Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 79


"Bagaimana? Apa kalian akan pindah? Aku tidak ingin mendengar jawaban apa pun selain 'ya'!" Ken tersenyum dingin.


"Tuan Muda Clark, ayo pergi!"


Wajah Dennis tampak muram. Dia berjalan ke depan Ken, lalu berkata dengan suara rendah, "Cepat pergi kalau kau tidak ingin keluarga Clark menghilang dari Provinsi Tengah!"


"Apa... Apa yang terjadi?"


Ken tampak linglung. Bukankah Dennis seorang marsekal? Mengapa dia begitu takut pada Fane?


Dan Jameson, petarung teratas dari keluarga Clark, sudah membujuknya untuk tidak memprovokasi Fane. Di luar dugaan, seorang marsekal pun takut dan memintanya untuk tidak menyinggung perasaan Fane.


"Dengarkan aku, karena kalau tidak, itu akan menjadi malapetaka bagi keluargamu!"


Dennis merendahkan suaranya, menarik satu sisi telinga Ken. Dia membisikkan sesuatu yang sangat serius sebelum berjalan keluar.


Ken terkejut. Dennis adalah yang terbaik, kekuatan statusnya membuat banyak orang merinding, akan tetapi


dia takut pada Fane.

__ADS_1


"Mungkinkah..."


Ken membutuhkan penjelasan yang masuk akal. Fane telah kembali dari militer, mungkinkah pria ini menyembunyikan identitas dan status aslinya yang jauh lebih terhormat daripada Dennis?


Kalau itu masalahnya, Fane setidaknya memiliki gelar Raja Perang Kalangan itu memiliki prestasi luar biasa di medan perang sehingga tidak ada yang berani menyinggung perasaan mereka.


"Ahem, aku lihat kalau rumah ini bukanlah rumah bobrok. Ayo pergi!"


Ken terbatuk, hendak berbalik, dan pergi bersama orang orangnya.


"Tuan Muda, kami... Apakah kita akan pergi begitu saja?" Pengawal keluarga Clark bingung. Mereka tidak tahu apa


"Kenapa kita harus pergi? Dilihat-lihat, kualitas rumah mereka tidaklah buruk makanya kita harus pergi. Ini semua kesalahpahaman!"


Ken tersenyum pahit dan memberi penjelasan dengan malu-malu.


Orang-orang dari departemen terkait yang sebelumnya agresif, sekarang mereka tercengang mendengar kata kata Ken.. Apa... yang dibicarakan Fane dengan Dennis di dalam tadi.


"Tunggu, Tuan Muda Clark, tidak baik kau datang dan pergi sesukamu!"


Fane tiba-tiba menghentikan Ken sambil tersenyum acuh tak acuh.

__ADS_1


"Fane, apa maksudmu? Aku berubah pikiran sekarang dan tidak berniat untuk membangun panti jompo lagi. Atau kau ingin mengundangku untuk makan dan minum teh?


Ken, yang sangat malu, menoleh lalu menatap Fane dengan menahan marah.


"Haha, aku takut kau pasti sedang bermimpi kalau kau mengira aku akan mengundangmu makan!"


Fane terkekeh lalu kemudian berkata, "Kemarilah, berlutut dan minta maaf padaku. Tidak semudah itu kau pergi begitu saja. Kalau aku membiarkanmu pergi, apa yang harus kami lakukan kalau sampai suasana hatimu buruk lagi dan kau akan datang untuk menghancurkan rumah kami suatu hari nanti?"


"Berlutut dan minta maaf? Haha, Fane, kau pasti sudah gila. Aku adalah Tuan Muda Tertua dari keluarga Clark, calon Tuan Besar dari keluarga Clark. Apa menurutmu aku mau meminta maaf kepadamu?"


Ken tertawa. Begitu banyak orang yang melihat, tidak mungkin baginya untuk berlutut dan meminta maaf. Kalau tidak, dia tidak akan memiliki martabat untuk menjadi Tuan Besar di rumahnya di Provinsi Tengah nanti.


"Apa kau yakin?"


Fane melangkah maju dan menatap Ken dengan ekspresi dingin.


Pada saat bersamaan, Ken pun memikirkan apa yang Dennis katakan kepadanya tadi. Sulit untuk menggambarkan perubahan ekspresi wajahnya. Apa Fane benar-benar memiliki kemampuan untuk membuat keluarga Clark musnah?


Bersambung.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2