
Bab 189
"Mmhh!"
Sebelum dia selesai berbicara, seseorang menundukkan kepala dan mendaratkan ciuman ke bibir merahnya.
Mata Selena langsung terbuka lebar. Dia tercengang.
Selena tidak pernah mengira Fane begitu berani, menciumnya seperti itu.
Jantungnya berdegup kencang tak terkendali dan dia merasa lututnya lemas!
"Pergi!"
Begitu tersadar, dia segera mendorong Fane menjauh. Kemudian dia berkata dengan marah, "Brengsek kau! Bagaimana- Bagaimana kau bisa menciumku seperti itu...! Seharusnya aku tidak membiarkanmu tidur di kamar yang sama denganku!"
"Kau baru saja bersumpah padaku. Sekarang setelah aku mengatakan yang sebenarnya, kau harus menepati janjimu!"
Fane menjilat bibirnya dan berjalan kembali ke kasurnya. Dia berbaring dan meresapi saat ini, "Aku memutuskan untuk tidak menggosok gigi besok. Aku pasti akan bermimpi indah malam ini!"
Selena kesal. Dia tidak pernah menyangka Fane bisa menjadi bajingan seperti itu.
Tibalah hari libur Selena dan Fane keesokan paginya. Mereka berdua bersiap-siap mengantar Kylie ke taman kanak-kanak.
Kemarahan Selena mereda dalam semalam. Ketiganya berjalan beriringan dalam balutan pakaian terbaik mereka, pemandangan itu terlihat bagaikan adegan indah dari sebuah film.
"Kuberitahu, ya. Hanya tersisa 24 hari lagi sampai ulang tahun Kakek. Apa kau sudah menyiapkan hadiah? Tidak mudah mencari hadiah senilai puluhan juta dolar!"
__ADS_1
Taksi tiba di depan taman kanak-kanak swasta. Dengan wajah dingin Selena berkata, "Aku tidak bercanda. Kalau kau tidak bisa memenuhi janjimu, itu berarti kau telah berbohong kepadaku selama ini!"
"Hadiah senilai puluhan juta dolar? Bukankah aku akan terlihat sangat tidak tulus?"
Fane tersenyum acuh tak acuh, "Setidaknya aku harus menyiapkan hadiah senilai lebih dari seratus juta dolar untuk membuat istriku bangga!"
"Seratus juta dolar? Lihat dirimu, kau bahkan bisa tersenyum saat berkata bohong!"
Selena tidak bisa berkata-kata. Fane benar-benar tahu cara menyombongkan diri. Kalau bukan demi putrinya, dia sudah mengusirnya.
Selena merasa sangat bodoh karena mempercayai semua kata-kata manis Fane. Sepertinya kata-katanya tidak bisa dipercaya dengan mudahnya.
"Sayang, beri aku waktu sebentar, aku perlu ke kamar kecil di sana. Kalian berdua tunggu aku di sini!"
Fane melihat ke toilet umum di samping dan berkata.
Selena menjawab dengan kesal.
"Hei, apa kau Selena? Apa yang kau lakukan di sini?
Begitu Fane pergi, seorang wanita muda yang menggandeng seorang bocah lelaki berjalan menuju Selena dengan senyuman di wajahnya.
"Rachel, ya Tuhan! Itu kau! Aku sudah bertahun-tahun tidak melihatmu!"
Selena merasa gembira, "Aku tidak percaya bisa bertemu dengan teman kuliah di sini! Apakah ini putramu?"
"Ya. Dia sudah duduk di kelas senior taman kanak-kanak!"
__ADS_1
Rachel tersenyum lalu memandang Kylie, "Ini putrimu? Dia terlihat sangat menggemaskan. Dia akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik seperti ibunya!"
"Kau terlalu menyanjungku. Putramu juga sangat tampan, dia pasti akan menjadi orang yang sangat sukses nanti!"
Selena sangat senang bertemu dengan teman kuliahnya yang sudah bertahun-tahun tidak dia temui.
"Tentu saja. Lihat dong siapa ayahnya, manajer di sebuah pabrik!"
Wajah Rachel berkilauan dengan rasa bangga. Dia melihat ke gedung taman kanak-kanak di sebelahnya, "Ini adalah taman kanak-kanak termahal di Provinsi Tengah. Biaya sekolah tahunannya sebesar gaji tahunan beberapa pekerja kantoran. Mereka yang berpenghasilan lebih rendah mungkin hanya mampu mengirim anak-anak mereka bersekolah di sini dengan cara tidak makan dan minum selama dua tahun."
"Omong-omong," dia pamer lagi, "Haha, anakku belajar di sini. Dia di kelas senior taman kanak-kanak sekarang."
"Benarkah? Itu hebat! Aku mendaftarkan putriku hari ini. Berapa biayanya?"
Selena tersenyum.
"Apa aku tidak salah dengar? Kau mengirim putrimu bersekolah ke taman kanak-kanak ini? Memangnya kau punya uang?"
Rachel tertegun sejenak. Kemudian, dia memandang Selena dari atas ke bawah, "Selena, ini adalah taman kanak-kanak terbaik dan termahal di Provinsi Tengah. Aku pikir sebaiknya kau melupakan niatmu. Aku tahu kondisimu sekarang. Kau tidak akan mampu menyekolahkan putrimu ke taman kanak-kanak ini!"
"Ya, ya. Anak-anak dari keluarga miskin tidak akan pernah mampu untuk belajar di taman kanak-kanak ini!" Putra Rachel juga sangat sombong.
Bersambung....
Jangan lupa like....
Terima kasih
__ADS_1