
Bab 85
Dia tersentak, berbalik, dan bersiap untuk melarikan diri.
Bang!
Kurang dari sedetik Fane menerjang ke depan dan memblokir jalan Neil.
"Haha, mau kemana Tuan Muda Hugo? Aku akan kehilangan semua martabatku jika membiarkanmu pergi, bukan? Ini bukan tempat di mana kau bisa datang dan pergi sesuka hatimu!"
"Apa lagi yang kau inginkan, bedebah? Aku salah satu anggota keluarga Hugo...."
Neil menggertakkan gigi dan bersiap untuk mengingatkan tentang identitasnya lagi.
Plak!
Fane membalik telapak tangannya dan menampar Neil dengan sangat keras. Sebuah cetakan berupa telapak
tangan besar berwarna merah terang pun muncul di wajah Neil.
"Aku sudah tahu siapa dirimu sejak awal. Kau tidak perlu memperkenalkan diri lagi!" ujar Fane sambil tersenyum dengan dingin.
"Aku mengingatkanmu, jika kau berani menamparku."
Plak!
__ADS_1
"Kau.."
Plak!
Setelah tiga tamparan berturut-turut, Neil sangat pusing sehingga dia merasa melihat bintang-bintang
memutarinya dan nyaris pingsan.
"Saudaraku, ini semua salahku. Aku tidak berani mengganggumu lagi!"
Neil takut dia akan dipukuli. Dia menekuk kedua lututnyabdan menjatuhkan keduanya dengan keras ke tanah. Kemudian, dia mulai memohon belas kasihan.
"Kepalamu tidak akan berada di tempatnya sekarang jika bukan karena putriku. Dia tidak boleh menyaksikan adegan berdarah!" Fane tersenyum acuh tak acuh.
"Saudaraku, ini semua salahku. Kau adalah saudaraku. Aku sudah bertobat. Tolong biarkan aku pergi!" Neil sangat ketakutan dan hampir mengompol.
Fane ternyata adalah lawan yang sangat kuat. "Oh, aku punya uang, aku bisa memberimu uang ganti rugi.....
Dalam usahanya bertahan hidup, Neil segera mengambil ponselnya "Aku akan mentransfer satu juta kepadamu, tolong biarkan aku pergi!"
"Aku akan memberimu sepuluh detik untuk pergi dari hadapanku! Dan jangan panggil aku saudaramu. Aku tidak punya saudara sampah sepertimu!" Fane memerintah. dengan ekspresi dingin.
Tak lama kemudian, Neil berlari kembali ke mobil sportnya dan menghilang dengan sangat cepat.
"Dia punya banyak mobil sport rupanya. Pagi ini dia membuat rusak Ferrarinya dan sekarang mengendarai Porsche!" ucap Fane sambil tersenyum pahit dan berbalik menemui Selena.
__ADS_1
Selena masih tercengang. Neil adalah tuan muda kedua dari keluarga Hugo. Fane menamparnya tiga kali... Fane menunjukkan dominasinya. Fane bukan lagi seorang pengantar barang di matanya.
Dia seperti dewa yang tidak akan bisa diusik oleh siapapun.
"Hebat. Ayah begitu kuat, dia mengusir orang jahat itu!" Kylie yang masih lugu dan naif bertepuk tangan dengan penuh kekaguman.
Selena tertegun beberapa saat sebelum akhirnya menggelengkan kepala. Dia berjalan ke arah Fane dengan perasaan sedikit bingung.
"Suamiku, kau kuat sekali. Gerombolan gangster itu membawa pisau. Aku tidak mengira kau bisa mengakhiri pertarungan dengan begitu cepat! Kau luar biasa kuat dan
cepat!"
"Haha, jangan konyol. Aku telah selamat dari begitu banyak pertempuran dan lautan mayat yang penuh darah. Mana mungkin gangster-gangster yang tidak terlatih dan tidak berguna itu bisa melawanku?" Fane tertawa.
Dengan ekspresi sayang dan sambil bercanda, dia menepuk hidung Selena dengan lembut.
"Mulai hari ini dan seterusnya, aku akan melindungimu
dan Kylie!"
Kata-kata Fane sangat menyentuh hati hingga membuat Selena tersipu.
Bersambung........
Sekian Terima kasih
__ADS_1