
Bab 86
"Oh, jangan beri tahu Ibu dan yang lain tentang apa yang baru saja terjadi. Mereka tidak perlu khawatir tentang itu!" Fane berkata kepada Selena.
Selena mengangguk. "Ya, kali ini kita menyinggung keluarga Hugo. Ibuku mungkin akan memarahimu lagi kalau dia tahu tentang hal ini!"
Fane kemudian melihat ke arah Kylie yang ada di pelukannya, lalu berkata, "Kylie, jangan beritahu nenekmu tentang ayah yang memukuli orang-orang jahat tadi!"
"Baik, Ayah!" Kylie mengangguk dengan patuh.
Saat itulah Joan dan pembantu mereka, Jenny, kembali dari jalan-jalan di taman.
"Kylie, lihatlah. Lihat apa yang aku bawa untukmu!"
Joan dengan senang hati memberi Kylie sate buah sanca berlapis gula.
__ADS_1
Wow, manisan buah sanca!
Kylie sangat senang melihat manisan buah sanca yang dibawa neneknya. Dia berlari ke arah Joan saat Selena menurunkannya ke lantai..
"Ngomong-ngomong, kau akan mulai bekerja besok. Apa kau ingin membeli pakaian yang lebih baik?" Selena
menatap Fane.
"Tidak perlu. Baju-bajuku masih cukup bagus. Tidak ada yang sobek, hanya terlihat sedikit agak pudar." Fane tersenyum. Dia tidak terlalu memperhatikan pakaian dan makanan.
Malam harinya, keluarga tersebut makan malam bersama dalam suasana gembira sebelum mereka tidur.
Keesokan paginya, Fane bangun lebih awal lalu mengobati kaki Andrew untuk yang kedua kalinya. Dia kemudian mengantar Selena bekerja dengan skuter listriknya.
Tanpa sepengetahuan Fane, ternyata Fiona, Ben, dan Xena menguntit mereka dengan taksi tidak lama setelah Fane dan Selena keluar dari rumah.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Fane datang ke perusahaan grup Drake yang dimiliki oleh keluarga Drake. Fane
memastikan Selena masuk ke gedung kantor sebelum dia mengendarai skuter listriknya ke rumah keluarga Drake.
Fiona, Ben, dan Xena akhirnya duduk di sebuah kafe di seberang kediaman keluarga Drake untuk mengamati. "Ma, buat apa kita di sini? Buang-buang waktu saja datang ke sini hanya untuk memastikan apakah Kakak Ipar benar benar bekerja sebagai pengawal. Kenapa kita tidak tanya saja padanya saat dia pulang?" Ben bertanya dengan tidak sabar.
"Kakak ipar?" Panggilan itu terdengar sangat akrab saat keluar dari mulutmu, berapa dia membayarmu untuk memanggilnya seperti itu?"
Fiona memutar bola matanya ke arah Ben. "Jangan lupa. Orang itulah yang menyebabkan keluarga kita menjadi seperti sekarang ini. Kalau tidak, kita tidak akan kesulitan mencari makan selama lima tahun terakhir ini. Kalau bukan karena dia, kakakmu pasti sudah menjadi orang hebat di keluarga Taylor. Kau juga pasti tidak akan dipandang rendah saat keluar rumah."
Ben tersenyum pahit. "Aku membencinya, tapi aku bisa melihat kalau dia benar-benar peduli pada Selena. Selain itu, dia juga berjanji akan membelikan aku mobil setelah dia mendapat gaji. Aku bisa memilih mobil apa saja yang aku inginkan selama harganya masih dibawah satu juta..."
"Kau benar-benar percaya padanya? Dan kau akan terus memanggilnya kakak ipar hanya untuk itu?"
Bersambung.......
__ADS_1
Terima kasih