Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 95


Timothy senang karena Fane menyetujui sarannya dengan begitu mudah.


Fane menganggukkan kepalanya. Dia lalu berbalik dan berjalan mengikuti Timothy menuju pintu.


James bermaksud mengatakan sesuatu tentang perilaku tidak sopan putranya. Dia telah berulang kali mengingatkan putranya bahwa Fane memiliki status yang cukup tinggi. Dia adalah teman baik Dewi Perang. Bisa menyenangkan Fane berarti menyenangkan sang Dewi Perang.


"Bagus. Kita akan pergi ke luar dan aku akan menunjuk seseorang untuk bertarung denganmu. Kau tidak keberatan, "kan?"


Tapi, James sebenarnya juga penasaran dengan kemampuan Fane.


Fane digaji sebesar 20 juta dolar sebulan. Hal itu akan membuatnya frustasi jika ternyata Fane tidak sebanding dengan harganya.


Maka dari itu, dia tidak mau repot-repot menghentikan rencana Timothy saat melihat Fane juga menyetujuinya.


Begitu mereka keluar dari ruangan, Timothy melihat Harvey bersama beberapa pengawal berjalan di kejauhan.


Jantungnya berdebar oleh kegembiraan. Harvey sangat kuat dan yang terbaik di antara para komandan pengawal. Dia segera melambaikan tangan dan berteriak,


"Harvey, kemari dan cobalah mengadu ilmu dengan pengawal baru ini. Santai saja, bagaimanapun juga, kita ini keluarga!"


Mulut Timothy membentuk senyuman. Dia tidak sabar melihat Fane mempermalukan dirinya sendiri. Jika Fane tidak bisa mengalahkan Harvey, dia akan merasa malu dibayar dengan gaji setinggi itu, bukan?

__ADS_1


Tanya yang berada di samping Timothy langsung tertawa tak terkendali.


"Mengapa kau tertawa?" Timothy mengerutkan kening dan menjadi bingung.


"Tidak, tidak ada!" Tanya memegangi perutnya.


Pada saat yang bersamaan, Harvey dan beberapa pengawal lain berjalan ke arah Timothy.


Terlihat beberapa pengawal berjalan lunglai dengan darah menetes dari sudut mulutnya. Bahkan ada pengawal dengan jejak kaki di dadanya.


Harvey pun tidak luput. Darah di sudut mulutnya belum mengering.


Harvey lalu bertanya dengan getir,


"Harvey, ada apa dengan kalian?" Timothy tersentak. " Apakah kalian baru saja dipukuli oleh seseorang? Tidak mungkin! Bahkan kau pun terluka? Siapa si bajingan itu?"


"Harvey, siapa yang melakukan ini padamu?" James juga terkejut.


Siapa yang bisa menghajar pengawal keluarga Drake di siang bolong seperti itu?


"Tuan Muda Timothy, pelakunya si pengawal baru. Barusan terjadi kesalahpahaman karena kami tidak tahu kalau dia dipekerjakan sebagai pengawal. Jadi aku dan orang-orangku berkelahi dengannya. Inilah hasilnya... Beberapa telah pergi ke asrama pengawal. Cedera mereka jauh lebih parah daripada kami!"


Harvey melirik ke arah Fane yang berdiri di sebelah Timothy dan tersenyum dengan ragu-ragu. Ada ketakutan di dalam matanya.

__ADS_1


"Ya, Tuan Muda Timothy. Harvey baru saja bertarung dengan pria itu dan Harvey kalah telak!"


Pengawal lainnya menundukkan kepala dan berkata dengan penuh rasa malu.


"Jadi, kalian sudah mengujinya, Dan, Fane lulus!"


Mulut Timothy berkedut dan jantungnya bergetar karena terkejut.


Bahkan Harvey pun terluka. Sepertinya Fane memang punya satu atau dua keahlian. Kemampuannya mungkin sebanding dengan komandan kepala.


"Baiklah, kalian pergilah!"


Tanya melambaikan tangan sambil tersenyum. Dia lalu berkata pada Fane.


"Ayo pergi, Fane. Aku akan menunjukkan tempatmu!"


Tetapi James punya rencana lain.


"Tanya, kau tidak perlu mengantarkan Fane ke asrama pengawal. Sepupumu jarang pulang ke vilanya. Beri Fane salah satu kamar di vila itu karena ada begitu banyak kamar kosong di sana!"


Harvey dan yang lainnya pun merasa semakin iri dengan perlakuan khusus yang didapatkan Fane.


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2