Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 84


Fane hanya mencibir ketika melihat orang-orang menyerbu ke arahnya. Meski tampak menakutkan dengan tato dan rambut yang diwarnai, mereka semua memiliki perawakan tubuh yang kurus.


Dengan hanya sekilas pandang saja Fane bisa melihat kalau orang-orang ini lemah dan tidak berolahraga secara teratur. Mereka hanya berpura-pura kuat dengan memegang pisau di tangan mereka.


Orang-orang ini akan mati lebih cepat dari siapapun jika mereka ditempatkan di medan perang.


"Sayang, berhati-hatilah!" Teriak Selena dari belakang. Dia sangat cemas saat melihat begitu banyak orang menyerang Fane pada saat bersamaan.


"Ha ha. Selena, jika kau setuju untuk berkencan denganku sekarang, aku akan meminta mereka untuk bersikap lebih murah hati pada suamimu, Orang-orang ini tidak memiliki kendali atas diri mereka sendiri dan senjata tidak menunjukkan belas kasihan, Jika suamimu meninggal, kau hanya bisa hidup sebagai janda! Saat itu, kau mungkin lebih baik menikah denganku atau kau bisa menjadi selingkuhan rahasiaku!"


Neil Hugo menatap Selena. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menelan air liurnya dan matanya dipenuhi aura kegilaan akan hasratnya.


Ketika dia pergi untuk mengumpulkan gangster- gangster ini, dia juga sekaligus bertanya pada beberapa orang mengenai situasi Selena. Setelah penyelidikan singkat, dia tahu bahwa suami Selena tidak diterima keluarga Taylor.


Jika benar itu kenyataannya, membunuh Fane tidak ada bedanya dengan membunuh orang luar. Keluarga Taylor tidak akan peduli.


Di sisi lain, Selena juga telah diusir oleh keluarga Taylor selama lima tahun. Mereka tidak akan menyelidiki huru hara ini asalkan Selena tidak mati.

__ADS_1


Jika keluarga Taylor ternyata ingin meminta pertanggungjawaban, hal itu bisa dengan mudah diselesaikan dengan menawarkan uang tunai sebagai ganti rugi.


Neil telah melakukan cukup banyak kesalahan untuk bisa tahu hal ini. Cara ini berhasil terutama dengan anak perempuan dari keluarga miskin yang tidak punya uang dan kekuasaan.


Keluarga yang menjadi korban sangat senang menerima uang yang dia bayarkan, dan melupakan untuk menyelidiki masalah yang telah dia timbulkan.


Berdasarkan status keluarga Hugo, keluarga Taylor tidak akan berani meminta pertanggungjawaban.


"Hanya dalam mimpimu!" Selena menatap Neil tajam.


Dia lebih baik mati daripada membiarkan bajingan seperti itu menyentuh tubuhnya. Penampilan pria itu membuat Selena merasa jijik.


"Haha, kita akan tahu sebentar lagi, apakah aku sedang bermimpi atau tidak..." Neil tertawa terbahak-bahak.


Tapi sebelum dia selesai berbicara, tawa di wajahnya lenyap.


Orang-orang yang dia bawa ke sini bergegas maju tetapi sebelum mereka berhasil menyentuh rambut Fane, mereka langsung terlempar ke belakang dan jatuh dengan keras ke tanah sambil meratap kesakitan.


"Aduh!"

__ADS_1


"Ya Tuhan!"


Orang-orang itu ditendangi Fane seperti bola. Mereka pun berguling- guling hingga beberapa meter. Dalam beberapa detik, tidak ada lagi orang yang tersisa di depan Fane.


"Ya ampun, siapa orang ini? Mengapa dia begitu kuat?"


Seorang pria berambut kuning berhasil bangkit kembali. Suaranya gemetaran dan dia tidak berani melangkah maju.


"Tuan Muda Neil, dia jelas bukan orang biasa. Kami tidak bisa melawannya. Kau..... kau harus memikirkan cara lain!"


Si pemimpin gangster juga kena tendang dan dadanya terasa sakit. Dia bertanya-tanya dalam hati apakah tulangnya ada yang patah. Dia menggertakkan gigi dan melambaikan tangan tanda menyerah. Sekejap kemudian dia lalu melarikan diri bersama semua anak buahnya.


"Kalian... kalian tidak berguna!" Neil menatap orang-orang yang berlarian menyelamatkan diri dan mulai memaki.


"Hehe, aku juga akan pergi sekarang!"


Neil Hugo menatap Fane dan melihatnya sedang menatap balik sambil tersenyum.


Bersambung.........

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2