
Bab 482
Keesokan paginya, Fane tiba lebih awal di pintu masuk sebuah rumah lelang dengan senyuman di wajahnya.
"Hehe! Sayang, vila ini terlihat fantastis. Aku akan membelinya terlebih dahulu dan memberimu kejutan!" dia bergumam pada dirinya sendiri.
Keluarga Taylor telah tinggal di kompleks perumahan elit. Karena vila-vila di sana tidak besar dan mewah, keluarga Taylor membeli beberapa unit dan membatasinya dengan pagar tinggi yang tebal. Mereka lalu mengubah area itu menjadi Kediaman Taylor.
Di sebuah bukit kecil tidak jauh dari Kediaman Taylor ada sebuah vila besar dan mewah yang terletak di kaki bukitnya.
Tidak hanya lokasi vila yang strategis, namun di dekatnya juga terdapat taman yang rapi serta pertokoan besar. Makanya, harga vila itu selangit, dengan nilai diperkirakan sekitar 20 hingga 30 juta dolar.
Vila itu luas dan dibagi menjadi tiga lantai, desain interiornya terlihat mewah dan kaya.
Pemilik vila adalah kepala keluarga bangsawan kelas tiga yang telah menghabiskan banyak uang untuk vila ini.
Pemilik vila baru-baru ini memutuskan untuk pindah ke luar negeri. Jadi, dia menaruhnya untuk dilelang.
Lokasinya strategis dan tidak jauh dari Kediaman Taylor.. Itu sebabnya ketika Fane melihatnya di situs Twin City News Network kemarin, dia segera membuat keputusan. Dia akan ikut lelang vila tersebut, apa pun yang terjadi.
Yang tidak dia duga adalah dia tiba-tiba dihentikan oleh dua satpam ketika sampai di pintu gerbang.
__ADS_1
"Aku di sini untuk pelelangan!" kata Fane sambil menunjukkan senyum malu-malu.
"Pak, jika ingin berpartisipasi dalam lelang, kau harus pergi ke sana agar aset dan status kekayaanmu dinilai dan disertifikasi oleh petugas bank kami. Dana di rekening bankmu tidak boleh kurang dari 50 juta. Jika tidak, kau tidak akan diizinkan masuk!" salah satu staf menjelaskan.
"Betapa merepotkan!"
Fane tidak bisa berkata-kata lagi tetapi dia tidak punya pilihan lain selain mematuhi prosesnya. Dia mengikuti anggota staf tersebut untuk menilai asetnya.
Petugas bank menggosok matanya dua kali setelah melihat hasilnya ditampilkan di mesin. Apakah dia salah?
Rasa pusing langsung menyapu dirinya ketika menyadari bahwa informasi itu benar.
"Apakah semua baik-baik saja?"
Dahi Fane berkerut, la jelas merasa tidak senang.
"Y- ya Pak!"
Suara petugas bank bergetar saat menjawabnya. Dia kemudian mengembalikan kartunya ke Fane dengan kedua tangannya dengan hormat.
Dia percaya bahwa pria di depannya ini bukanlah pria biasa.
__ADS_1
Setelah proses verifikasi selesai, Fane dengan cepat melangkah melewati gerbang dan masuk.
Sudah banyak pengusaha kaya raya yang berkumpul di sebuah ruangan pribadi. Jelas terlihat bahwa mereka semua tertarik dengan vila ini.
Selain itu, tawaran awalnya tidak terlalu tinggi, hanya 10 juta. Tentu saja, tidak ada yang mau melewatkan kesempatan luar biasa ini.
Sesaat kemudian, Ivan Taylor muncul.
Ekspresinya menjadi masam dan tenggelam ketika melihat Fane.
"Apa? Fane ada di sini? Bagaimana bajingan itu bisa ada di sini? Jangan bilang dia ingin menawar vila ini juga?"
Ivan mulai merenung. Hanya ada beberapa hari tersisa sampai Kakek Taylor berulang tahun ke-70 dan Fane berjanji akan memberinya hadiah senilai lebih dari 10 juta dolar.
Mungkinkah vila ini hadiah yang disiapkan Fane untuk lelaki tua itu?
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
Sekian Terima Kasih
__ADS_1