Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 315


"Tidak tidak! Aku tidak cukup berani untuk mengendarai mobil mahal seperti itu! Lagi pula, aku tidak mampu membeli bensin untuk mobil ini dan itu tidak cocok untukku! Aku akan panik jika mengendarainya!" ujar Jenny dengan cepat sambil mengayunkan tangannya.


Fane melihat ke sekeliling dan menemukan dealer mobil resmi Audi 4S di seberang tempat mereka berada.


"Bagaimana jika aku membelikanmu mobil Audi? Tidak harus terlalu mahal, jadi bagaimana kalau model A6? Aku akan memberikannya kepadamu sebagai hadiah dan kau dapat menggunakannya seterusnya untuk menjemput Kylie!"


Fane lalu berbicara setelah berpikir sejenak. "Omong omong, jika ada yang bertanya padamu tentang mobil itu, jangan beri tahu mereka bahwa aku membelinya, ya. Katakan saja pacarmu yang memberikannya padamu, oke?"


"Tapi... Harganya sangat mahal! Bukankah kau harus berdiskusi dengan Nona Selena sebelum memberikannya padaku?" Jenny berkata dengan malu.


Dia sangat terkejut karena Audi A6 tidak murah. Fane benar-benar mengatakan bahwa dia akan memberikannya padanya dan seterusnya akan menjadi miliknya.


Dia hanyalah seorang pembantu dan tidak pernah membayangkan bahwa dia akan bisa mengendarai mobil seperti itu.


Yang membuatnya tidak bisa berkata-kata adalah ketika Fane mengatakan ingin memberikannya Porsche itu. Dia hampir pingsan saat mendengarnya.


"Mengapa kita perlu berdiskusi ? Itu tidak terlalu mahal. Hanya saja, jangan beri tahu dia tentang ini, oke?" Fane tersenyum dan mengingatkannya.

__ADS_1


"Oh baiklah!" Jenny mengangguk.


Dia merasa bosnya menjadi semakin misterius. Sepertinya dia bukan orang biasa.


Setidaknya, dia membawa pulang uang setelah kembali dari perang. Dia sepertinya telah menerima jutaan penghargaan ketika pensiun sebagai seorang veteran perang.


Fane mengangkat Kylie dan melihat luka di kakinya. la lalu bertanya, "Kylie, apakah ini sakit?"


"Tidak! Kylie sangat senang melihat ayah melawan orang jahat. Aku ingin melawan orang jahat juga saat aku dewasa nanti!"


Kylie tersenyum polos. Baginya, Fane seperti gunung tinggi dan kuat.


Selama ayahnya muncul, orang-orang jahat hanya bisa berlutut dan memohon ampun padanya.


"Ingat, langsung ditelan!"


"Baik, Ayah!" Kylie menganggukkan kepalanya dengan serius dan langsung menelannya.


Kylie mengerutkan keningnya setelah menelannya dan merasa seolah-olah dia telah ditipu. "Ayah, kenapa rasanya pahit?"

__ADS_1


"Gadis konyol, obat memang biasanya pahit." Fane membelai kepala Kylie dan mencium pipinya yang tembam.


Rasa memiliki yang dalam pada sebuah keluarga sangat menyenangkan!


Setelah mereka berjalan beberapa lama, Fane lalu berbicara dengan Jenny dengan nada malu-malu saat menyadari ada yang tidak beres.


"Jenny, kau sepertinya kehilangan satu kancing!"


Jenny menunduk untuk memeriksa dan wajahnya pun memerah. Meskipun Fane mengingatkannya dengan niat baik, hal itu masih membuatnya menjadi sangat malu.


"Kakak, sepertinya kita salah menilai. Gadis itu benar benar seorang pembantu!"


"Lihat, dia akan membeli A6 untuk pembantunya agar bisa mengantar anaknya ke sekolah!"


"Dia bermaksud memberikan Porsche itu kepada pembantunya. Dia akan melakukannya jika pembantu itu tidak menolaknya. Sial, kita benar-benar bertemu seseorang yang tidak mampu kita provokasi!"


Pria bertato itu akhirnya turun dari atas mobilnya dan berbicara dengan darah masih menempel di sudut mulutnya.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih


__ADS_2