Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 556


Xena yang baru saja terlempar ke tempat tidur, dia tiba tiba teringat sesuatu saat mendengar kata 'bulan madu'.


"Benar, tunggu sebentar, Ivan," katanya tiba-tiba. "Ada sesuatu yang harus kuberitahukan dulu padamu!"


"Apa?"


Ivan tercengang. "Jangan katakan kalau itu ada hubungannya dengan Fane?"


"Betul sekali. Fane mengatakan kalau dia akan memberi kejutan pada Selena di hari ulang tahunnya. Dia bahkan mengatakan kalau dia akan mengadakan pesta ulang tahun yang akan menggemparkan seluruh kota!"


Xena melanjutkan, "Itu adalah sesuatu yang harus kau ketahui, bukan?"


"Betul sekali. Ulang tahun Selena sebulan lagi. Aku lupa semuanya kalau kau tidak mengingatkanku!"


Ivan duduk di tepi tempat tidur, keningnya berkerut. "Fane sangat suka menyombongkan diri, bukan? Menggemparkan seluruh kota? Provinsi Tengah sangat besar dan dia ingin mengadakan pesta ulang tahun untuk Selena yang akan menggemparkan seluruh kota? Dia pasti bercanda. Dia harus menghabiskan uang miliaran kalau dia sungguh ingin menggemparkan seluruh kota."


"Heh. Dia sungguh berlebihan!"

__ADS_1


Xena terkekeh.


"Baiklah. Lihat saja apa kau bisa mendapatkan kesempatan untuk membuat Fane meminum obatnya besok atau lusa, kita akan lihat. Siapa tahu, mungkin saat ulang tahun Selena menjadi hari pemakaman Fane? Hah. Aku sangat menantikannya!"


Ivan tertawa, lalu dia menjepit Xena ke tempat tidur, tidak bisa menahannya lebih lama lagi.


....


"Apa kau tidak merasa pacarmu bertingkah aneh belakangan ini, Ben?"


Selena berjalan setelah dia melihat Ben di taman sendirian, iseng bermain-main dengan ponselnya. Selena berbicara setelah dia berpikir sejenak.


"Apa maksudmu? Bukankah Xena sama seperti biasanya?"


"Bagaimana bisa kau sangat idiot? Kau sudah bersamanya begitu lama, tapi dia tidak pernah membiarkanmu menyentuhnya?"


Selena memutar matanya ke arah adiknya saat dia mengajukan pertanyaan.


Ben akhirnya meletakkan ponselnya. "Kenapa kau begitu khawatir tentang hal itu, Kak?" katanya tidak sabar. "Meskipun Xena biasanya mengenakan pakaian yang seksi dan trendi, dia adalah gadis yang konservatif. Jangan berasumsi hanya karena dia seorang ABG yang memiliki tato di tubuhnya. Dia bukan gadis seperti itu!"

__ADS_1


Selena kehilangan kata-kata. "Kalau begitu, maksudmu dia tidak pernah membiarkanmu menyentuhnya?" Selena terus mendesak. "Kau sudah bersamanya bukan setahun. Tapi sudah, dua, tiga tahun."


Ben mengangkat bahu. "Terus? Dia mengatakan kepadaku kalau dia hanya akan menyerahkan dirinya kepadaku pada malam pernikahan. Sangat sulit menemukan wanita seperti itu sekarang. Benarkan?"


Setelah Ben mengatakan itu, dia menatap saudara perempuannya. "Selena, kupikir kau berprasangka buruk terhadapnya!" kata Ben.


Selena benar-benar tidak bisa berkata-kata sekarang. Adiknya telah benar-benar jatuh cinta. Tidak peduli kalau dia tidak tahu tentang perselingkuhan pacarnya-dia bahkan membela reputasi Xena.


Ben mengangkat ponselnya dan memulai babak baru permainan game yang dia mainkan. Selena mengambil ponsel itu darinya.


"Apa yang kau lakukan, Kak?"


Ben sedikit marah. Dia baru saja mulai masuk ke dalam game tetapi Selena mengambil ponselnya begitu saja. Ben mungkin akan memukulnya jika dia bukan saudara perempuannya.


"Jangan bermain terus. Otakmu akan menjadi lebih kosong dari sebelumnya kalau kau terus seperti ini."


Selena memelototi saudara laki-lakinya yang kalah. "Aku benar-benar ingin memberitahumu ini sebelumnya, kalau Xena memiliki semacam hubungan dengan pria kaya dari geng perampok motor itu," kata Selena. "Aku pernah melihat mereka berpelukan sekali. Tapi aku mendengar kalau seluruh geng itu telah dibunuh."


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih


__ADS_2