dan takut orang-orang akan mengetahui tentang dirinya yang menjadi laki-laki simpanan.
"Aku tidak menemukan alasan kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu!" Fane terkekeh dingin dan mulai merasa tidak senang.
__ADS_1
Bersambung.....
Terima kasih