Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 154


"Ya. Aku juga merasa aneh. Apa yang dia lakukan di sini!"


Ken tersenyum dengan tenang lalu berkata, "Tuan Muda Wilson, lihatlah wanita di sebelahnya. Dia jelas seorang wanita kaya! Apa kau tahu kenapa dia berpakaian seperti itu, memakai kacamata hitam dan masker?"


"Tentu saja karena takut orang lain mengenalinya!" Micheal terkekeh dengan dingin.


Dia tidak bodoh, jadi kenapa repot- repot menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu?


"Coba pikirkan, kenapa dia takut dikenali orang?"


"Karena dia seorang wanita kaya, tentu saja dia takut suaminya mengenalinya!"


"Karena dia takut suaminya mengenalinya, apa artinya itu? Itu artinya, hubungannya dengan Fane tidak sesederhana itu!"


Ken menganalisis semuanya dengan sangat rinci.


"Ya, aku tidak menyangka Fane adalah seorang playboy. Selama ini dia selalu bicara terus menerus soal melakukan segalanya buat Selena tapi, kita tidak menyangka dia selingkuh di belakang Selena dengan seorang wanita kaya!"


Micheal mengepalkan tinjunya dan tatapannya dipenuhi amarah.


Jika bukan karena Fane, bagaimana mungkin Selena menjadi seorang ibu sekarang?

__ADS_1


Selena mungkin masih akan menjadi seorang nona muda yang cantik dan bunga polos yang menunggu untuk dipetik olehnya!


Setelah Micheal selesai berbicara, dia juga diam-diam mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto.


Dia lalu berkata, "Jika Selena melihat foto ini, aku tidak yakin apa yang akan dia pikirkan!"


Namun, ada sesuatu yang tidak dia duga. Baik Fane dan Lana memperhatikan saat dia mengambil foto itu.


"Kakak Fane, aku pikir seseorang mengambil foto kita berdua. Aku tidak akan dikenali bahkan setelah mengenakan masker dan kacamata hitamku, bukan?"


Lana berbisik pada Fane.


"Tidak mungkin!"


Fane tercengang saat melihat ke arah mereka. Ekspresinya segera meredup saat dia berkata, "Itu Ken dari keluarga Clark dan Micheal dari keluarga Wilson. Keduanya adalah para pengagum dan pengejar istriku."


Lana menatap mereka dan berkata, "Aku dengar dia cantik dan ada banyak orang kaya yang mengejarnya. Bahkan jika dia tidak cantik, hatinya pasti cantik. Dia pasti sangat menderita selama lima tahun kau tinggalkan, ya?"


"Ya. Aku sangat menyesal atas penderitaan mereka selama lima tahun. Oleh karena itu, aku akan menebusnya untuk mereka!"


Fane tertawa getir dan berkata, "Setelah sekian lama, aku berencana untuk membuat sebuah pesta pernikahan untuknya yang tak terlupakan seumur hidup!"


"Oh, betapa irinya aku pada kalian berdua. Kalian berdua adalah pasangan yang sempurna dan benar- benar diciptakan untuk satu sama lain!"

__ADS_1


Setelah Lana mengatakannya, dia merasa sedikit iri di dalam hatinya karena merasa bahwa dia belum pernah melihat pria yang lebih cakap dan luar biasa daripada Fane.


"Aneh sekali, sejak kapan kau belajar bagaimana cara menyanjungku?" kata Fane


Dia terkekeh dengan lembut saat melihat ke arah Lana.


"Aku mengatakan yang sebenarnya! Apa maksudmu menyanjungmu?"


Lana tersenyum pahit.


"Ya Tuhan, lagi-lagi si brengsek Fane!"


Pada saat inilah tuan muda keluarga Hugo, Neil, berjalan melalui pintu depan dengan sekelompok antek- anteknya.


Ketika melihat Fane, dia langsung marah dan mengepalkan tinjunya.


Dia tidak pernah bisa melupakan kejadian di mana dia dipukuli sampai babak belur oleh Fane. Semua itu karena dia mencoba menggoda Selena setelah memperhatikan kecantikannya saat membonceng skuter listrik.


Sejak saat itu, dia mempekerjakan beberapa tukang pukul untuk bersama-sama dia menghabisi Fane. Tapi dia sama sekali tidak menyangka mereka begitu sangat tidak berguna karena mereka malah lari kocar-kacir setelah dihajar Fane. Sebaliknya, dia juga mendapat beberapa tamparan keras dari Fane.


Dia ditampar sedemikian rupa hingga seluruh wajahnya bengkak dan dia tidak berani pulang hari itu. Dia takut diejek oleh keluarganya jika mereka melihatnya dalam keadaan seperti itu.


Dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Fane yang hari ini sepenuhnya siap untuk menawar sebuah mutiara bercahaya.

__ADS_1


Bersambung.....


Terima kasih


__ADS_2